Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

750 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Keracunan MBG, Gus Yasin: SOP Dilewati, Ditutup!

Kab. Rembang
750 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Keracunan MBG, Gus Yasin: SOP Dilewati, Ditutup!
SMA Negeri 1 Lasem Rembang (www.smanela.sch.id)
  • Sebanyak 750 siswa SMA Negeri 1 Lasem, Rembang, mengalami keracunan MBG. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan penanganan medis dan mengirim tim investigasi.

  • Pemerintah menyoroti dugaan SOP SPPG dilanggar, termasuk saat pengelolaan bahan baku dari lemari pendingin. Jika pelanggaran disengaja terbukti, SPPG dapat dilaporkan untuk ditutup.

  • Kasus ini akan dievaluasi bersama BGN karena keracunan MBG berulang dan dinilai sebagai kejadian luar biasa. Pemerintah tetap menekankan tujuan program untuk perbaikan gizi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rembang, IDN Times - Kejadian keracunan MBG yang dialami sebanyak 750 siswa SMA Negeri 1 Lasem Rembang akan menjadi bahan evaluasi secara keseluruhan. Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengungkapkan pihaknya sedang menurunkan tim investigasi untuk mengetahui penyebab keracunan di SMA 1 Lasem Rembang. 

"Untuk kejadian di Rembang yang jelas hari ini kita pastikan dulu, untuk penanganan yang keracunan harus dibawa ke rumah sakit. Ini tentu jadi evaluasi pengawasan kita sebagai kepala daerah mengawasi MBG ini," kata Gus Yasin usai paripurna DPRD Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (3/9/2026). 

Gus Yasin menyoroti pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari SPPG di Lasem apakah dijalankan atau justru sengaja diabaikan. 

Sebab ia menduga dengan banyaknya siswa SMA 1 Lasem yang keracunan massal, bisa jadi ada indikasi kelalaian petugas SPPG saat mengeluarkan bahan baku dari almari pendingin. 

"Biasanya kalau ada kasus keracunan, SOP-nya dilewati, apakah dari mengeluarkan (bahan baku) di lemari pendingin atau gimana. Kalau indikasi SOP ini disengaja dilewati maka akan dilaporkan untuk ditutup. Kalau SOP tidak dijalankan akan kita sanksi," tegasnya. 

Menurutnya proses evaluasi akan dikerjakan menyeluruh. Karena kasus keracunan MBG sudah terjadi berulang kali. 

Akan tetapi pihaknya akan mengkaji ulang bersama BGN seperti apa tindakan ke depan karena keracunan MBG sudah jadi bagian kejadian luar biasa. 

"Setiap program ada oknumnya. Sekarang gini ya kejadian luar biasa memang musti dievaluasi, hanya saja ini tidak setiap hari terjadi. Nanti akan kita investigasi. Jadi akan didampingi untuk investigasi ke lokasinya," paparnya. 

Soal apakah siswa boleh menolak MBG karena khawatir keracunan, Gus Yasin beralasan ini jadi program pemerintah pusat untuk perbaikan gizi. Ketentuan siswa menolak harus ada dasarnya. 

"Ketentuannya kan harus berikan pintu untuk buka akses itu ya. Karena pemerintah upayakan perbaikan gizi. Kita komunikasikan jangan sampai sekolah menolak tapi siswanya menerima," ujarnya. 

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More