Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[FOTO] Belajar di Bawah Mesin Orang Lain

Kab. Kendal
2 min read
[FOTO] Belajar di Bawah Mesin Orang Lain
Seorang siswa SMK Harapan Mulya mengerjakan bagian bawah sepeda motor di Teaching Factory Karya Speed, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Bengkel sekolah tersebut digunakan sebagai ruang praktik sekaligus melayani sepeda motor masyarakat. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Teaching Factory Karya Speed di SMK Harapan Mulya Kendal menggabungkan praktik otomotif dengan bisnis nyata, sehingga siswa menghadapi masalah kendaraan, konsumen, dan tanggung jawab layanan secara langsung.

  • Program inkubasi Enduro Home Service Pertamina Lubricants sejak 2022 mendorong bengkel melayani hingga 200 sepeda motor per bulan, termasuk servis kunjungan dan opsi pay later.

  • Selama empat tahun, Karya Speed membukukan omzet kumulatif Rp601,5 juta yang dikelola sekolah untuk fasilitas dan apresiasi siswa, sekaligus membentuk keterampilan serta mental wirausaha.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Teaching Factory Karya Speed di SMK Harapan Mulya Kendal melayani 200 motor per bulan dan mencatat omzet Rp601,5 juta dalam empat tahun.

Kendal, IDN Times — Di teaching factory Karya Speed, ruang kelas SMK Harapan Mulya Kendal melebur dengan realitas bisnis. Ketika praktik otomotif mencetak perputaran uang hingga ratusan juta rupiah, keterampilan teknis para siswa langsung diuji oleh tuntutan konsumen dan akuntabilitas dunia kerja nyata.

Realitas tersebut salah satunya dirasakan oleh Muhammad Daffa. Wajah siswa kelas XII itu menyembul dari kolong sepeda motor, sementara peluh dan noda oli menempel di tangannya yang cekatan membereskan masalah teknis kendaraan pelanggan.

"Masalah di lapangan sangat beragam. Di sini saya belajar tantangan yang sebenarnya dalam menghadapi konsumen, termasuk cara berkomunikasi dan melayani mereka dengan baik," ujarnya kepada IDN Times, Rabu (16/9/2026).

Pengalaman Daffa menjadi bukti bahwa di bengkel Karya Speed, sekat ruang teori sekolah sudah lama runtuh. Kendaraan yang antre tidak lagi sekadar alat peraga bongkar-pasang yang menoleransi kesalahan, melainkan mobilitas riil warga yang memercayakan keselamatan mereka pada tangan-tangan montir muda.

Transformasi ruang kelas menjadi ekosistem bisnis riil itu tidak lepas dari program inkubasi wirausaha Enduro Home Service (EHS) Pertamina Lubricants. Sejak digerakkan tahun 2022, program tersebut sukses berevolusi melampaui standar kurikulum vokasi biasa.

Kepala SMK Harapan Mulya, Rikha Imaniarti mencatat, bengkel tersebut kini stabil menyerap hingga 200 unit sepeda motor per bulan.

Dengan tingginya volume pelanggan, skala operasional bengkel yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Brangsong, Kendal itu tidak lagi menyerupai simulasi hitung-hitungan belaka. Para siswa betul-betul mengeksekusi strategi pemasaran layaknya profesional di dunia kerja, mulai dari layanan servis kunjungan hingga menawarkan opsi paylater.

Dampak dari strategi tersebut terukur dengan jelas. Dalam empat tahun terakhir, Karya Speed telah mencetak akumulasi omzet hingga Rp601,5 juta. Angka itu menciptakan ekosistem mandiri, di mana perputaran uang dikelola kembali oleh sekolah untuk pengembangan fasilitas sekaligus apresiasi atas kerja keras para siswa.

Lebih jauh, pencapaian finansial tersebut membuktikan bahwa pendekatan Creating Shared Value (CSV) PT Pertamina Lubricants—yang mengintegrasikan tantangan sosial dengan penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan—memberikan manfaat lebih dari sekadar mencetak mekanik siap pakai. Program itu secara langsung ikut menguji dan membentuk mental wirausaha yang tangguh.

Kehadiran pelanggan demi pelanggan memberikan nyawa pada setiap putaran kunci pas. Kondisi itu menegaskan bahwa pendidikan vokasi yang tepat guna mampu memutus rantai pengangguran. Pada akhirnya, dari bawah deru mesin milik orang lain, para siswa itu tengah tekun merakit fondasi masa depan mereka sendiri.

Seorang siswa SMK Harapan Mulya mengerjakan bagian bawah sepeda motor di Teaching Factory Karya Speed, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026)
Seorang siswa SMK Harapan Mulya mengerjakan bagian bawah sepeda motor di teaching factory Karya Speed, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Bengkel sekolah ini difungsikan sebagai ruang praktik nyata yang melayani perbaikan sepeda motor masyarakat umum. (IDN Times/Dhana Kencana)
Teaching Factory Karya Speed yang berada di lingkungan SMK Harapan Mulya, Kendal, Rabu (16/9/2026). Bengkel ini menjadi bagian dari program
Suasana teaching factory Karya Speed yang berada di lingkungan SMK Harapan Mulya, Kendal, Rabu (16/9/2026). Menjadi bagian dari program Enduro Home Service Pertamina Lubricants, bengkel ini melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan perbengkelan profesional. (IDN Times/Dhana Kencana)
Seorang siswa melayani pelanggan di meja pelayanan Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Selain pekerjaan teknis di area servis, kegiatan bengkel j
Seorang siswa melayani pelanggan di meja penerimaan (front desk) Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Selain mematangkan keahlian teknis, ekosistem bengkel juga melatih kecakapan siswa dalam berkomunikasi dan bernegosiasi dengan konsumen. (IDN Times/Dhana Kencana)
Dua siswa memindahkan sepeda motor di area Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Aktivitas di bengkel menempatkan siswa dalam alur kerja yang tidak
Dua orang siswa memindahkan sepeda motor di area kerja Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Alur kerja di bengkel menuntut siswa untuk tangkas dalam manajemen ruang dan penanganan alur masuk-keluar kendaraan pelanggan. (IDN Times/Dhana Kencana)
Sejumlah siswa mengerjakan perbaikan sebuah sepeda motor di Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Kegiatan bengkel memberi ruang bagi siswa untuk m
Sejumlah siswa bekerja sama melakukan perbaikan pada sebuah sepeda motor di Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Model pembelajaran berbasis proyek ini melatih kemampuan kerja dalam tim (teamwork) sekaligus mengaplikasikan teori dari ruang kelas. (IDN Times/Dhana Kencana)
Seorang siswa menangani bagian mesin sepeda motor yang terbuka di Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Dalam program EHS, siswa SMK memperoleh pel
Seorang siswa membongkar area blok mesin sepeda motor di Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Melalui inkubasi program EHS, siswa SMK tidak hanya dibekali keterampilan mekanis, tetapi juga literasi bisnis dan wirausaha. (IDN Times/Dhana Kencana)
Pelumas dituangkan saat servis sepeda motor di Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Bengkel tersebut dikembangkan melalui program Enduro Home Serv
Seorang siswa menuangkan pelumas baru saat melakukan servis rutin kendaraan di Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Program Enduro Home Service ini telah berjalan konsisten di SMK Harapan Mulya sejak November 2022. (IDN Times/Dhana Kencana)
Para siswa menangani sepeda motor salah pelanggan di area servis Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Kepala SMK Harapan Mulya Rikha Imaniarti men
Para siswa fokus menangani sepeda motor salah satu pelanggan di area servis Karya Speed, Rabu (16/9/2026). Menurut Kepala SMK Harapan Mulya Rikha Imaniarti, kapasitas pelayanan bengkel ini stabil di angka 200 sepeda motor setiap bulannya. (IDN Times/Dhana Kencana)
Seorang supervisor teknisi berbicara dengan pelanggan di area Karya Speed mengenai masa servis, Rabu (16/9/2026). Interaksi dengan konsumen
Seorang supervisor teknisi memberikan penjelasan kepada pelanggan terkait perawatan rutin kendaraannya, Rabu (16/9/2026). Interaksi langsung semacam ini menumbuhkan kepercayaan publik terhadap kualitas kerja para siswa vokasi. (IDN Times/Dhana Kencana)
Infografik: Mencetak Wirausahawan Otomotif Muda dari Sekolah. (IDN Times/Dhana Kencana)
Infografik: Mencetak Wirausahawan Otomotif Muda dari Sekolah. (IDN Times/Dhana Kencana)

Belajar di Bawah Mesin Orang Lain

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More