Dinding Bambu dan Lantai Tanah, 16 Rumah Warga Rembang Kini Layak Huni

PT Djarum menyalurkan sedikitnya Rp1,2 miliar melalui program RSLH untuk merenovasi atau membangun ulang 16 rumah warga berpenghasilan rendah di empat desa di Rembang.
Biaya per rumah mencapai Rp70 juta-Rp85 juta. Penerima seperti Masduqi kini menempati hunian lebih aman, bersih, dan nyaman setelah sebelumnya tinggal di rumah bambu berlantai tanah.
Program RSLH menekankan struktur kokoh, sanitasi, air bersih, pencahayaan, dan toilet. Sejak 2022, program telah menyelesaikan 626 rumah hingga 2025 serta 352 rumah sepanjang 2026.
Rembang, IDN Times - PT Djarum menggelontorkan dana sedikitnya Rp1,2 miliar untuk merenovasi dan membangun ulang 16 rumah warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
1. Renovasi rumah tersebar di 4 desa

Kondisi rumah milik Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang sebelum direnovasi dan pembangunan ulang melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) PT. Djarum. (Dok. Djarum) Serah terima rumah kepada para penerima manfaat berlangsung di Pendopo Kabupaten Rembang, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Rembang Harno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forkopimda, kepala desa, serta keluarga penerima bantuan.
Sebanyak 16 rumah tersebut tersebar di empat desa. Rinciannya, enam rumah di Desa Labuhan Kidul dan dua rumah di Desa Bendo, Kecamatan Sluke. Kemudian, empat rumah di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, serta empat rumah di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang.
Biaya renovasi maupun pembangunan ulang setiap rumah berkisar Rp70 juta hingga Rp85 juta, menyesuaikan kondisi dan tingkat kerusakan bangunan.
2. Warga lebih tenang setelah rumah diperbaiki

Kondisi rumah milik Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang setelah direnovasi dan pembangunan ulang melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) PT. Djarum. (Dok. Djarum) Salah satu penerima manfaat, Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang mengaku, bersyukur keluarganya kini bisa menempati rumah yang lebih aman dan nyaman.
Sebelum mendapat bantuan, Masduqi yang bekerja sebagai buruh petani garam tinggal bersama istri dan anak-anaknya di rumah berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, serta beratap kayu yang rawan bocor.
Kondisi tersebut membuat keluarganya khawatir ketika hujan deras dan angin kencang datang. Rumah juga menjadi lembap dan berlumpur saat musim hujan.
“Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg (anyaman bambu), lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes,” tuturnya.
Ia mengaku kini lebih tenang karena rumahnya telah diperbaiki. Hunian tersebut menjadi lebih sejuk, bersih, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
3. Pastikan rumah memenuhi aspek keamanan dan kesehatan

General Manager Community Development PT. Djarum, Achmad Budiharto mengunjungi salah satu rumah program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang berada di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. (Dok. Djarum) General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan, program RSLH tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan. Setiap rumah juga dirancang untuk memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan penghuninya.
Fasilitas yang diperhatikan meliputi struktur bangunan yang kokoh, penataan ruang sesuai kebutuhan keluarga, pencahayaan, sanitasi, akses air bersih, hingga toilet yang memadai.
“Rumah yang layak bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan, tetapi bagaimana rumah tersebut mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan sehat bagi penghuninya,” kata Budiharto.
Ia menjelaskan, pembangunan dan renovasi melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat sekitar. PT Djarum memberikan dukungan menyeluruh selama proses pembangunan sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya renovasi.
Bupati Rembang, Harno mengapresiasi kontribusi perusahaan tersebut. Menurutnya, program RSLH sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak.
4. Program RSLH telah renovasi 626 rumah hingga 2025

Para penerima manfaat Program RSLH PT. Djarum di Kabupaten Rembang Tahun 2026 dalam seremonial serah terima rumah di Pendopo Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada Kamis (29/10/2026). (Dok. Djarum) Program RSLH merupakan bagian dari komitmen PT Djarum dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini telah berjalan sejak 2022.
Hingga 2025, program tersebut telah menyelesaikan renovasi 626 rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah, antara lain Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Sementara itu, sepanjang 2026, program RSLH telah merenovasi dan membangun ulang 352 rumah di berbagai daerah. Rinciannya meliputi 292 rumah di Kabupaten Kudus, 10 rumah di Kabupaten Brebes, 12 rumah di Kota Salatiga, 10 rumah di Kabupaten Wonogiri, 12 rumah di Kabupaten Pati, dan 16 rumah di Kabupaten Rembang.
Melalui program tersebut, PT Djarum berharap semakin banyak keluarga dapat menempati hunian yang aman, sehat, dan nyaman sehingga memiliki lingkungan yang lebih mendukung untuk bekerja, belajar, dan membangun masa depan.





















