Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Efek MTQ Nasional Dongkrak Okupansi Hotel Semarang, Kebanjiran Tamu

Kota Semarang
Efek MTQ Nasional Dongkrak Okupansi Hotel Semarang, Kebanjiran Tamu
Tamu sedang melakukan proses check in di Aruss Hotel Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang pada 11–20 September mendorong kenaikan hunian hotel, dengan beberapa properti mencapai okupansi 100 persen selama periode kedatangan kontingen.
  • Rez Hotel mencatat komposisi tamu seimbang antara kontingen MTQ dan umum; rombongan Kalimantan Tengah memesan 40 kamar, sementara okupansi September berada di kisaran 88–90 persen.
  • Hotel Ciputra memperoleh kontribusi hampir 60 persen dari tamu terkait MTQ, sedangkan Hotel Aruss mencapai okupansi 90 persen dan penuh pada 10 September; restoran, meeting room, serta ballroom turut digunakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 mulai terasa efeknya di bisnis perhotelan di Kota Semarang. Sejumlah hotel mencatat kenaikan tingkat hunian atau okupansi hingga mencapai 100 persen selama bulan September.

  1. 1. Kontingen MTQ pesan 40 kamar

    hotel, rez hotel
    Tamu sedang melakukan proses check in di Rez Hotel Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Dampak paling terasa terjadi saat ribuan peserta, official, pendamping, dan pihak yang terlibat dalam MTQ Nasional mulai berdatangan ke Ibu Kota Jawa Tengah.

    Seperti di Rez Hotel Semarang, selama periode pelaksanaan MTQ pada 11-20 September 2026, komposisi tamu hotel saat ini terbagi cukup seimbang antara rombongan MTQ dan tamu umum.

    General Manager Rez Hotel Semarang, Harum Hendra Winata mengatakan, sekitar 50 persen tamu hotel berasal dari kontingen MTQ, sementara 50 persen lainnya merupakan tamu umum.

    “Komposisi tamu saat ini seimbang, 50 persen dari kontingen MTQ dan 50 persen dari segmen umum,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (10/9/2026).

    Salah satu kontingen yang menginap di Rez Hotel berasal Kalimantan Tengah. Rombongan tersebut telah memesan 40 kamar dan dijadwalkan tiba di Semarang pada Jumat (11/9/2026).

  2. 2. Fasilitas ballroom hotel ikut digunakan tamu MTQ

    hotel, aruss hotel
    Suasana lobi Aruss Hotel Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Efek MTQ juga tidak berhenti pada okupansi kamar. Sejumlah fasilitas hotel ikut digunakan untuk menunjang aktivitas para kontingen. Ruang pertemuan, dimanfaatkan peserta MTQ untuk kegiatan seperti salat dhuha berjamaah dan coffee break sembari menunggu jadwal perlombaan.

    Sementara, kamar lainnya tetap dialokasikan untuk tamu korporat dari luar kota yang datang untuk urusan bisnis maupun wisata.

    “Memang kami bagi, jadi separuh untuk peserta MTQ, dan separuh untuk tamu-tamu umum yang memang ada bisnis ke Semarang atau sekadar liburan,” ujar Harum.

    Secara keseluruhan, okupansi Rez Hotel Semarang sepanjang September berada di kisaran 88–90 persen, dengan tren bulanan yang konsisten di atas 80 persen.

  3. 3. Okupansi hotel di bulan September alami kenaikan

    hotel, aruss hotel
    Suasana lobi Aruss Hotel Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Efek serupa dirasakan Hotel Ciputra Semarang. General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti mengatakan, okupansi pada September mengalami kenaikan, terutama ketika memasuki periode pelaksanaan MTQ Nasional.

    Menurutnya, tamu yang berkaitan dengan MTQ memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat hunian hotel, yakni hampir 60 persen selama periode event.

    “Tamu yang berkaitan dengan MTQ memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap okupansi selama periode pelaksanaan event hampir 60 persen,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

    Tamu tersebut terdiri dari peserta, official, pendamping, maupun pihak lain yang terlibat dalam rangkaian MTQ. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan lama tinggal yang menyesuaikan kebutuhan dan jadwal masing-masing kontingen.

    Tak hanya kamar, fasilitas restoran dan meeting room Hotel Ciputra juga digunakan oleh tamu yang berkaitan dengan MTQ untuk kebutuhan makan maupun pertemuan. Untuk harga kamar, hotel menerapkan tarif berdasarkan kondisi permintaan, ketersediaan, periode, dan tipe kamar.

  4. 4. Geliat permintaan kamar semakin terasa saat ada MTQ

    hotel, rez hotel
    Tamu sedang melakukan proses check in di Rez Hotel Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

    Lonjakan hunian juga terlihat di Hotel Aruss Semarang. Public Relations Hotel Aruss Semarang, Lala Nikmah mengatakan, tingkat okupansi pada periode MTQ berada di sekitar 90 persen. Bahkan, pada Kamis (10/9/2026), tingkat keterisian kamar hotel mencapai 100 persen.

    “Rame dari dua hari lalu. Selain ramai dari tamu reguler, efek tamu MTQ juga terasa,’’ ujarnya saat ditemui, Jumat (11/9/2026).

    Tingginya permintaan bahkan membuat hotel tidak lagi memiliki kamar ketika ada calon tamu yang mencari lima kamar sekaligus pada malam sebelumnya.

    “Semalam ada yang cari lima kamar, sudah enggak ada lagi,” ujarnya.

    Sebelum pelaksanaan MTQ, okupansi bulanan Aruss Hotel berada di kisaran 85 persen. Namun, masuknya event nasional membuat geliat permintaan kamar semakin terasa.

    Untuk diketahui, tamu MTQ yang menginap di Aruss Hotel antara lain berasal dari Riau, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Barat. Sebagian rombongan dijadwalkan tinggal pada rentang 10–14 September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More