Ingin menikmati liburan bertema sejarah dan spiritual, tetapi sering kali batal menikmati suasana karena padatnya rombongan turis? Keresahan ini sering dialami siapa saja yang berkunjung ke destinasi populer seperti Candi Borobudur.
5 Candi Tersembunyi di Sekitar Borobudur yang Magis dan Sepi Pengunjung, Ada Asu Sengi

Kawasan Magelang menyimpan deretan situs candi kuno tersembunyi yang menawarkan kedamaian tanpa gangguan hiruk-pikuk kerumunan turis.
Keunikan situs meliputi arsitektur patung singa, pemandian air hangat alami, hingga lokasi eksotis di tengah terasering sawah.
Penggunaan kendaraan berukuran kecil serta waktu kunjungan pagi hari menjadi tips utama untuk menjelajahi area pedesaan ini.
Tenang, kamu bisa melipir sejenak dari jalur utama. Kabupaten Magelang ternyata menyimpan deretan candi kuno tersembunyi yang tak kalah magis, tenang, dan sangat pas untuk menyegarkan pikiran. Yuk, simak lima rekomendasinya di bawah ini!
1. Candi Selogriyo: Lanskap Terasering Sawah di Lereng Bukit

Akses masuk Candi Selogriyo (dok. Pribadi/ Reksita Wardani) Tersembunyi di lereng Bukit Giyanti, candi peninggalan umat Hindu abad ke-9 ini menyajikan perjalanan yang sangat berkesan. Kamu harus menyusuri jalan setapak membelah terasering sawah hijau yang membentang indah sebelum sampai ke lokasi.
Candi ini berdiri terisolasi di puncak bukit dengan atmosfer yang sangat sunyi. Hawa sejuk pedesaan, latar belakang pegunungan, dan kabut tipis menjadikannya salah satu situs dengan lanskap alam paling memukau. Situs ini berjarak sekitar satu jam berkendara ke utara dari Borobudur, tepatnya di Kecamatan Windusari.
2. Candi Ngawen: Keunikan Patung Singa Khas India Selatan

potret Candi Ngawen di Magelang (commons.wikimedia.org/Photo Dharma) Beralih ke Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, terdapat kompleks candi Buddha kuno berangka tahun 824 Masehi. Bangunan bersejarah ini didirikan oleh Dinasti Syailendra, yaitu arsitek yang juga membangun Candi Borobudur.
Daya tarik utama kompleks ini terletak pada patung singa di setiap sudut penopang bangunan yang menyerupai arsitektur kuil Buddha di India Selatan. Lokasinya yang asri dan berjarak hanya 15 menit ke arah timur dari Candi Mendut ini masih sangat jarang tersentuh bus wisata besar.
3. Candi Umbul: Sensasi Berendam di Pemandian Air Hangat Kuno

potret Candi Umbul di Magelang (commons.wikimedia.org/Crisco 1492) Berbeda dari candi konvensional pada umumnya, Candi Umbul merupakan situs petirtaan atau pemandian kuno peninggalan zaman Mataram Kuno. Situs unik ini berlokasi di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, sekitar 35–40 menit berkendara ke utara dari Borobudur.
Situs ini memiliki dua kolam dari batu andesit purba yang airnya hangat alami akibat aktivitas vulkanik bumi. Kolam bagian atas dulunya digunakan oleh para raja dan bangsawan, sedangkan kolam bawah diperuntukkan bagi masyarakat umum. Menariknya, kamu bisa merasakan langsung pengalaman berendam di kolam bersejarah ini.
4. Candi Asu Sengi: Situs Pemujaan Magis di Kaki Gunung Merapi

Candi Asu Sengi (instagram.com/achmad_noer_cholis) Berada di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, candi Hindu kuno ini berdiri megah menghadap langsung ke puncak Gunung Merapi. Penamaan "Asu" (yang berarti anjing dalam bahasa Jawa) berasal dari masyarakat setempat karena arca Lembu Nandi di lokasi sempat terkikis hingga menyerupai anjing.
Suasana pedesaan yang hening dipadu embusan angin pegunungan menghadirkan kesan mistis dan magis yang kuat. Kamu bisa mengagumi keindahan pahatan relief purba yang masih tampak sangat tajam di dinding candi.
5. Candi Losari: Situs Purba yang Bangkit dari Perkebunan Salak

potret Candi Losari di Magelang (commons.wikimedia.org/Kembangraps) Candi Losari yang terletak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, merupakan penemuan arkeologi yang terbilang baru. Candi Hindu ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 2004 di kedalaman tiga meter di tengah perkebunan salak milik warga.
Karena sempat tertimbun abu vulkanik dan terendam air tanah selama berabad-abad, struktur batuannya masih terlindungi dengan sangat baik. Lokasinya di kawasan pedalaman desa membuat suasananya luar biasa sunyi dan pas untuk menenangkan diri.
Tips Nyaman Eksplorasi Candi Tersembunyi di Magelang
Mengingat sebagian besar lokasi candi berada di pedalaman desa dan lereng bukit, kamu disarankan menyewa sepeda motor atau memakai mobil berukuran kecil. Langkah ini penting agar kamu lebih mudah melintasi jalan pedesaan yang cenderung sempit.
Waktu kunjungan paling ideal adalah pagi hari sekitar pukul 07.00–09.00 WIB. Pada jam-jam ini, kamu bisa menikmati hawa sejuk berkabut yang menghadirkan nuansa magis secara maksimal.
Menjelajahi candi-candi tersembunyi di sekitar Magelang menjadi opsi terbaik untuk mendapatkan kedamaian liburan tanpa gangguan kerumunan.
Dari kelima candi di atas, mana nih yang paling ingin kamu kunjungi untuk liburan berikutnya? Bagikan pilihan kamu di kolom komentar ya!


















