Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demi Sebungkus Wingko, Lidya Terpaksa Balik ke Stasiun Tawang Semarang

Demi Sebungkus Wingko, Lidya Terpaksa Balik ke Stasiun Tawang Semarang
Lidya tampak mendatangi loket loand and fund di Stasiun Tawang Semarang untuk mengambil wingko babatnya yang ketinggalan beberapa hari. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Lidya panik karena oleh-oleh wingko babatnya tertinggal di Stasiun Tawang Semarang, namun berhasil ditemukan kembali lewat layanan Lost and Found KAI Access dalam waktu 1x24 jam.
  • Petugas Polsuska menemukan wingko milik Lidya saat penyisiran di ruang tunggu, bersamaan dengan ratusan barang lain yang tertinggal selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
  • KAI Daop 4 Semarang mencatat 165 barang temuan senilai lebih dari Rp105 juta selama masa angkutan Lebaran, dan penumpang bisa mengambilnya gratis melalui sistem KAI Access.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Sebungkus jajanan wingko babat rupanya membuat Lidya dilanda kepanikan. Musababnya, wingko yang dibeli Lidya sebagai oleh-oleh buat keluarganya di Blitar Jawa Timur, justru ketinggalan di Stasiun Tawang Semarang.

Lidya baru tersadar kalau wingko miliknya ketinggalan di Tawang ketika sudah menginjakan kaki di kampung halamannya.

"Saya sudah sampai Blitar, terus baru sadar kalau ada makanan oleh-oleh ketinggalan di Tawang. Ya langsung saya bikin laporan lewat KAI Access," kata Lidya saat mendatangi loket lost and fund di pojok Stasiun Tawang Semarang, Jumat siang (27/3/2026).

Bagi Lidya, wingko babat yang ia beli di Semarang tak cuma sekedar oleh-oleh biasa. Namun tanda cinta kasihnya kepada keluarga besarnya di kampung halaman.

Maka ketika kembali menyambangi Stasiun Tawang, Lidya merasa lega karena sebungkus wingkonya masih terbungkus rapi di dalam tas plastik loket lost and fund.

Ia mengaku layanan yang diberikan KAI Daop 4 Semarang terbukti cepat. Karena saat melapor melalui aplikasi KAI Access, dirinya mendapat informasi hanya dalam waktu 1x24 jam.

"Karena memang ketinggalannya di Tawang, jadinya pas lapor ke KAI Access, langsung dilayani cepat juga. Saya diinfo 1x24 jam," ujar perempuan berumur 28 tahun ini.

Bukhori, seorang petugas penyelia Polsuska Stasiun Tawang mengungkapkan wingko milik Lidya memang ditemukan di kursi ruang tunggu penumpang kereta api di Stasiun Tawang. "Barang milik mbaknya tadi isinya makanan khas Semarang. Wingko," akunya.

"Ketahuannya pas kita lakukan penyisiran. Ketemunya pas kita periksa barang-barang di stasiun," katanya.

Proses pengambilan barang yang tertinggal di stasiun bisa dilakukan kapan saja sesuai laporan yang dibuat oleh si pemilik barang.

Bukhori selama ini bertugas mengamankan barang-barang milik penumpang kereta api yang ketinggalan di Stasiun Tawang. Selama momen arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, tercatat ada 165 barang milik penumpang yang ketinggalan di Stasiun Tawang maupun di dalam gerbong kereta.

Bukhori bilang selain wingko, ada tabs dan laptop yang juga ditemukan di gerbong kereta api. Harganya ditaksir Rp4 juta.

"Kalau dihitung, harga barang (yang ketinggalan) paling mahal ya laptop dan tabs. Harganya Rp4 juta," jelasnya.

Nilai barang yang ketinggalan di Stasiun dan kereta mencapai Rp105 juta

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan selama 17 hari masa angkutan Lebaran, pihaknya berhasil mengamankan 165 barang temuan yang langsung dimasukkan ke dalam sistem database Lost and Found KAI. Nilai estimasi dari keseluruhan barang tersebut lebih dari Rp105 juta.

Penumpang yang merasa tertinggal barangnya bisa mengambil ke stasiun tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Barangnya mulai dari tambler, makanan oleh oleh, handphone, dompet, jaket, dokumen penting, hingga helm. Jadi, penumpang yang merasa ketinggalan (barangnya) bisa lapor ke sistem KAI Access," tuturnya. 

Untuk makanan yang ketinggalan di stasiun tetapi tak kunjung diambil atau terlanjur busuk, pihaknya memusnahkan makanan tersebut.

"Kami ada SOP kalau ada makanan ketinggalan, tapi lama tidak diambil atau membusuk maka dimusnahkan," ujar Luqman.

Layanan lost and found menjadi wujud nyata kepedulian KAI terhadap keamanan dan kenyamanan penumpang kereta api.

Penumpang yang merasa kehilangan barang dapat langsung melaporkannya kepada petugas di stasiun maupun melalui Contact Center KAI 121, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Untuk mencegah terjadinya kehilangan barang, petugas announcer secara rutin memberikan imbauan kepada penumpang agar selalu memperhatikan barang bawaannya di stasiun maupun di dalam kereta.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More