Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dana Pilkades di 5 Kabupaten Jateng Capai Miliaran, Per Desa Rp25 Juta
Warga menunjukkan surat suara saat akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Desa Meunasah Kota, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, Minggu (18/12/2022). ANTARA FOTO/Rahmad/foc
  • Sebanyak 12 kabupaten di Jawa Tengah menggelar Pilkades bertahap di 1.231 desa mulai Oktober 2026 hingga tahun depan.

  • Lima kabupaten mengalokasikan dana Pilkades miliaran rupiah; Grobogan tertinggi Rp7 miliar atau Rp25 juta per desa, disusul Semarang Rp6,1 miliar.

  • Pilkades dimulai di 49 desa Kabupaten Magelang, dengan lima calon tunggal menang hingga 100 persen; calon dari ASN, TNI, Polri, dan perangkat desa wajib memenuhi ketentuan khusus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
mulai Oktober 2026 hingga tahun depan

Sebanyak 12 kabupaten di Jawa Tengah dijadwalkan menggelar Pilkades bertahap di 1.231 desa.

26 Oktober 2026 kemarin

Pilkades bertahap dimulai di Kabupaten Magelang pada 49 desa. Lima calon tunggal kepala desa dinyatakan menang.

Rabu (28/10/2026)

Dispermadescapil Jawa Tengah menyatakan lima kabupaten telah mengalokasikan dana Pilkades hingga miliaran rupiah melalui APBD dan APBDes.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima kabupaten di Jawa Tengah mengalokasikan dana penyelenggaraan Pilkades hingga miliaran rupiah, dengan besaran anggaran per desa berbeda-beda.
  • Who?
    Pemerintah Kabupaten Grobogan, Semarang, Cilacap, Pekalongan, dan Wonogiri mengalokasikan dana; Dispermadescapil Jawa Tengah dipimpin Nadi Santoso menyampaikan rinciannya.
  • Where?
    Pilkades berlangsung bertahap di 1.231 desa pada 12 kabupaten di Jawa Tengah. Pelaksanaan awal berlangsung di 49 desa di Kabupaten Magelang.
  • When?
    Tahapan Pilkades dimulai Oktober 2026 hingga tahun berikutnya. Pilkades di Kabupaten Magelang telah dimulai pada 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Anggaran disediakan untuk penyelenggaraan Pilkades melalui APBD kabupaten dan APBDes, dengan jumlah disesuaikan menurut banyaknya desa di setiap kabupaten.
  • How?
    Pilkades digelar bertahap. Grobogan mengalokasikan Rp7 miliar atau Rp25 juta per desa; Semarang Rp6,1 miliar; Cilacap Rp2,3 miliar; Pekalongan Rp1,90 miliar; Wonogiri Rp1 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua belas kabupaten di Jawa Tengah akan memilih kepala desa mulai Oktober 2026 sampai tahun depan. Lima kabupaten sudah menyiapkan uang banyak untuk pemilihan ini. Grobogan memberi Rp25 juta untuk tiap desa. Di Magelang, pemilihan sudah mulai di 49 desa. Lima calon yang tidak punya lawan menang besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Alokasi dana Pilkades oleh sejumlah kabupaten menunjukkan adanya dukungan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan desa, baik melalui APBD maupun APBDes. Bersamaan dengan pelaksanaan bertahap, penegasan hak warga untuk mencalonkan diri dan kewajiban mematuhi aturan bagi aparatur mencerminkan upaya menjaga proses demokrasi desa tetap tertib, aman, dan kondusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sebanyak 12 kabupaten wilayah Jawa Tengah mulai menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) secara bertahap di lokasi 1.231 desa mulai Oktober 2026 hingga tahun depan. 

Dari belasan daerah tersebut, lima kabupaten di antaranya diketahui telah mengalokasikan dana Pilkades hingga miliaran rupiah.

"Masing-masing desa memperoleh alokasi anggaran penyelenggaraan Pilkades dari APBD setiap kabupaten dan juga APBDes. Makanya alokasi anggarannya disesuaikan dengan jumlah desanya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso kepada IDN Times di ruang kerjanya, kantor Dispermadescapil Jateng Jalan Menteri Supeno Semarang, Rabu (28/10/2026).

Apabila dilihat dari rincian pagu anggarannya, kabupaten yang mengalokasikan dana Pilkades terbanyak ialah Grobogan senilai Rp7 miliar. Dengan alokasi dana Rp7 miliar, masing-masing desa di Grobogan mendapat jatah dana Pilkades sebanyak Rp25 juta.

Kemudian Kabupaten Semarang juga mengalokasikan dana Pilkades mencapai Rp6,1 miliar dengan pagu anggaran per desa sebanyak Rp43 juta.

Kabupaten Cilacap mengalokasikan dana Pilkades Rp2,3 miliar dengan jatah anggaran per desa Rp30-69 juta. Kabupaten Pekalongan mengalokasikan dana Pilkades Rp1,90 miliar dengan jatah pagu anggaran per desa Rp32 juta. Kabupaten Wonogiri mengalokasikan dana Pilkades Rp1 miliar dengan jatah pagu anggaran per desa Rp20 juta.

Pelaksanaan Pilkades secara bertahap sudah dimulai di Kabupaten Magelang 26 Oktober 2026 kemarin dengan lokasi 49 desa.

Ia menuturkan terdapat lima calon tunggal kepala desa (kades) di Magelang yang dinyatakan menang dengan perolehan suara nyaris sempurna.

"Calon tunggal Desa Ngablak menang 86 persen, Desa Banyusidi Kecamatan Pakis juga menang 99 persen dan suara kotak kosongnya 0,1 persen. Calon tunggal Desa Butuh Sawanga juga menang 92,80 persen, calon tunggal Desa Girikulon malah menang 100 persen, calon tunggal Desa Temanggal Tempuran juga menang 95 persen. Sepertinya mereka ini para incumbent," tutur Nadi.

Lebih jelas lagi, pihaknya mengklaim setiap warga negara Indonesia (WNI) memiliki hak yang sama untuk nyalon kades. Bagi para ASN, TNI dan Polri yang nyalon kades, ia menegaskan mustinya mengajukan surat cuti hingga pelaksanaan Pilkades rampung.

Sedangkan bagi perangkat desa yang nyalon kades, katanya wajib mengundurkan diri atau cuti. 

Pihaknya pun tak mempersoalkan sikap Ketua KPU Kabupaten Semarang yang memutuskan maju Pilkades. Ia bilang aturan baku dalam Pilkades harus ditaati agar situasi di masing-masing desa berjalan aman dan kondusif. "Selama aturannya memperbolehkan, ya tidak apa-apa," kata Nadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article