Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jateng Juara Kedua MTQ 2026, Gus Yasin Minta Sinergi Pembinaan
Penutupan MTQ nasional 2026 dihadiri ribuan qori dan qoriah. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Jawa Tengah meraih peringkat kedua MTQ Nasional XXXI 2026 dengan 208 poin, di bawah Kalimantan Timur 288 poin; 30 dari 67 kafilah Jateng mencapai final.
  • Wagub Taj Yasin meminta pembinaan Al-Qur'an berkelanjutan melalui kaderisasi, peningkatan kompetensi pelatih dan hakim, penguatan lembaga pendidikan, serta sinergi LPTQ lintas tingkat.
  • Pemprov Jateng menganggarkan Rp2 miliar bagi 2.000 penghafal Al-Qur'an pada 2026, menyediakan beasiswa santri dan pengasuh pesantren, serta memperkuat 5.347 pondok pesantren.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Sebanyak 1.041 penghafal kitab suci menerima tali asih dari Pemprov Jawa Tengah.

2026

Pemprov Jawa Tengah menganggarkan Rp2 miliar untuk tali asih bagi 2.000 penghafal Al-Qur'an. MTQ Nasional XXXI diselenggarakan di Jawa Tengah.

19 September 2026

Jawa Tengah menempati peringkat kedua MTQ Nasional XXXI dengan nilai 208, di bawah Kalimantan Timur yang meraih nilai 288. Taj Yasin meminta sinergi berkelanjutan untuk pembinaan Al-Qur'an.

hari ini

Lebih dari 1.000 penghafal telah mengkhatamkan Al-Qur'an di Jawa Tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jawa Tengah meraih peringkat kedua MTQ Nasional XXXI 2026 dengan nilai 208. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mendorong penguatan pembinaan Al-Qur'an berkelanjutan setelah kompetisi berakhir.
  • Who?
    Taj Yasin Maimoen, Pemprov Jawa Tengah, LPTQ, 67 kafilah Jawa Tengah, serta peserta dari 37 provinsi terlibat dalam MTQ Nasional XXXI.
  • Where?
    Penutupan MTQ Nasional XXXI berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Penutupan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Pemprov Jawa Tengah juga menganggarkan tali asih bagi 2.000 penghafal Al-Qur'an pada 2026.
  • Why?
    Pembinaan didorong agar kaderisasi peserta, kompetensi pelatih dan dewan hakim, lembaga pendidikan Al-Qur'an, serta integritas penilaian MTQ diperkuat sepanjang waktu.
  • How?
    Pemprov Jawa Tengah menjalankan tali asih Rp1 juta bagi penghafal 30 juz, beasiswa santri dan pengasuh pesantren, serta penguatan 5.347 pondok pesantren dan koordinasi LPTQ lintas tingkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Tengah jadi juara kedua lomba baca Al-Qur'an nasional tahun 2026. Kalimantan Timur jadi juara pertama. Gus Yasin bilang latihan Al-Qur'an harus terus dilakukan, bukan cuma saat lomba. Jawa Tengah memberi bantuan uang untuk penghafal Al-Qur'an. Sekarang, banyak orang juga dibantu belajar di pesantren.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Capaian Jawa Tengah sebagai peringkat kedua nasional menunjukkan hasil seleksi dan pembinaan yang telah melibatkan banyak pihak, dengan 30 dari 67 kafilah mencapai final. Lebih penting, ajang ini memperlihatkan landasan nyata untuk pembinaan berkelanjutan melalui dukungan bagi penghafal Al-Qur'an, santri, pesantren, serta penguatan sinergi dan integritas penyelenggaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Jawa Tengah menutup gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 dengan capaian sebagai peringkat kedua nasional. Namun, bagi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari siapa yang menjadi juara.

Menurut Gus Yasin, berakhirnya kompetisi justru menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Al-Qur'an secara berkelanjutan. Ia mendorong agar kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur'an terus dilakukan sepanjang waktu.

"Pembinaan harus berjalan sepanjang waktu melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur'an," kata Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng ini saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Sebagai informasi, hasil keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI menetapkan Kalimantan Timur sebagai juara umum dengan nilai 288. Jawa Tengah berada di posisi kedua dengan nilai 208, disusul DKI Jakarta dengan nilai 129.

Posisi berikutnya ditempati Aceh dan Jawa Timur dengan nilai masing-masing 99, Sumatera Utara dan Jawa Barat masing-masing 71, Sumatera Selatan 55, Banten 52, Riau 35, Nusa Tenggara Barat 33, serta Sulawesi Selatan 31.

Jawa Tengah sendiri mengirimkan 67 kafilah yang telah melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Dari jumlah tersebut, 30 peserta berhasil melaju ke babak final.

Gus Yasin mengatakan, capaian tersebut perlu menjadi pemacu untuk memperkuat pembinaan, bukan sekadar target untuk meraih juara pada satu penyelenggaraan MTQ.

Salah satu bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap pembinaan keagamaan adalah program tali asih bagi penghafal kitab suci. Program tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menuntaskan hafalan kitab suci, termasuk para penghafal Al-Qur'an.

Gus Yasin menyebut, bahwa untuk penghafal Al-Qur'an yang menuntaskan hafalan 30 juz, tali asih tersebut diberikan sebesar Rp1 juta. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat dari daerah lain yang menghafalkan Al-Qur'an di Jawa Tengah.

Ia menyebut, pada 2025 terdapat 1.041 penerima tali asih tersebut. Sementara pada 2026, Pemprov Jateng menganggarkan Rp2 miliar untuk 2.000 penghafal.

"Di tahun 2026, kami juga menganggarkan 2 miliar bagi 2.000 penghafal. Sampai hari ini sudah lebih dari 1.000 yang menghafalkan, mengkhatamkan Al-Qur'an di bumi Jawa Tengah ini," kata Taj Yasin.

Selain program tali asih, Pemprov Jateng juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren sekaligus memperkuat 5.347 pondok pesantren.

Menurutnya, keberlanjutan pembinaan juga membutuhkan sinergi antara Lembaga LPTQ nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Koordinasi diperlukan dalam standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, hingga tata kelola MTQ.

"Perlu terus bersinergi dalam standarisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ," katanya.

Ia juga mendorong penguatan dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan kelembagaan dan penganggaran. Dengan begitu, pembinaan tilawatil Qur'an tidak hanya dilakukan menjelang penyelenggaraan MTQ.

Taj Yasin juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan marwah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, khususnya dalam sistem perhakiman dan penilaian, menurutnya perlu terus diperkuat.

"Setiap masukan dan evaluasi menjadi bahan penyempurnaan MTQ ke depan," ujarnya.

MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Mereka berlomba di 12 arena, delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori.

Selain perlombaan, rangkaian MTQ juga diisi seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al-Qur'an, serta eksibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas rungu wicara.

Taj Yasin berharap para kafilah yang kembali ke daerah masing-masing membawa lebih dari sekadar hasil perlombaan. Pengalaman, persaudaraan, dan semangat pembinaan Al-Qur'an diharapkan ikut dibawa pulang dan dikembangkan di daerah masing-masing.

"Semoga dalam penyelenggaraan MTQ ini, kesibukan kita terhadap Al-Qur'an mengijabahi doa-doa kita bersama," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article