Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Miskin Ekstrem! Desa Kepyar Wonogiri Jadi Dampingan Pemprov Jateng

Kab. Wonogiri
Miskin Ekstrem! Desa Kepyar Wonogiri Jadi Dampingan Pemprov Jateng
Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Desa Kepyar, Purwantoro, Wonogiri, mendapat pendampingan Pemprov Jateng karena berstatus miskin ekstrem sejak 2012 dengan banyak warga bergantung pada bantuan sosial.
  • Kepala Desa Mei Rina Tri Purnawati menilai bansos tanpa pemberdayaan dan kemandirian membuat warga sulit mengembangkan usaha serta terjebak kemiskinan berkelanjutan.
  • Melalui program satu OPD satu desa, BPSDMD Jateng mendampingi Desa Kepyar lewat pengembangan UMKM dan SDM untuk mengoptimalkan potensi desa serta mengurangi kemiskinan ekstrem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Wonogiri, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan memberikan pendampingan bagi Desa Kepyar di Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri lantaran menjadi wilayah kategori kemiskinan ekstrem

Menurut Kepala Desa Kepyar Mei Rina Tri Purnawati, wilayahnya termasuk miskin ekstrem karena banyak warganya kerap meminta bantuan kepada pemdes maupun Pemkab. 

"Warga desa kami masih mengharapkan bansos, membuat mereka malas membuat atau mengembangkan usaha," ujar Mei saat pembukaan pameran dan Bazar UMKM di pelataran Gubernuran Semarang, Kamis (20/8/2026). 

Ia menjelaskan warga desanya memang sering menjadi penerima manfaat bansos. Akan tetapi di sisi lain tidak diikuti kegiatan pemberdayaan dan kemandirian. 

Dengan kondisi ini ia bilang justru tidak menimbulkan dampak apapun. Imbasnya membuat warga Desa Kepyar terjebak kemiskinan secara berkelanjutan. 

Status miskin ekstrem di area Desa Kepyar, katanya semenjak 2012 silam. Selama puluhan tahun lamanya ia jumlah penerima bantuan paling banyak di desanya. 

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan dirinya punya program inisiatif yang diarahkan kepada OPD untuk memberikan pendampingan bagi satu desa miskin ekstrem. Ini jadi ide Pemprov Jateng demi mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mendorong kemandirian desa. 

BPSDMD mendapat tugas aktif mendampingi Desa Kepyar salah satu upayanya yakni mengenalkan dalam pameran UKM kali ini," jelasnya. 

Luthfi juga bilang program satu OPD satu desa bentuk kerjasama yang telah diberikan pemerintah dan perguruan tinggi. Diharapkan turut membantu mengembangkan potensi desa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. 

Adapun pemberantasan kemiskinan dimulai dari tingkat desa. Sehingga pihaknya berharap dengan adanya trobosan ini dapat mereduksi desa-desa termiskin di wilayah-Jateng agar desa bisa lebih berdaya dan naik kelas. 

Kepala BPSDMD Jateng Uswatun Hasanah menambahkan pihaknya mempunyai intervensi kemiskinan tak cuma logistik namun bagaimana mengembangkan SDM agar di suatu desa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem dapat naik kelas di tingkat nasional. 

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More