Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Alami Gejala Keracunan MBG

Kota Semarang
707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Alami Gejala Keracunan MBG
Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)
Intinya Sih
  • Sebanyak 707 orang, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang, mengalami gejala dugaan keracunan MBG; sembilan orang dirujuk untuk observasi.
  • Dinkes Kota Semarang mengaktifkan Tim Gerak Cepat, mengambil sampel makanan, sisa pangan, dan spesimen korban untuk penyelidikan epidemiologi serta pemeriksaan laboratorium.
  • Distribusi makanan dari SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi) dihentikan sementara; Dinkes belum memastikan penyebab kejadian dan masih memantau korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebanyak 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang mengalami gejala dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG), Jumat (31/7/2026). Sembilan orang di antaranya harus dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang belum memastikan penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan, sisa pangan, hingga spesimen korban telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

Sembari menunggu hasil penyelidikan, distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Semarang Timur (Karangturi) dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian.

1. Sebanyak 693 siswa dan 14 guru mengalami gejala

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. (IDN Times/bt/Anggun Puspitoningrum)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam. (IDN Times/bt/Anggun Puspitoningrum)

Dinkes Kota Semarang menerima laporan dugaan keracunan pangan tersebut sekitar pukul 10.30 WIB. Tim kesehatan kemudian melakukan penanganan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 707 orang terdampak, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru. Sebanyak 698 orang mendapat penanganan langsung di lokasi. Sementara, sembilan orang dirujuk untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Mereka dibawa ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam mengatakan, pelayanan kesehatan menjadi prioritas sembari penyebab kejadian ditelusuri.

“Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya,” ungkapnya.

2. Sampel makanan dan spesimen korban diperiksa

mbg, dinkes, keracunan
Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)

Besarnya jumlah orang yang mengalami gejala membuat Dinkes mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.

Tim mengamankan sampel makanan dan sisa pangan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Spesimen dari korban juga diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

“Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian,” ujar Hakam.

Dinkes belum mengungkap jenis makanan yang dikonsumsi maupun gejala spesifik yang dialami para korban dalam keterangan tersebut.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan digunakan untuk menentukan penyebab kejadian dan langkah penanganan berikutnya.

3. Distribusi makanan dari SPPG dihentikan sementara

mbg, dinkes, keracunan
Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)

Selama proses penyelidikan berlangsung, distribusi makanan dari SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi) dihentikan sementara.

Langkah tersebut diambil sembari menunggu penyelidikan epidemiologi dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Dinkes juga berkoordinasi dengan SMKN 6 Semarang, penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi), Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, rumah sakit, puskesmas, serta instansi terkait.

Selain menangani korban yang sudah terdata, petugas melakukan pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang berpotensi terdampak.

4. Penyebab belum diketahui, Dinkes tunggu hasil laboratorium

mbg, dinkes, keracunan
Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan dan memeriksa sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan guru di SMK 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). (dok. Dinkes Semarang)

Meski ratusan orang mengalami gejala, Dinkes belum menyimpulkan penyebab kejadian sebagai keracunan pangan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan,” pungkas Hakam.

Dinkes masih memantau kondisi sembilan orang yang menjalani observasi maupun korban lain yang telah mendapat pelayanan kesehatan.

Hasil penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan sumber serta penyebab kejadian tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More