Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Terlihat Punya Vibes Old Money Saat Liburan di Solo Modal Rp150 Ribu
Taman Pracima, Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Tren 'Old Money' sedang populer di kalangan anak muda, menonjolkan gaya elegan dan klasik tanpa perlu barang bermerek mencolok.
  • Kota Solo menawarkan pengalaman liburan bergaya aristokrat dengan spot bersejarah seperti Pura Mangkunegaran dan Kampong Batik Laweyan yang murah meriah.
  • Dengan budget Rp150 ribu, wisatawan bisa menikmati kuliner Selat Solo, tradisi ngeteh ala bangsawan, hingga keliling kota naik Batik Solo Trans.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kini

Estetika 'Old Money' atau 'Quiet Luxury' sedang populer di kalangan anak muda di media sosial. Artikel memberikan panduan liburan bergaya Old Money di Solo dengan budget Rp150 ribu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Panduan liburan bergaya “Old Money” di Kota Surakarta dengan anggaran sekitar Rp150 ribu, mencakup rekomendasi busana, lokasi wisata bersejarah, kuliner khas, serta transportasi hemat.
  • Who?
    Kegiatan ini ditujukan bagi wisatawan atau anak muda yang ingin merasakan pengalaman liburan elegan dan klasik di Solo tanpa biaya besar.
  • Where?
    Berlokasi di berbagai destinasi wisata Kota Surakarta seperti Pura Mangkunegaran, Kampung Batik Laweyan, Pasar Triwindu, serta kawasan Ngarsopuro dan Keprabon.
  • When?
    Tren gaya “Old Money” sedang populer belakangan ini di media sosial; panduan ini relevan untuk kegiatan wisata saat ini di Solo.
  • Why?
    Konsep ini muncul karena meningkatnya minat terhadap estetika klasik dan elegan yang dianggap lebih berkelas dibandingkan gaya pamer merek mahal.
  • How?
    Dengan memadukan pakaian bernuansa netral dan batik klasik, mengunjungi tempat bersejarah murah, menikmati kuliner tradisional bergaya bangsawan, serta menggunakan transportasi umum Batik Solo Trans.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak anak muda suka gaya yang namanya Old Money, yang kelihatan rapi dan elegan. Di kota Solo, orang bisa liburan seperti bangsawan tapi murah. Bisa foto di tempat indah seperti Pura Mangkunegaran, jalan di Laweyan, makan Selat Solo, minum teh hangat, dan naik bus Batik Solo Trans. Semua cukup dengan uang seratus lima puluh ribu rupiah saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini menampilkan sisi positif dari bagaimana keindahan budaya dan warisan Solo dapat dinikmati secara elegan tanpa biaya besar. Dengan memadukan gaya klasik, kuliner bersejarah, dan destinasi penuh nilai estetika, pembaca diajak merasakan kemewahan yang bersumber dari kesederhanaan serta kekayaan tradisi lokal yang tetap terjangkau dan autentik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times — Belakangan ini, estetika 'Old Money' atau 'Quiet Luxury' sedang digandrungi anak muda di media sosial. Gaya visual yang mengedepankan kesan elegan, klasik, understated, dan kental dengan nuansa heritage ini dianggap jauh lebih classy dibanding sekadar pamer barang-barang berlogo besar.

Bicara soal tempat liburan berkonsep Old Money, Kota Surakarta alias Solo adalah rajanya! Sebagai salah satu pusat kebudayaan dan bekas ibu kota kerajaan Jawa, Solo menyimpan arsitektur kolonial, keraton megah, serta tradisi high tea ala aristokrat yang bisa kamu nikmati.

Menariknya lagi, kamu gak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk merasakan liburan ala 'anak bangsawan'. Yuk, simak 4 trik liburan estetis berpakaian dan beraktivitas ala Old Money di Solo hanya dengan modal Rp150 ribu, Lur!

1. Terapkan OOTD Minimalist Earth Tone dengan Sentuhan Batik Klasik

ilustrasi perempuan berhijab menggunakan pakaian warna earth tone (pexels.com/furkan-tas)

Gaya Old Money mengutamakan pakaian polos dengan potongan rapi (tailored/clean look) dan warna-warna netral seperti linen putih, krem, navy, atau cokelat susu.

Kamu tak perlu membeli baju mahal! Cukup padukan kemeja linen atau atasan polos berwarna netral milikmu dengan bawahan kain batik motif klasik (seperti Parang, Kawung, atau Sogan).

Tambahkan kacamata hitam berbingkai vintage dan jam tangan rantai/kulit simpel. Kesan anggun dan berkelas ala bangsawan Jawa langsung terpancar tanpa terlihat heboh.

2. Hunting Foto 'Royal Aesthetic' di Pura Mangkunegaran dan Kampong Batik Laweyan

Potret interior Pracimasana, Pura Mangkunegaran (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)

Untuk latar belakang foto yang mahal dan penuh sejarah, Solo punya banyak hidden spot berarsitektur megah dengan tiket masuk yang sangat terjangkau.

Pura Mangkunegaran: Tiket masuk istana megah ini hanya sekitar Rp30.000. Kamu bisa berfoto di area pelataran, pendopo berarsitektur perpaduan Jawa-Eropa, hingga taman keraton yang asri.

Gang Gang Estetik Laweyan: Bebas biaya alias GRATIS! Jelajahi tembok-tembok benteng bata kuno yang tinggi di Kampong Batik Laweyan. Lorong-lorong tua peninggalan para juragan batik era kolonial ini bakal bikin foto Instagram kamu makin terlihat seperti berada di vila keluarga kaya masa lalu.

3. Nikmati High Tea ala Aristokrat dan Kuliner 'Royal Fusion' Selat Solo

Warung Selat Solo Mbak Lies (google.com/maps/Rosa S)

Bangsawan Jawa punya tradisi ngeteh sore (minum teh hangat) yang terkesan sangat elegan. Kamu bisa merasakan pengalaman serupa tanpa perlu masuk ke hotel bintang lima.

Selat Solo: Makanan berkonsep European-Javanese fusion ini dulunya diciptakan khusus untuk menyesuaikan lidah para bangsawan dan kolonial Belanda. Sepiring Selat Solo lengkap dengan daging sapi lembut, racikan sayuran, dan kuah asam manis segar dibanderol sekitar Rp20.000 – Rp30.000 saja.

Ngeteh Poci / Tubruk Nasgithel: Kunjungi kedai teh atau kafe bernuansa heritage di kawasan Ngarsopuro atau Keprabon. Cukup bayar sekitar Rp15.000 – Rp20.000, kamu sudah bisa menikmati poci tanah liat berisi teh nasgithel (panas, legit, dan kental) lengkap dengan cangkir kaleng jadulnya.

4. Coba Window Shopping Barang Antik di Pasar Triwindu dan Keliling Naik BST

potret Pasar Triwindu (google.com/Pemerintah Kota Surakarta)

Menjelajahi tempat-tempat bersejarah di Solo terasa makin afdal jika kamu memanfaatkan transportasi publik yang nyaman dan super hemat.

Pasar Antik Triwindu: Masuk ke pasar ini GRATIS! Tempat ini dipenuhi koleksi barang antik seperti gramofon tua, lampu gantung kristal, lampu minyak kuno, hingga piringan hitam. Berjalan-jalan santai sambil window shopping di sini memberikan vibes kolektor seni kelas atas.

Batik Solo Trans (BST): Untuk keliling dari satu spot ke spot lainnya, manfaatkan armada bus Batik Solo Trans (BST) atau angkutan feeder dengan tarif pendaftaran/non-tunai yang sangat murah, yaitu sekitar Rp4.300 per perjalanan.

Simulasi Rincian Budget 'Old Money' di Solo (Total Rp150 Ribu):

Tiket Masuk Pura Mangkunegaran: Rp30.000

Makan Siang Selat Solo Mbak Lies / Warung Selat: Rp28.000

Sesi Ngeteh Poci & Camilan Jadul di Kafe Heritage: Rp25.000

Ongkos Batik Solo Trans (PP): Rp10.000

Oleh-oleh / Snack Es Gempol Pleret: Rp15.000

Dana Cadangan / Parkir: Rp42.000

TOTAL: Rp150.000 (Pas di kantong!)

Editorial Team

Related Article