Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pertamax Naik Hari Ini! Boleh Gak Sih Campur Pertalite biar Hemat? Cek Efeknya

Pertamax Naik Hari Ini! Boleh Gak Sih Campur Pertalite biar Hemat? Cek Efeknya
Nozzle BBM Pertamax dan Pertamax Turbo di SPBU Pertamina. (Dok: PT Pertamina Patra Niaga)
Intinya Sih
  • Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, sementara Pertalite tetap di Rp10.000 per liter, memicu pengendara mencari cara menghemat biaya bahan bakar.
  • Mencampur Pertalite dan Pertamax secara teknis aman karena keduanya berbasis gasoline, namun angka oktan campuran akan berada di antara RON 90 dan RON 92 tergantung komposisinya.
  • Campuran tidak langsung merusak mesin, tapi bisa menurunkan performa dan efisiensi pembakaran; untuk kendaraan berkompresi tinggi, penggunaan Pertamax murni tetap paling disarankan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kenaikan harga Pertamax kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) resmi naik menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertalite (RON 90) tetap bertahan di Rp10.000 per liter. Selisih harga yang cukup lebar membuat sebagian pengendara mulai mencari cara untuk menghemat biaya bahan bakar, salah satunya dengan mencampur Pertamax dan Pertalite.

Namun, apakah mencampur kedua jenis BBM tersebut aman untuk mesin kendaraan?

1. Bolehkah Pertamax Dicampur dengan Pertalite?

IMG_9648.jpeg
Nozzel Pertamax Green 95 berwarna ungu. (IDN Times/Larasati Rey)

Secara teknis, bensin dengan angka oktan berbeda dapat dicampur karena keduanya sama-sama berbasis gasoline. Saat dicampur, angka oktan akhir akan berada di antara RON 90 dan RON 92, tergantung komposisi campurannya.

Sebagai contoh:

50% Pertalite + 50% Pertamax ≈ RON 91

25% Pertalite + 75% Pertamax ≈ RON 91,5

75% Pertalite + 25% Pertamax ≈ RON 90,5

Prinsip ini sesuai dengan penelitian tentang karakteristik pencampuran bahan bakar yang menunjukkan bahwa kualitas oktan hasil campuran berada pada rentang nilai kedua bahan bakar penyusunnya.

2. Apa Itu Angka Oktan dan Mengapa Penting?

73e5b9e6-4bd0-4625-8437-cdd734aae082.jpeg
Melalui aplikasi MyPertamina, konsumen dapat menikmati potongan Rp500 per liter untuk pembelian Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, maupun Pertamax dengan total hemat hingga Rp20 ribu. (Dok. Pertamina)

Angka oktan atau Research Octane Number (RON) menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan gejala knocking atau detonasi dini di ruang bakar.

Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula kebutuhan oktan bahan bakarnya. Mesin modern dengan kompresi tinggi dirancang untuk bekerja optimal menggunakan BBM beroktan lebih tinggi. Penelitian mengenai karakteristik RON menunjukkan bahwa bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi memiliki ketahanan lebih baik terhadap pembakaran prematur yang dapat mengurangi performa mesin.

3. Efek Mencampur Pertalite dan Pertamax

Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)
Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)

Tidak Merusak Mesin Secara Langsung

Jika kendaraan direkomendasikan menggunakan RON 92 dan sesekali diisi campuran Pertalite-Pertamax, umumnya tidak akan langsung merusak mesin.

Sistem manajemen mesin modern masih mampu menyesuaikan proses pembakaran dalam batas tertentu.

Performa Bisa Sedikit Menurun

Karena angka oktan campuran lebih rendah dibanding Pertamax murni, tenaga mesin dan respons akselerasi berpotensi sedikit berkurang, terutama pada kendaraan berkompresi tinggi.

Konsumsi BBM Belum Tentu Lebih Irit

Banyak pengendara menganggap mencampur Pertalite dan Pertamax pasti lebih hemat. Faktanya, penghematan tidak selalu terjadi.

Jika oktan lebih rendah menyebabkan efisiensi pembakaran turun, konsumsi BBM justru bisa meningkat sehingga keuntungan dari harga yang lebih murah menjadi berkurang.

Risiko Knocking pada Mesin Kompresi Tinggi

Untuk motor atau mobil yang direkomendasikan memakai RON 92 ke atas, penggunaan campuran dengan dominasi Pertalite dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko knocking, terutama saat mesin bekerja berat atau suhu tinggi.

4. Kapan Campuran Pertalite-Pertamax Masih Masuk Akal?

Ilustrasi Perbedaan Warna Pertamax dan Pertalite (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Ilustrasi Perbedaan Warna Pertamax dan Pertalite (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Campuran masih relatif aman apabila:

Kendaraan memiliki rasio kompresi menengah.

Pertamax tetap menjadi komponen dominan.

Digunakan sesekali untuk menekan biaya operasional.

Sebaliknya, untuk kendaraan dengan rekomendasi minimal RON 92 atau lebih tinggi, penggunaan Pertamax murni tetap menjadi pilihan terbaik agar performa, efisiensi, dan umur mesin tetap optimal.

Mencampur Pertamax dan Pertalite sebenarnya boleh dilakukan dan tidak otomatis merusak mesin. Namun, pengendara perlu memahami bahwa angka oktan campuran akan turun sehingga performa dan efisiensi pembakaran bisa ikut berubah.

Jika tujuan utama adalah berhemat setelah harga Pertamax naik, campuran dengan porsi Pertamax yang lebih besar masih menjadi opsi yang relatif aman. Tetapi untuk kendaraan yang memang dirancang menggunakan RON 92 ke atas, penggunaan Pertamax murni tetap merupakan rekomendasi terbaik dari sisi teknis dan kesehatan mesin jangka panjang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More