Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ban Kurang Angin Ternyata Bikin Bensin Motor Matic Cepat Habis, Segera Cek!
Ilustrasi ban sepeda motor. (IDN Times/Ni Ketut Sudiani)
  • Ban motor matic kurang angin memperlebar tapak ban dan meningkatkan hambatan gulir, sehingga roda membutuhkan tenaga lebih besar untuk berputar.

  • Hambatan gulir yang meningkat membuat mesin dan CVT bekerja lebih berat; pengendara cenderung membuka gas lebih dalam, sementara akselerasi terasa tertahan.

  • Tekanan rekomendasi ialah 28–30 psi depan dan 31–33 psi belakang. Periksa minimal mingguan saat ban dingin, serta hindari beban berlebih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
minimal seminggu sekali atau sebelum bepergian jarak jauh

Tekanan angin ban disarankan diperiksa untuk menjaga konsumsi bensin tetap irit.

sebelum motor dipakai berjalan jauh

Tekanan angin sebaiknya diukur saat ban masih dingin agar hasilnya akurat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tekanan angin ban motor matic yang kurang dapat meningkatkan konsumsi BBM karena hambatan gulir bertambah dan roda memerlukan tenaga lebih besar untuk berputar.
  • Who?
    Pengendara motor matic perlu memeriksa tekanan ban, terutama sebelum perjalanan jauh atau saat motor terasa berat dan konsumsi bensin meningkat.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi pada ban motor matic yang digunakan di jalan, terutama ketika tekanan udaranya berada di bawah rekomendasi pabrikan.
  • When?
    Pemeriksaan tekanan ban disarankan minimal sekali seminggu atau sebelum perjalanan jauh, saat ban masih dingin sebelum motor digunakan.
  • Why?
    Ban kurang angin memperlebar tapak ban yang menyentuh aspal, meningkatkan gesekan, serta membuat mesin dan sistem CVT bekerja lebih berat.
  • How?
    Tekanan ban dijaga pada 28–30 psi untuk ban depan dan 31–33 psi untuk ban belakang, disesuaikan dengan beban serta rekomendasi pabrikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ban motor matic yang kurang angin bisa bikin bensin cepat habis. Ban jadi lebih lebar menyentuh jalan, jadi motor terasa berat. Mesin dan bagian CVT harus bekerja lebih keras. Kita perlu cek angin ban tiap minggu. Ban depan sebaiknya 28 sampai 30 psi, dan ban belakang 31 sampai 33 psi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perhatian pada tekanan ban memberi pengendara cara sederhana untuk menjaga efisiensi motor matic tanpa langsung mencurigai gangguan pada mesin atau CVT. Dengan pemeriksaan rutin dan tekanan sesuai rekomendasi, hambatan gulir dapat ditekan sehingga tenaga mesin tersalurkan lebih baik, perjalanan terasa lebih nyaman, dan penggunaan bensin lebih terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Konsumsi bahan bakar motor matic yang mendadak boros sering kali membuat pengendara berpikiran bahwa ada masalah pada sistem pembakaran, setelan gas, atau komponen CVT. Padahal, ada satu faktor sepele yang paling sering diabaikan, yaitu tekanan angin pada ban.

Ban motor yang kurang angin (under-inflated) terbukti secara teknis menjadi salah satu penyebab utama konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melonjak tajam tanpa disadari.

Berikut alasan mengapa ban kurang angin bisa membuat bensin motor matic cepat habis dan hal yang wajib kamu periksa sebelum berkendara:

Alasan Ban Kurang Angin Bikin Motor Boros Bensin

1. Hambatan Gulir (Rolling Resistance) Meningkat

ilustrasi memeriksa kondisi ban sepeda motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Saat tekanan udara di dalam ban kurang, tapak ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan akan melebar. Kondisi ini meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance). Akibatnya, roda membutuhkan tenaga ekstra hanya untuk berputar dibanding saat tekanan angin dalam kondisi pas.

2. Beban Kerja Mesin dan CVT Makin Berat

CVT Vespa Sprint S 180 (IDN Times/Fadhliansyah)

Karena hambatan gulir meningkat, mesin motor matic dan sistem transmisi CVT harus bekerja lebih keras untuk melajukan kendaraan. Pengendara secara tidak sadar akan membuka tuas gas lebih dalam untuk mencapai kecepatan yang diinginkan, yang berujung pada penyedotan bensin secara berlebihan.

3. Laju Motor Terasa Berat dan Tertahan

ilustrasi motor matic (pexels.com/Tiwi Riders)

Ban yang kempis membuat akselerasi motor terasa berat. Daya dorong dari pembakaran bensin tidak tersalurkan secara efisien menjadi kecepatan, melainkan terbuang sia-sia untuk mengatasi gesekan antara ban dan aspal.

Tekanan Angin Ideal Ban Motor Matic

Agar konsumsi bensin tetap efisien dan pengalaman berkendara tetap nyaman, pastikan tekanan angin ban selalu berada pada angka rekomendasi pabrikan:

Ban Depan: 28 – 30 psi (Pounds per Square Inch)

Ban Belakang: 31 – 33 psi (sesuaikan ke angka 33 psi jika sering berboncengan atau membawa barang)

4. Tips Menjaga Tekanan Ban Agar Bensin Tetap Irit

ilustrasi ban motor (pexels.com/Srattha Nualsate)

Lakukan pemeriksaan tekanan angin ban minimal seminggu sekali atau sebelum bepergian jarak jauh.

  • Ukur tekanan angin saat kondisi ban masih dingin (sebelum motor dipakai berjalan jauh) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

  • Isi angin dengan nitrogen, Udara nitrogen memiliki molekul yang lebih besar dibanding angin biasa, sehingga tidak mudah bocor halus dan lebih stabil terhadap perubahan suhu jalanan.

  • Hindari membawa beban berlebih, membawa beban melebihi kapasitas standar motor akan menekan ban secara berlebih dan memicu pemborosan bensin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article