Ketua panitia HUT Gema Desa di Solo, Waryoto. (IDN Times/Larasati Rey)
Lebih lanjut, Waryoto mengatakan Gema Desa Indonesia, yang awalnya merupakan gerakan ekonomi masyarakat desa, kini berkembang menjadi sebuah organisasi yang mencakup berbagai aspek sosial, budaya, dan ekonomi.
“Anggotanya terdiri dari mantan kepala desa beserta keluarga mereka, serta masyarakat umum yang ingin bergabung, termasuk generasi muda. Organisasi ini mengutamakan semangat kebersamaan dan tidak terikat pada partai politik manapun. Rencananya akan hadir 18 ribu anggota Gema Desa dari 22 provinsi di Indonesia,” tandasnya.
Setelah 17 tahun, lanjut Waryoto, akhirnya Gema Desa dapat menyelenggarakan acara akbar seperti ini.
“Ini berkat kesadaran masyarakat dan anggota yang terus berkembang. Diharapkan, acara ini dapat menjadi simbol kehidupan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan mempererat hubungan antar daerah di Indonesia,” pungkasnya.