BPEK Tegaskan Siap Kolaborasi Demi Gelorakan Ekonomi Kerakyatan

- Pelantikan BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta dijadikan momentum memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui perluasan akses, peluang, dan kemandirian ekonomi.
- Hilda Kusuma Dewi menekankan ekonomi kerakyatan membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, pendidikan, profesional, dan masyarakat; BPEK diharapkan menjadi penghubung potensi dengan sumber daya.
- BPEK berencana menjalankan program konkret berupa peningkatan kapasitas, jejaring bisnis, akses pasar, kemitraan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi agar usaha masyarakat berkembang berkelanjutan.
Pelantikan Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) menjadi momentum untuk memperkuat semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Ibu Kota Jakarta. Pelantikan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi menjadi awal dari kerja nyata dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang memperluas akses dan kemandirian.
Wakil Ketua PDIP DKI Jakarta Bidang Perekonomian, Hilda Kusuma Dewi, mengatakan keberadaan BPEK memiliki arti penting dalam mendorong ekonomi yang tumbuh dari dan untuk masyarakat.
“Pelantikan BPEK bukan hanya tentang terbentuknya sebuah struktur organisasi, tetapi tentang dimulainya sebuah semangat untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi kerakyatan. Kita ingin masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang, memiliki akses, dan mampu membangun kemandirian ekonominya,” ujar Hilda dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (8/10/2026).
Ia menekankan bahwa tantangan ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan. Diperlukan kerja antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dunia pendidikan, profesional hingga berbagai kelompok masyarakat.
“Ekonomi kerakyatan harus kita bangun dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. BPEK harus bisa menjadi jembatan antara potensi yang dimiliki masyarakat dengan berbagai peluang dan sumber daya yang ada,” kata Hilda.
Hilda berharap jajaran BPEK yang telah dilantik dapat menjalankan amanah tersebut dengan menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Harapannya sederhana, jangan sampai BPEK hanya berhenti pada kegiatan. Kita ingin ada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ada usaha yang berkembang, ada jejaring yang terbentuk, ada peluang baru yang terbuka, dan pada akhirnya ekonomi masyarakat Jakarta semakin kuat,” tambahnya.
Menurut Kepala BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Richard Hasudungan Siahaan pihaknya akan mendorong berbagai kegiatan yang dapat mempertemukan masyarakat dengan akses pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas, jejaring bisnis, akses pasar hingga kemitraan.
“Setelah pelantikan ini, tugas kami adalah bekerja. BPEK harus mampu menerjemahkan semangat ekonomi kerakyatan menjadi program yang konkret, membangun jejaring dan membuka akses yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Richard.
Sekretaris BPEK DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Raafi Adhi Rahman menambahkan bahwa pelantikan juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun jaringan eksternal BPEK.
Menurut Raafi, BPEK perlu hadir sebagai organisasi yang terbuka terhadap kolaborasi dan mampu mempertemukan berbagai potensi ekonomi yang ada di Jakarta.
“Pelantikan awal dari proses kerja yang lebih panjang. Kami akan memperkuat organisasi sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak agar BPEK dapat menjadi ruang bertemunya gagasan, potensi dan peluang ekonomi masyarakat,” ujar Raafi.
Ia mengatakan, BPEK akan mendorong pola kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada kesinambungan program dan dampaknya bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem. Artinya, setelah masyarakat mendapatkan pelatihan atau pendampingan, harus ada ruang untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, membangun kemitraan dan memanfaatkan teknologi. Di situlah BPEK harus mengambil peran,” katanya.

























