Dari Pelepah Pisang hingga Bioleather, Bisnis Gen Z Bisa Raup Ratusan

- Sebanyak 1.173 siswa dari 45 SMA dan SMK membangun 45 bisnis kreatif melalui Student Company, mencatatkan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta.
- Peserta mengelola usaha dari riset pasar hingga pemasaran, dengan inovasi seperti bioleather pelepah pisang, serat nanas, tempurung kelapa, dan plastik daur ulang.
- Sembilan bisnis terbaik berkompetisi di PJI COY 2026; dua pemenang akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 di Bali.
Semarang, IDN Times – Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari berbagai daerah di Indonesia berhasil membangun 45 bisnis kreatif. Dari bisnis itu mereka mencatatkan pendapatan kolektif lebih dari Rp483 juta melalui program kewirausahaan Student Company.
Program yang dijalankan Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Zurich Indonesia dan Starbucks Indonesia itu memberikan pengalaman kepada pelajar untuk merintis usaha sejak di bangku sekolah, mulai dari riset pasar, mengembangkan produk, mengelola keuangan, hingga memasarkan hasil karya kepada konsumen.
Adapun, puncak program digelar dalam Prestasi Junior Indonesia Company of the Year (PJI COY) 2026 di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
1. Pelajar membangun bisnis sejak dari nol

Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya belajar teori kewirausahaan, tetapi juga mendirikan perusahaan siswa (student company) yang dikelola secara mandiri.
Sebanyak 45 perusahaan atau bisnis kreatif siswa dibentuk oleh peserta dari 45 SMA dan SMK di berbagai wilayah Indonesia.
Selama program berlangsung, mereka belajar mengenali kebutuhan pasar, menciptakan produk, membangun merek, menyusun strategi pemasaran, hingga mengelola keuangan perusahaan.
Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto mengatakan, Student Company dirancang agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun bisnis.
“Student Company tidak kami rancang sebagai simulasi bisnis, melainkan sebagai ruang belajar yang mempertemukan pendidikan, dunia usaha, dan mentor profesional agar pelajar memperoleh pengalaman nyata membangun usaha sekaligus mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan pola pikir kewirausahaan,” ujarnya.
2. Pelepah pisang hingga serat nanas disulap jadi produk bernilai jual

Berbagai perusahaan siswa yang lolos ke babak final menghadirkan inovasi berbasis ekonomi kreatif dan keberlanjutan.
Mereka mengolah pelepah pisang menjadi bioleather, memanfaatkan serat daun nanas sebagai perlengkapan rumah tangga, hingga mengubah tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan material alami menjadi produk bernilai ekonomi.
Produk-produk tersebut lahir dari persoalan yang ditemukan para pelajar di lingkungan sekitar sekaligus mengusung prinsip ekonomi sirkular.
3. Ekonomi kreatif tumbuh lebih cepat dari ekonomi nasional

Program kewirausahaan tersebut hadir di tengah meningkatnya kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia.
Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ini menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan pertumbuhan 6,86 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Selain itu, ekonomi kreatif juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai, pengalaman berwirausaha sejak sekolah menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Program seperti Student Company menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mencoba, berkolaborasi, menerima masukan, bahkan mengalami kegagalan saat masih muda. Justru dari proses itulah mereka belajar untuk bangkit kembali,” katanya.
4. Dua perusahaan terbaik bakal wakili Indonesia di Asia Pasifik

Pada kompetisi PJI Company of the Year 2026, sembilan perusahaan siswa terbaik mempresentasikan perjalanan bisnis mereka di hadapan dewan juri.
Penilaian meliputi inovasi produk, model bisnis, keberlanjutan, kepemimpinan, hingga kinerja perusahaan selama menjalankan usaha.
Dua perusahaan terbaik nantinya akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 yang akan digelar di Bali pada Maret 2027.
Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia memperkenalkan inovasi bisnis mereka di tingkat Asia Pasifik.



















