Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alami Tekanan Fiskal, Ahmad Luthfi Klaim Jamin Kebutuhan Warga Jateng

Kota Semarang
Alami Tekanan Fiskal, Ahmad Luthfi Klaim Jamin Kebutuhan Warga Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjadi Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga Jawa Tengah menjadi prioritas di tengah tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik.
  • Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi 5,80 persen pada semester I-2026, investasi Rp59,94 triliun, serta penurunan kemiskinan menjadi 9,21 persen dan pengangguran 4,24 persen.
  • Pemprov Jateng memperluas layanan kesehatan, sekolah gratis bagi 5.004 anak kurang mampu, rumah layak huni, dan penguatan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku sadar akan dampak dari tekanan fiskal yang sedang dialami saat ini. Ia mengklaim adanya jaminan terhadap kebutuhan dasar masyarakat menjadi semakin penting di tengah tekanan fiskal dan situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian.

"Itu penting karena di saat kondisi geopolitik, kemudian tekanan fiskal, kita harus mampu berbuat untuk bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Luthfi yang didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno, usai menjadi Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan layanan dasar, terutama sektor kesehatan dan pendidikan, merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Capaian pembangunan ia klaim juga tampak dari sejumlah indikator ekonomi. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,45 persen.

Realisasi investasi juga mencapai Rp 59,94 triliun, terdiri atas PMA Rp 25,92 triliun, PMDN Rp 22,62 triliun, dan UMK Rp 11,40 triliun. Investasi tersebut turut menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.

Dampaknya tercermin pada indikator kesejahteraan. Angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 4,24 persen, dari 4,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Luthfi menegaskan, capaian tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai deretan angka statistik.

“Ini tidak berbicara masalah angka, tetapi paling penting adalah ke depan kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, persatuan seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah bahu-membahu sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Luthfi menekankan, pembangunan di Jawa Tengah harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, terutama untuk menjawab persoalan yang langsung dihadapi masyarakat.

Di sektor kesehatan, misalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Kedua program tersebut, menurut Luthfi, telah menunjukkan capaian tinggi secara nasional dan terus diperluas hingga menjangkau masyarakat di berbagai desa.

“Program itu terus dilakukan secara berkelanjutan dan sudah menyentuh ribuan desa,” katanya.

Komitmen serupa dilakukan di sektor pendidikan. Pemprov Jateng setiap tahun menyediakan kuota sekolah gratis bagi 5.004 anak dari keluarga miskin dan kurang mampu melalui program sekolah kemitraan.

Selain kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga mendorong penyediaan rumah layak huni serta penguatan ekonomi kerakyatan agar potensi ekonomi masyarakat di tingkat bawah dapat semakin produktif.

“Termasuk rumah layak huni, kemudian ekonomi kerakyatan yang sekarang menjadi prioritas utama dari kita dalam rangka mengefektifkan potensi masyarakat di wilayah,” jelasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More