Jadi Akses dan Area Perdagangan, Jalan Citarum Semarang Dibeton

- Pemerintah Kota Semarang akan melakukan betonisasi permanen di Jalan Citarum sebagai respons atas laporan masyarakat dan kondisi jalan yang sering rusak akibat genangan serta beban kendaraan berat.
- Proyek betonisasi sepanjang 510 meter dengan lebar 14 meter ini dianggarkan masuk tahap lelang Mei 2026 dan mulai dikerjakan Agustus 2026, mencakup ruas dari Dr. Cipto hingga Indragiri Utara.
- Selain peningkatan jalan, Pemkot juga membersihkan sedimen drainase secara berkala untuk mencegah genangan air serta mengimbau warga berhati-hati selama masa pemeliharaan berlangsung.
1. Respons laporan masyarakat

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pihaknya merespons laporan masyarakat dan memastikan langkah penanganan ganda berupa perbaikan rutin jangka pendek dan peningkatan jalan melalui betonisasi permanen pada pertengahan tahun ini.
"Berdasarkan evaluasi teknis, kerusakan di Jalan Citarum dipicu oleh elevasi jalan yang rendah sehingga sering terjadi genangan air saat hujan tinggi. Selain itu, beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas atau ODOL (Over Dimension Over Loading) mempercepat kerusakan aspal di beberapa titik kritis," ungkapnya, Senin (16/3/2026).
Sebagai langkah nyata agar jalan tetap aman dilalui, Wali Kota memastikan bahwa perbaikan parsial tidak akan menunggu hingga proses lelang selesai. Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus melakukan pemeliharaan harian di lapangan.
"Sambil menunggu peningkatan jalan secara menyeluruh, perbaikan paving dan tambal sulam rutin tetap kami lakukan. Kami tidak ingin aktivitas ekonomi warga terganggu sehingga pemeliharaan terus berjalan agar fungsi jalan tetap terjaga," katanya.
2. Anggarkan proyek betonisasi Jalan Citarum

Terkait solusi permanen, Pemkot Semarang telah menganggarkan proyek betonisasi Jalan Citarum yang direncanakan masuk tahap lelang pada Mei 2026. Pengerjaan fisik jalan sepanjang 510 meter dengan lebar 14 meter ini akan dimulai pada Agustus 2026, mencakup ruas dari simpang Jalan Dr. Cipto hingga simpang Jalan Indragiri Utara.
"Peningkatan jalan menjadi tipe rigid (beton) ini adalah solusi jangka panjang. Sampai saat ini, kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga preservasi jalan ini. Kami akan menempatkan rambu batas beban melalui Dishub untuk mengatur lalu lintas kendaraan berat, yang dibarengi dengan dukungan penindakan dari jajaran Satlantas,’’ jelas Agustina.
Upaya tersebut menjadi kunci utama agar kualitas infrastruktur tidak cepat rusak kembali akibat beban berlebih, sehingga umur jalan bisa bertahan lebih lama.
3. Pembersihan sedimen di saluran drainase

Adapun, selain perbaikan fisik jalan, Pemkot Semarang juga akan melakukan pembersihan sedimen pada saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan secara berkala. Langkah ini untuk memastikan aliran air menuju pompa berjalan lancar dan meminimalisir genangan di badan jalan.
Agustina mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada saat melintasi area yang sedang dalam masa pemeliharaan.
"Warga kami imbau tetap berhati-hati saat melintasi Jalan Citarum. Kami berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan ini agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat kembali optimal," pungkasnya.


















