Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Semarang mengingatkan warga untuk mewaspadai paparan kabut asap dari kebakaran TPA Jatibarang. Warga di wilayah terdampak diminta tidak hanya memperhatikan bau atau jarak pandang, tetapi juga potensi paparan partikulat halus yang terkandung dalam asap.
Kabut Asap TPA Jatibarang, Ini yang Perlu Diwaspadai Warga Semarang

1. Minimalkan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, prioritas utama saat ini adalah mempercepat pengendalian dan pemadaman kebakaran di sumbernya sekaligus meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Prioritas utama saat ini adalah mengendalikan dan memadamkan kebakaran secepat mungkin pada sumbernya, sekaligus melindungi masyarakat agar paparan asap dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, asap kebakaran sampah merupakan campuran berbagai partikel dan gas hasil pembakaran. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yakni partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Sebab, terang Hakam, material yang terbakar di TPA dapat beragam. Maka itu, pihaknya meminta masyarakat menerapkan prinsip kehati-hatian sembari pemerintah melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan kualitas udara.
‘’Langkah utama yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengurangi paparan asap sebanyak mungkin. Warga yang berada di wilayah terdampak asap dianjurkan sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat,’’ katanya.
2. Gunakan respirator partikulat bagi yang beraktivitas di luar
Jika asap cukup terasa di lingkungan rumah, masyarakat dapat menutup pintu dan jendela agar udara dari luar tidak banyak masuk selama kondisi memungkinkan.
Bagi rumah yang menggunakan pendingin udara, masyarakat dapat mengaktifkan mode resirkulasi apabila fitur tersebut tersedia.
Sementara, bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan saat kondisi berasap, Hakam menyarankan penggunaan respirator partikulat seperti N95 atau yang setara dan terpasang dengan baik.
Namun, respirator partikulat tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh jenis gas yang mungkin terdapat dalam asap.
“Karena itu, mengurangi waktu dan intensitas paparan tetap merupakan langkah perlindungan yang utama,” ujarnya.
3. Kelompok rentan lebih diperhatikan
Dinkes Semarang juga meminta perhatian lebih diberikan kepada kelompok yang berpotensi lebih rentan terhadap paparan asap. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya.
Hakam juga meminta informasi mengenai kondisi asap dan langkah perlindungan kesehatan menjangkau sekolah, tempat penitipan anak, fasilitas lansia, fasilitas pelayanan kesehatan, pekerja lapangan, serta warga yang tinggal paling dekat dengan wilayah terdampak.
Selanjutnya, masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi tubuh selama kabut asap masih terjadi. Beberapa keluhan yang dapat muncul akibat paparan asap antara lain mata dan tenggorokan terasa perih, batuk, sakit kepala, mengi, hingga sesak napas.
4. Cari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan
Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Hakam.
Menurut dia, penanganan kebakaran TPA Jatibarang harus berjalan bersamaan dengan pemantauan kondisi lingkungan dan kualitas udara, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta komunikasi publik.
“Tujuan kita bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan bahwa selama proses penanganan berlangsung, risiko kesehatan masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin melalui tindakan yang cepat, terkoordinasi, berbasis data, dan disertai komunikasi publik yang jelas,” tandas Hakam.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Api Mulai Mengecil, Asap TPA Jatibarang Meluas hingga Permukiman Warga01 Oct 2026, 12:15 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- TPA Jatibarang Terbakar, Para Perosok Selamatkan Barang Berharga01 Oct 2026, 10:19 WIB