Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

14 Gejala Dehidrasi Berat pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kota Semarang
14 Gejala Dehidrasi Berat pada Anak dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi anak haus sebagai salah satu tanda dehidrasi (Pinterest.com/Mom Junction)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Dehidrasi berat pada anak adalah kondisi darurat medis yang tidak bisa disembuhkan di rumah dan wajib ditangani dengan infus di IGD rumah sakit.

  • Gejala utamanya meliputi anak sangat lesu atau pingsan, mata dan ubun-ubun sangat cekung, menangis tanpa air mata, serta tidak buang air kecil lebih dari 6 jam.

  • Dilarang keras memaksakan minum jika si kecil dalam kondisi tidak sadar untuk mencegah risiko tersedak fatal masuk ke paru-paru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat si kecil lemas karena sakit tentu bikin hati orang tua teriris. Apalagi kalau si kecil sedang mengalami diare hebat, muntah-muntah, atau demam tinggi yang bikin nafsu makannya drop drastis. Kondisi ini sangat riskan memicu dehidrasi alias kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar.

Jika masih tingkat ringan, dehidrasi mungkin bisa diatasi dengan larutan oralit di rumah. Namun, jika sudah masuk ke level dehidrasi berat, kondisinya berubah menjadi darurat medis yang bisa mengancam nyawa si kecil dalam waktu singkat. Agar tidak terlambat mengambil tindakan, Moms wajib mengenali 14 tanda dehidrasi berat beserta panduan pertolongan pertamanya berikut ini!

1. Kenali 14 Tanda Dehidrasi Berat pada Si Kecil

Ilustrasi anak-anak minum air putih (istockphoto.com/fizkes)
Ilustrasi anak-anak minum air putih (istockphoto.com/fizkes)

Saat volume darah menyusut drastis akibat kekurangan cairan dan elektrolit, tubuh si kecil akan mengirimkan sinyal bahaya.

Segera periksa dan waspadai gejala berikut:

  • Kesadaran & Perilaku
    • Anak tampak sangat lesu, lunglai, sulit dibangunkan, atau pingsan. Pandangan matanya sayu, kosong, dan tidak fokus, serta menunjukkan gelisah atau rewel ekstrem sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
  • Tanda pada Wajah & Kepala
    • Pada bayi di bawah 18 bulan, ubun-ubun tampak melesek/cekung. Kelopak mata terlihat sangat cekung, menangis tanpa ada air mata, serta mulut dan lidah sangat kering hingga air liur mengering.
  • Fungsi Organ & Sirkulasi Darah
    • Si kecil tidak buang air kecil lebih dari 6 jam (atau urin berwarna cokelat pekat), kulit perut jika dicubit butuh waktu >2 detik untuk kembali rata (turgor buruk), denyut jantung sangat cepat, napas cepat dan dangkal, serta ujung tangan dan kaki terasa dingin serta pucat.
  • Respons Minum
    • Anak merasa sangat kehausan atau justru menolak minum sama sekali karena tubuhnya sudah terlalu lemas untuk menelan.

2. Kenapa Dehidrasi Berat Tidak Bisa Diobati di Rumah?

ilustrasi anak minum air (pixabay.com/NGUYEN NGOC TIEN)
ilustrasi anak minum air (pixabay.com/NGUYEN NGOC TIEN)

Banyak orang tua keliru dengan memaksakan memberi minum air putih atau oralit dalam jumlah banyak saat anak sudah lemas terkulai. Padahal, pada kondisi dehidrasi berat, lambung dan saluran pencernaan anak tidak akan mampu menyerap cairan cukup cepat untuk mengejar penurunan volume darah.

Satu-satunya langkah mutlak adalah membawa si kecil secepatnya ke IGD Rumah Sakit. Anak membutuhkan terapi cairan intravena (infus) langsung ke pembuluh darah untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh dalam hitungan menit.

3. Panduan Pertolongan Pertama Sebelum Sampai Rumah Sakit

ilustrasi anak minum (unsplash.com/ketut subiyanto)
ilustrasi anak minum (unsplash.com/ketut subiyanto)

Selama perjalanan menuju IGD rumah sakit, ada beberapa hal krusial yang harus Moms perhatikan demi keselamatan si kecil:

  • Jika Anak Masih Sadar
    • Berikan larutan oralit atau ASI (bagi bayi) secara perlahan, sedikit demi sedikit menggunakan sendok. Jangan meminumkan cairan sekaligus banyak karena bisa memicu muntah hebat.
  • Jika Anak Pingsan / Tidak Sadar
    • Dilarang keras memasukkan cairan apa pun ke dalam mulutnya! Tindakan ini sangat berbahaya karena cairan bisa masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak fatal (aspirasi).
  • Jaga Suhu Tubuh
    • Longgarkan pakaian yang ketat. Jika dehidrasi dipicu demam tinggi, seka lipatan ketiak dan dahi dengan kain basah suam-suam kuku untuk menjaga kenyamanan si kecil selama di jalan.

4. Perbedaan Cepat: Dehidrasi Sedang vs Dehidrasi Berat

ilustrasi anak minum oralit (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi anak minum oralit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tanda / Gejala

Dehidrasi Ringan - Sedang

Dehidrasi Berat (Darurat)

Kondisi Anak

Haus, rewel, gelisah

Lesu, lunglai, tidak sadar / pingsan

Cubit Kulit Perut

Kembali agak lambat (< 2 detik)

Kembali sangat lambat (> 2 detik)

Air Mata

Sedikit berkurang

Sama sekali tidak ada air mata

Buang Air Kecil

Pipis berkurang, warna kuning

Tidak pipis > 6 jam, warna cokelat pekat

Penanganan

Berikan oralit & ASI berkala di rumah

Wajib penanganan infus di IGD

Kewaspadaan dan kecepatan Moms dalam mengambil keputusan adalah kunci utama keselamatan si kecil saat menghadapi dehidrasi. Jangan pernah menunda untuk langsung menuju rumah sakit terdekat jika menemukan salah satu tanda bahaya di atas.

Apakah si kecil di rumah saat ini sedang berjuang melawan diare atau demam tinggi?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More