Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Maknai Agustusan: Akhlaq Tidak Boleh Tertinggal dari AI

Kota Semarang
Maknai Agustusan: Akhlaq Tidak Boleh Tertinggal dari AI
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di UIN Walisongo diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat pengabdian, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai kemanusiaan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • UIN Walisongo Semarang memaknai kemerdekaan sebagai hasil perjuangan para pendahulu, bukan hadiah, serta mengajak masyarakat mengisinya melalui ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.
  • Kerukunan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga persatuan dan mendorong kemajuan Indonesia di tengah keberagaman, bersama semangat melayani dengan tulus dan bekerja sungguh-sungguh.
  • Menteri Agama Nazarudin Umar menekankan penguasaan AI harus tetap disertai kebijaksanaan, akhlak, dan kemanusiaan; peringatan juga diisi tasyakuran serta doa kebangsaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia dimaknai berbagai cara oleh masyarakat seluruh penjuru negeri. Tak terkecuali bagi kampus UIN Walisongo Semarang yang turut mengingatkan civitas akademika terkait pentingnya mengutamakan ketulusan akhlaq. 

Rektor UIN Walisongo, Prof Musahadi mengatakan, kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

“Kemerdekaan bukan hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu kita,” demikian salah satu pesan Menteri Agama dalam sambutan yang dibacakan. 

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian. 

Kerukunan disebut sebagai modal penting dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.

Pesan lainnya berkaitan dengan tantangan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani dengan tulus, merawat kerukunan, serta menguasai teknologi tanpa kehilangan etika.

“Bangsa besar tidak hanya dibangun oleh ekonomi dan teknologi. Bangsa besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan," paparnya. 

Dalam amanatnya, Menteri Agama Nazarudin Umar mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap diiringi dengan kebijaksanaan, akhlak, dan kemanusiaan.

“AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” kata Nazarudin. 

Usai upacara pengibaran bendera, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa kebangsaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar UIN Walisongo untuk mensyukuri 81 tahun kemerdekaan sekaligus mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kemajuan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More