Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Awas Sugar Spike! 4 Lauk Warteg Manis Gurih Ini Ternyata Sarat Gula
ilustrasi warteg (pexels.com/kevin yung)
  • Sejumlah lauk warteg manis-gurih dapat memicu lonjakan gula darah, yang dikaitkan dengan rasa mengantuk, lemas, atau sulit fokus setelah makan siang.

  • Semur, tempe orek, perkedel kentang, serta ayam atau telur balado disebut tinggi gula tambahan atau karbohidrat olahan, terutama bila disantap bersama nasi putih.

  • Untuk makan lebih seimbang, pilih protein rebus, bakar, atau pepes; perbanyak sayuran tanpa santan; kurangi nasi putih dan hindari kuah semur atau santan kental.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Empat lauk warteg—semur, tempe orek, perkedel kentang, serta ayam atau telur balado—disebut berpotensi memicu lonjakan gula darah karena kandungan gula tambahan atau karbohidrat olahan.
  • Who?
    Pekerja kantoran, mahasiswa, dan pengunjung warteg yang memilih lauk manis-gurih saat makan siang dapat mengalami rasa mengantuk, lemas, atau sulit fokus setelah makan.
  • Where?
    Di warung Tegal atau warteg, terutama pada pilihan lauk yang disajikan untuk menu makan siang.
  • When?
    Sesaat setelah makan siang, ketika lonjakan kadar gula darah dapat terjadi setelah mengonsumsi lauk tinggi gula atau karbohidrat olahan bersama nasi putih.
  • Why?
    Semur dan tempe orek menggunakan kecap manis serta gula; perkedel mengandung karbohidrat mudah dicerna; bumbu balado dapat memakai gula untuk menyeimbangkan rasa pedas.
  • How?
    Risiko dapat dikurangi dengan memilih lauk rebus, bakar, atau pepes; memperbanyak sayuran tanpa santan; mengurangi nasi putih; serta menghindari kuah semur atau santan kental.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lauk warteg seperti semur, tempe orek, perkedel, dan ayam atau telur balado bisa punya banyak gula. Setelah makan, orang bisa mengantuk, lemas, atau susah fokus karena gula darah naik cepat. Sekarang, lebih baik pilih ikan pepes, telur rebus, atau sayur hijau. Nasi juga bisa diambil setengah saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberagaman pilihan di warteg tetap memungkinkan makan siang yang lebih seimbang tanpa kehilangan kepraktisannya. Dengan mengenali lauk yang cenderung tinggi gula serta memilih protein murni, olahan rebus atau pepes, dan sayuran hijau, pengunjung dapat memanfaatkan variasi menu warteg untuk membantu menjaga asupan serat dan mengurangi lonjakan gula darah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Makan siang di Warung Tegal (Warteg) menjadi pilihan praktis dan merakyat bagi para pekerja kantoran maupun mahasiswa. Selain harganya yang ramah di kantong, variasi lauk pauk yang disajikan di balik kaca warteg selalu sukses menggugah selera saat jam istirahat tiba.

Namun, pernahkah kamu merasa sangat mengantuk, lemas, atau susah fokus sesaat setelah selesai makan siang di warteg? Kondisi yang sering dianggap sebagai rasa kantuk biasa ini bisa jadi merupakan tanda lonjakan kadar gula darah secara mendadak (sugar spike).

Banyak orang menduga hanya makanan pencuci mulut (dessert) manis atau buah-buahan tinggi fruktosa yang bisa memicu gula darah naik. Padahal, beberapa jenis lauk gurih manis langganan di warteg ternyata menyimpan kandungan gula dan karbohidrat olahan yang sangat tinggi.

Biar kesehatan metabolisme tubuh tetap terjaga dan terhindar dari risiko diabetes melitus di usia muda, waspadai 4 lauk warteg berikut ini saat makan siang!

1. Semur Tahu, Tempe, atau Daging dengan Kuah Pekat

Potret semur tahu gulai (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Semur merupakan salah satu menu favorit warteg karena rasanya yang manis, gurih, dan legit saat disiramkan ke atas nasi hangat.

Mengapa Berbahaya? Kunci utama kelezatan semur terletak pada penggunaan kecap manis dalam jumlah masif selama proses memasak yang lama. Kecap manis olahan mengandung gula tambahan (added sugar) dan sirup jagung tinggi fruktosa. Saat diserap oleh tahu atau tempe, lauk gurih ini berubah menjadi "bom gula" yang siap melonjakkan glukosa darah dengan cepat.

2. Tempe Orek Basah dan Kering

ilustrasi tempe orek basah (freepik.com/user27955914)

Olahan tempe orek hampir tak pernah absen di piring langganan pengunjung warteg. Baik varian orek basah yang bersaus maupun orek kering yang renyah, keduanya sama-sama digemari.

Mengapa Berbahaya? Proses pembuatan tempe orek menggunakan perpaduan gula merah (gula jawa), kecap manis, dan sedikit karamelisasi gula pasir untuk menciptakan tekstur kilap (glossy) dan rasa manis yang dominan. Meski tempe adalah sumber protein sehat, proses pengolahan tinggi gula ini menghilangkan manfaat nutrisi alaminya.

3. Perkedel Kentang

Perkedel kentang. (pixabay.com/tifanitopan)

Teksturnya yang lembut di dalam dan renyah di luar membuat perkedel kentang sering dijadikan lauk pendamping utama saat makan di warteg.

Mengapa Berbahaya? Kentang pada dasarnya memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi. Ketika dihaluskan menjadi adonan perkedel, dicampur sedikit tepung, lalu digoreng rendam (deep frying) dalam minyak panas, struktur karbohidratnya menjadi sangat mudah dicerna oleh tubuh. Mengonsumsi perkedel bersamaan dengan nasi putih sama saja dengan menumpuk dua jenis karbohidrat olahan sekaligus tanpa serat yang cukup.

4. Ayam atau Telur Balado Pedas Manis

ilustrasi telur balado (pexels.com/Teguh S)

Menu balado dengan baluran bumbu cabai merah mengkilap memang paling ampuh membangkitkan selera makan di siang hari.

Mengapa Berbahaya? Bumbu racikan balado ala warteg umumnya menyertakan gula pasir atau gula merah dalam jumlah yang lumayan banyak untuk menyeimbangkan rasa pedas cabai dan gurih minyak. Kombinasi minyak goreng yang menempel pada kulit ayam atau telur ditambah gula pada bumbu balado dapat memperlambat pencernaan lemak, namun tetap memicu lonjakan glukosa bertahap yang bertahan lama.

Tips Sehat Makan Siang di Warteg:

Prioritaskan Protein Murni dan Lauk Kukus/Rebus: Pilih lauk yang diolah dengan cara direbus, dibakar, atau dipepes, seperti ikan pepes, ayam bakar tanpa olesan kecap berlebih, atau telur rebus.

Perbanyak Sayuran Hijau: Ambil porsi sayuran tanpa santan yang melimpah, seperti tumis kangkung, capcay, atau orak-arik buncis untuk menyuplai serat yang mampu memperlambat penyerapan gula dalam darah.

Minta Nasi Setengah Porsi: Kurangi porsi nasi putih dan hindari menyiramkan kuah semur atau kuah bersantan kental ke atas nasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article