Semarang, IDN Times - Sebanyak 1.289 barang milik penumpang kereta api kedapatan ketinggalan di area stasiun wilayah Daop 4 Semarang. Barang yang ketinggalan mulai dari telepon genggam, jaket, dompet, jam tangan hingga tumbler.
1.289 Barang Penumpang KA Ketinggalan di Stasiun Semarang, Terbanyak Tumbler

Temuan barang-barang tersebut didapatkan petugas dalam rentang waktu Januari-Juni 2026.
"Secara keseluruhan, nilai estimasi dari 1.289 barang tertinggal tersebut mencapai sekitar Rp820.336.000," ungkap Luqman Arif, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Senin (13/7/2026).
Dari ribuan barang itu, pihaknya menuturkan ada 183 tumbler yang ketinggalan di stasiun. Tumbler, katanya paling sering tertinggal karena banyak penumpang kereta api yang memiliki botol minum sendiri sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ia berkata penggunaan tumbler merupakan kebiasaan positif yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Namun, penumpang juga diimbau agar lebih memperhatikan barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.
Selain tumbler, barang-barang lain yang cukup sering ditemukan petugas antara lain tas ada 160 buah, handphone ada 80 unit, aksesoris sebanyak 74 buah, serta makanan sebanyak 25 paket.
Sementara itu, barang lainnya yang juga kerap tertinggal meliputi jaket, topi, bantal, dompet, charger, dokumen, jam tangan, hingga berbagai barang pribadi lainnya.
"Barang yang paling banyak tertinggal selama semester pertama tahun ini adalah tumbler. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya orang yang membawa botol minum pribadi sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Meski demikian, kami mengimbau penumpang lebih teliti meluangkan waktu sejenak untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal," akunya.
Ia menjelaskan, setiap barang yang ditemukan oleh petugas akan langsung diamankan lewat layanan Lost and Found KAI.
Seluruh barang didata secara detail, disimpan dengan baik, dan akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah dilakukan proses verifikasi kepemilikan.
"Kami memiliki prosedur penanganan barang temuan yang dilakukan secara profesional dan terdokumentasi. Begitu ada laporan kehilangan maupun barang ditemukan oleh petugas, informasi tersebut langsung dicatat dalam sistem sehingga memudahkan proses pencarian dan pengembalian kepada pemiliknya," tambahnya.
Ia menyarankan penumpang yang merasa kehilangan barang agar segera melapor kepada petugas stasiun, Polssuka, kondektur maupun petugas Customer Service agar proses penelusuran dan pengembalian barang dapat segera dilakukan.
"Meskipun barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan, KAI tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan membantu mengamankan serta mengembalikan barang-barang yang tertinggal kepada pemiliknya. Kami juga mengimbau penumpang untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum meninggalkan stasiun maupun kereta api," kata Luqman.






















