Patung R Soetedja yang terbuat dari fiber tertancap gagah merupakan komponis yang mendapat pembelajaran di Italia, Rabu (21/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Raden Soetedja Poerwodibroto lahir di Banyumas pada 15 Oktober 1909. Ia dikenal sebagai komponis dan musisi yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan musik Indonesia, khususnya musik keroncong.
Berdasarkan arsip sejarah yang dipublikasikan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Banyumas, bakat musik Soetedja sudah terlihat sejak kecil. Ia gemar memainkan berbagai benda di lingkungan tempat tinggalnya hingga akhirnya mendapat dukungan untuk mengembangkan kemampuan bermusik.
Soetedja kemudian menempuh pendidikan musik di Konservatori Musik Roma, Italia. Pengalaman tersebut turut membentuk perjalanan kariernya sebagai komponis.
Salah satu karya yang paling dikenal adalah Di Tepinya Sungai Serayu. Lagu ini berkaitan erat dengan Sungai Serayu yang menjadi salah satu lanskap penting di wilayah Banyumas.
Selain lagu tersebut, Soetedja juga menciptakan sejumlah karya, antara lain Tidurlah Intan, Melati Pesanku, Selamat Berjuang, Keroncong Senja, dan Hamba Menyanyi.
Kariernya tidak berhenti sebagai pencipta lagu. Pada 1946, ia tercatat menjabat sebagai Direktur Musik RRI Purwokerto. Ia juga terlibat dalam perkembangan orkes musik di Jakarta serta bergabung dengan Korps Musik Angkatan Udara Republik Indonesia.
Soetedja wafat di Jakarta pada 12 April 1960 dalam usia 50 tahun. Namanya tetap dikenang di tanah kelahirannya, salah satunya melalui penamaan Taman Budaya Soetedja di Purwokerto.
Jejak sejarah tersebut memperlihatkan bahwa Soetedja bukan hanya pencipta lagu yang dikenal masyarakat Banyumas, melainkan juga bagian dari perjalanan perkembangan musik Indonesia.