Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hasil TKA SD Negeri di Semarang Tertinggi 90-96, Nilai Terendah 30-40

Hasil TKA SD Negeri di Semarang Tertinggi 90-96, Nilai Terendah 30-40
Ujian sekolah (pexels.com/Jessica Lewis)
Share Article

Sejumlah siswa sekolah dasar negeri (SDN) wilayah Kota Semarang memiliki hasil tes kemampuan akademik (TKA) yang tergolong bagus. Di dua SD pusat kota diketahui hasil TKA mencapai hasil yang nyaris sempurna. 

Pihak SDN Pendrikan Lor 3 Semarang menyatakan dalam pelaksanaan TKA mata pelajaran matematika yang diikuti siswa kelas VI, capaian nilai tertinggi yaitu 96,87.

Kendati begitu pihak sekolah tak memungkiri bahwa ada tiga siswa yang mendapat nilai jeblok untuk TKA matematika. 

"Untuk hasil TKA matematika nilai tertingginya 96,87. Sedangkan memang untuk rata-rata nilai terendah di angka 30. Itu hasil dari tiga siswa. Tetapi hasil apapun kami tidak menutupi karena sebagai bahan evaluasi," kata Kepala SDN Pendrikan Lor 3, Imam Santoso kepada IDN Times, Sabtu (30/6/2026). 

Nilai bahasa Indonesia terendah yakni 40

ilustrasi ujian sekolah (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi ujian sekolah (pexels.com/RDNE Stock project)

Adapun untuk raihan nilai TKA pelajaran bahasa Indonesia rata-rata berkisar pada angka 90,6 untuk nilai tertinggi serta 40 untuk nilai terendah. Tercatat ada 50 siswa kelas VI SDN Pendrikan Lor 3 yang mengikuti TKA selama dua hari terbagi dua kelas. Per kelas ada 28 siswa. Namun, untuk pelaksanaan TKA tidak mengalami kendala teknis apapun. 

Capaian nilai TKA dua mata pelajaran tersebut menandakan kemampuan akademik siswa perlu dibenahi. Sebab, pihaknya masih menemukan beberapa siswa dengan nilai TKA terendah. 

Ia menyarankan kepada orang tua dan wali murid untuk lebih giat mendampingi anaknya selama belajar di rumah. "Karena bisa jadi ketika anak belajar di rumah, yang dilihat tidak selalu tentang pelajarannya. Bisa jadi ke konten-konten lain. Maka perlunya wali murid mendampingi dan memberikan arahan kepada anaknya supaya fokus belajar," jelasnya. 

Hasil tahun ini lebih bagus ketimbang tahun sebelumnya

Siswa SDN 04 Depok ikuti ujian akhir sekolah di rumah warga. IDN Times/ istimewa
Siswa SDN 04 Depok ikuti ujian akhir sekolah di rumah warga. IDN Times/ istimewa

Lebih lanjut lagi, Imam berkata perkembangan tumbuh kembang siswa yang berbeda-beda mempengaruhi hasil ujian seperti TKA. 

Namun begitu, pihaknya menekankan secara kumulatif pencapaian nilai TKA tahun ini masih bagus ketimbang pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. 

"Tahun ini lebih bagus ketimbang sebelumnya. Karena tidak ada kendala sinyal internet. Karena kita punya 30-an komputer dan laptop yang kami miliki di lab komputer sekolah," ujarnya. 

Kemendikdasmen beberkan hasil TKA SD/MI sederajat

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen berbincang dengan seorang siswa SDN Tambakaji Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen berbincang dengan seorang siswa SDN Tambakaji Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sedangkan, di SDN Tugurejo 01 Kecamatan Tugu, rata-rata nilai TKA matematika berkisar 60-90. Sedangkan nilai bahasa Indonesia juga kurang lebih sama. "Untuk nilai paling rendah 40 itu untuk TKA bahasa Indonesia. Jadi memang kemampuan siswa bervariasi kalau melihat hasil ujiannya," kata Nur Rohmat, Kepala SDN Tugurejo 01.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI Sederajat dan SMP/MTS sederajat Tahun 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini mencatat tingkat partisipasi nasional yang sangat tinggi dengan 98,12 persen murid berhasil mengikuti asesmen pada jadwal utama.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA menghasilkan big data pendidikan skala nasional yang kaya, strategis serta terpetakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, satuan pendidikan, bahkan kategori kompetensi peserta didik.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data, mengidentifikasi wilayah yang perlu penguatan, serta memastikan kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Toni. 

Dalam pelaksanaanya, TKA menggunakan sistem penskoran klasik dengan skala nilai 0–100. Sebelum hasil diumumkan seluruh paket soal dan butir soal terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan validasi statistik untuk memastikan keadilan bagi seluruh murid.

Berdasarkan hasil nasional, capaian Bahasa Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan Matematika pada kedua jenjang. Untuk SD/MI sederajat, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,14 sedangkan Matematika 43,41. Sementara pada jenjang SMP/MTS sederajat, rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Idul Adha Jadi Momen Pegadaian Ringankan Beban Keluarga Prasejahtera

30 Mei 2026, 13:16 WIBNews