Jalur Selatan Banyumas Padat Wisatawan, Arus Balik Diprediksi Besok

- Volume kendaraan di jalur selatan Banyumas meningkat signifikan pada hari kedua Lebaran, didominasi pergerakan lokal untuk silaturahmi dan wisata.
- Titik padat utama terjadi di Simpang Patikraja serta ruas Ajibarang–Purwokerto dengan antrean kendaraan mencapai lebih dari 5 kilometer.
- Polresta Banyumas menyiagakan personel di titik rawan dan memprediksi arus balik jarak jauh baru mulai meningkat pada Senin malam.
Banyumas, IDN Times – Memasuki hari kedua Lebaran 1447 H, Minggu (22/3/2026), arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Tengah, khususnya wilayah Banyumas, mulai mengalami lonjakan volume kendaraan. Kepadatan kali ini didominasi oleh pergerakan lokal warga yang melakukan silaturahmi antarkota dan kunjungan ke berbagai destinasi wisata.
Kasatgas Kamseltibcarlantas Polresta Banyumas, AKP Dwi Nugroho, mengonfirmasi bahwa meski volume kendaraan meningkat signifikan, situasi secara umum masih terkendali. Titik kepadatan utama terpantau di Simpang Patikraja serta ruas Ajibarang menuju Purwokerto.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu petang, antrean kendaraan dari arah Ajibarang menuju Purwokerto sempat mengular lebih dari 5 kilometer. Tersendatnya arus dipicu oleh banyaknya persimpangan jalan dan aktivitas kendaraan yang keluar-masuk area publik.
Salah satu pemudik motor, Rasono, menceritakan pengalamannya menempuh perjalanan dari Kebumen menuju Brebes. "Berangkat jam 6 pagi, sampai Ajibarang jam 6 sore. Macet parah di jalur Menganti-Jatilawang-Wangon. Padahal saat berangkat kemarin hanya butuh waktu 4 jam," ungkapnya saat beristirahat.
AKP Dwi Nugroho memprediksi bahwa pergerakan arus balik jarak jauh menuju Bandung dan Jakarta belum akan terlihat signifikan hingga Senin (23/3/2026) siang.
"Masyarakat saat ini masih fokus pada aktivitas lokal. Pergerakan arus balik (milir) dari arah timur menuju barat diperkirakan baru akan mulai merayap pada Senin malam," jelas AKP Dwi.
Polresta Banyumas terus menyiagakan personel di titik-titik krusial, seperti Simpang SPBU Ajibarang yang menghubungkan jalur selatan ke jalur pantura via Bumiayu. Petugas melakukan pengaturan manual di persimpangan untuk memastikan sirkulasi kendaraan tetap mengalir meski padat merayap.
Bagi pengendara yang melintasi jalur selatan Jateng, dihimbau untuk waspada terhadap kelelahan fisik akibat durasi perjalanan yang membengkak dua hingga tiga kali lipat dari waktu normal.


















