Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wamenkes Sebut Temuan TBC di Jateng 83 Persen, Terbanyak Kota Tegal

Kota Semarang
3 min read
Wamenkes Sebut Temuan TBC di Jateng 83 Persen, Terbanyak Kota Tegal
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan Kadinkes Jateng Zulfachmi Wahab. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Temuan kasus TBC di Jawa Tengah mencapai 83 persen, dengan angka tertinggi di Kota Tegal serta temuan besar di Demak, Cilacap, Kota Semarang, dan Kendal.
  • Dalam lima tahun terakhir, kasus TBC nasional meningkat sekitar 10 persen per tahun; Jawa Tengah menempati peringkat ketiga terbanyak setelah Jawa Barat dan Banten.
  • Pengobatan TBC di Jawa Tengah sudah melampaui 80 persen, sementara RSUP Kariadi Semarang menangani lebih dari 7.000 pasien per tahun dan mencatat keberhasilan pengobatan TB-RO 83,39 persen pada 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan kasus Tuberculosis (TBC) di sejumlah wilayah Jawa Tengah telah ditemukan sebanyak 83 persen. 

Penemuan penularan TBC paling banyak ada di Kota Tegal, Kabupaten Demak dan Kota Semarang.

"Penemuan kasus Jateng 83 persen. Di Jateng paling banyak ditemukan di Kota Tegal. Kemudian temuan angka TBC yang banyak juga bermunculan di Demak, Cilacap, Kota Semarang dan Kendal," kata Benny, sapaan akrabnya di sela pengarahan kepada para tenaga medis di lantai enam Aula Penunjang, Gedung Utama RSUP dr Kariadi Semarang, Rabu (16/9/2026).

  1. 1. Jateng tempati wilayah ketiga terbanyak penderita TBC

    Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus berjalan di selasar RSUP dr Kariadi Semarang.
    Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus ditemani Dirut RSUP dr Kariadi Semarang dr Agus Akhmadi saat berjalan kaki melewati selasar menuju Aula Penunjang RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Lebih jauh lagi, pihaknya menyampaikan secara keseluruhan untuk kasus TBC dalam lima tahun terakhir selalu bertambah. Kenaikan kasusnya dari data Kemenkes sekitar 10 persen per tahun.

    Apabila dirinci, katanya jumlah penderita TBC paling banyak tersebar di tiga provinsi. Yakni peringkat pertama Pemprov Jawa Barat, kedua Pemprov Banten dan urutan ketiga  Pemprov Jawa Tengah.

  2. 2. Tindakan pengobatan TBC di Jateng di atas 80 persen

    Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus, Wamendagri Akhmad Wiyagus, dan Dirut RSUP dr Kariadi Agus Akhmadi di gedung penunjang.
    Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan dirut RSUP dr Kariadi Semarang Agus Akhmadi di lantai dasar gedung penunjang RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Berdasarkan data Kemenkes tiap tahun penderita TBC yang diobati kisaran 1,3 persen hingga 12,4 persen. 

    "Untuk tindakan pengobatan TB paling bagus dari wilayah NTB. Kalau bicara Jawa Tengah sendiri tindakan pengobatan untuk TBC sudah di atas 80 persen," tegasnya. 

    Ia menjelaskan untuk memberantas TBC dengan membereskan kontak erat dengan penderita di rumah. Namun ia mengingatkan peran aktif tenaga medis untuk mengatasi penularan TBC yang masif di Jateng karena belum lama ini ditemukan 73 persen penderita belum pernah dilakukan pemeriksaan. 

    Untuk itulah, pihaknya saat ini membutuhkan lebih banyak peran aktif lintas sektor. "Kami  dari Kemenkes akan membentuk kader-kader TBC untuk ditempatkan di lokasi pedesaan yang jumlahnya seribu lebih," terangnya. 

  3. 3. Ada 7.000 penderita TBC dirawat Di RS Kariadi Semarang per tahun

    Penampakan Paviliun Garuda RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
    Penampakan Paviliun Garuda RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Dirut RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agus Akhmadi mengatakan sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya melayani lebih dari 7.000 pasien TBC untuk berbagai layanan rawat inap, rawat jalan dan IGD setiap tahun. 

    RSUP Kariadi juga menjadi rumah sakit rujukan pengobatan TB resisten obat (TB-RO), dengan 511 pasien TB-RO dilaporkan telah sembuh setelah menjalani pengobatan. 

    Untuk percepatan diagnosis, hampir 9.000 pemeriksaan penunjang TBC dilayani setiap tahun, mulai dari pemeriksaan dasar, kultur, pemeriksaan biomolekuler/TCM hingga sequencing TBC sebagai bagian dari program riset BGSi.

    Data pelayanan tahun 2025 menunjukkan total keberhasilan pengobatan TB-RO sebesar 83,39 persen, dengan keberhasilan regimen jangka pendek mencapai 100 persen dan regimen jangka panjang 66,78 persen. 

    Laporan Pasien TBC dari sisi diagnostik, sepanjang September 2025–Agustus 2026 RSUP Dr. Kariadi mencatat ribuan pemeriksaan laboratorium TBC, termasuk 3.629 pemeriksaan BTA, 4.613 TCM TB, 21 kultur TB, 585 tNGS TB, dan 120 TCM XDR TB. 

    Laboratorium TB RSUP Dr. Kariadi terpilih bersama delapan rumah sakit lainnya di Indonesia untuk mengikuti program peningkatan sarana dan alat kesehatan layanan prioritas TBC, yang diarahkan untuk meningkatkan standar Laboratorium TB menjadi BSL-2+. 

    "Dukungan ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas diagnostik dan pelayanan TB, khususnya untuk kasus yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More