Zulhas Akui Butuh Waktu Lama Perbaiki Kelebihan Penerima Manfaat MBG

Semarang, IDN Times - Persoalan pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) yang ada selama ini rupanya membutuhkan waktu pembenahan yang relatif lama.
Perbaikan yang lama itu, menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, berkaitan dengan pendataan ulang lokasi SPPG dan penerima manfaat yang memunculkan masalah.
"Untuk kelebihan titik di Jawa, pendataan kita butuh waktu lebih lama lagi. Dua bulan. Sebulan separuh, sebulan lagi kita selesaikan," kata Zulhas usai menghadiri dialog bertemakan pengantar kebijakan pangan dan pembangunan dalam rangka kegiatan Munas BEM SI XIX di Polines Semarang, Senin (27/7/2026).
Table of Content
Zulhas klaim tidak mudah rumuskan sesuatu yang besar

Pelaksanaan MBG nantinya akan diperbaiki selama sebulan. Kemudian pihaknya akan mempercepat pemberian MBG bagi sekolah-sekolah berbasis agama dan di daerah tertinggal.
Sebab diakuinya memang ada sejumlah masalah dalam program MBG. Hal ini karena MBG merupakan kebijakan yang besar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 82 juta jiwa.
Kendati begitu, untuk mengatasi masalah MBG ia menekankan tidak bisa serta-merta merubah konsep manajemen di dalamnya. Dalam diskusi di Polines muncul permintaan dari mahasiswa untuk mengkaji ulang manajemen pada tata laksana MBG.
"Mereka juga minta MBG manajemen diganti, tidak mudah juga merumuskan sesuatu yang baru dan besar, sudah ngasih makan orang 82 juta orang. Ada masalah (memang) iya kita selesaikan. Kita perbaiki," terangnya.
Zulhas: MBG perintah konstitusi

Ia pun mengklaim pelaksanaan MBG merupakan perintah konstitusi. Terutama dengan mengurus para fakir miskin dan warga kurang mampu.
Ia menganggap apabila urusan fakir miskin, negara tidak bisa hadir, maka tidak ada azas keadilan.
"Saya jelaskan MBG itu perintah konstitusi, fakir miskin, orang tidak mampu gak adil kalau tidak kita urus, nanti tertinggal terus, kurang gizi dan seterusnya. Pemerintah justru harus berpihak. Kalau yang besar kan bisa mengurusnya," jelasnya.
Zulhas juga jelaskan maksud program kopdes

Berkaitan dengan koperasi desa merah putih, Zulhas menekankan bahwa dengan program tersebut paling tidak bisa menumbuhkan perekonomian kerakyatan.
Termasuk juga dengan program kampung nelayan merah putih, katanya semata untuk meningkatkan taraf hidup para nelayan. Ini mengingat nelayan selama ini berada di garis kemiskiskinan dengan nilai tukarnya 100,3.
"Ini yang akan digerakan. Supaya nanti dibangun pabrik es, dibangun tempat penyimpanan, disiapkan tempat pom solar, balai lelang. Selama ini nelayan kita jauh tertinggal dari Vietnam Thailand. Banyak hasil laut dicuri," tandasnya.






















