Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karding Perintahkan Barantin Jateng Perketat Pemetaan Pengawasan
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding berbicara dalam Forum Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara) di Kantor Barantin Jawa Tengah, Madukoro Semarang, Sabtu, (22/8/2026). (IDN Times/Dok Humas Barantin Jateng)
  • Kepala Barantin Abdul Kadir Karding meminta Barantin Jawa Tengah memperketat pemetaan risiko pengawasan untuk mencegah penyimpangan dan hambatan operasional sejak dini.

  • Setiap UPT diminta mengidentifikasi potensi masalah, menyusun mitigasi berdasarkan tingkat risiko, serta membuat profil risiko pelaku usaha, komoditas, asal, dan jalur pengawasan.

  • Penguatan SPIP Terintegrasi Regional Jawa ditujukan menyamakan standar antar-UPT, mendukung tata kelola transparan dan akuntabel, serta menjaga pelayanan karantina yang profesional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
saat ini

Barantin Jawa Tengah diminta memperketat pemetaan risiko pengawasan untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Barantin Jawa Tengah diminta memperketat pemetaan risiko pengawasan melalui kegiatan SPIP Terintegrasi Regional Jawa untuk mencegah penyimpangan dan hambatan operasional dalam tugas karantina.
  • Who?
    Kepala Barantin Abdul Kadir Karding memberi arahan kepada Barantin Jawa Tengah dan setiap unit pelaksana teknis. Kepala Balai Karantina Jawa Tengah Mustaqim turut menyampaikan tujuan kegiatan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di lingkungan Barantin Jawa Tengah dan melibatkan unit pelaksana teknis di wilayah Jawa.
  • When?
    Arahan Karding disampaikan dalam keterangan yang diterima pada Kamis, 15 Oktober 2026, saat kegiatan SPIP Terintegrasi Regional Jawa.
  • Why?
    Pemetaan risiko dilakukan agar potensi masalah dapat dikenali lebih dini, sumber daya digunakan efektif, serta kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan karantina tetap terjaga.
  • How?
    Setiap UPT diminta mengidentifikasi potensi masalah, menyusun mitigasi sesuai tingkat risiko, menganalisis dan merekap persoalan, serta membuat matriks dan profil risiko pengawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Karding meminta Barantin Jawa Tengah lebih teliti melihat bahaya sebelum masalah datang. Petugas diminta mencari hal yang bisa jadi masalah saat memeriksa hewan, ikan, dan tumbuhan. Barang, orang usaha, atau jalur yang lebih berisiko akan diawasi lebih banyak. Sekarang mereka sedang menyamakan cara kerja supaya layanan karantina lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penguatan pemetaan risiko di Barantin Jawa Tengah menunjukkan pergeseran kerja yang lebih antisipatif dan terarah. Dengan menyamakan pendekatan antar-unit, menetapkan prioritas berdasarkan tingkat risiko, serta menyiapkan mitigasi sejak awal, pelaksanaan karantina berpeluang menggunakan sumber daya secara lebih efektif sambil menjaga pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Badan Karantina Indonesia (Barantin) Jawa Tengah saat ini diminta memperketat pemetaan resiko pengawasan untuk mengantisipasi masalah yang ditimbulkan di kemudian hari. 

Secara khusus, dalam kegiatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Regional Jawa di Barantin Jateng, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, pengelolaan risiko diperlukan agar organisasi tidak hanya bergerak setelah persoalan muncul.

“Melalui kegiatan ini, pengelolaan risiko diharapkan tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan yang telah terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan maupun hambatan operasional,” ujar Karding dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (15/10/2026).

Pemetaan resiko bisa bikin sumber daya bergerak efektif

Kepala Barantin Pusat Abdul Kadir Karding memasuki long room bongkar muat peti kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia mengaku adanya pemetaan risiko yang baik dapat membantu organisasi menggunakan sumber daya lebih efektif sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan tugas karantina.

Dalam kegiatan tersebut, setiap UPT diminta mengidentifikasi potensi masalah yang dapat muncul dalam pelaksanaan tugas, kemudian menyusun langkah mitigasi berdasarkan tingkat risikonya.

Pembahasan mencakup analisis risiko, rekapitulasi persoalan, hingga penyusunan matriks yang digunakan untuk menentukan prioritas penanganan.

Barantin Jateng diminta kenali profil resiko

Ruangan dek KM Kirana terlihat ada tumpukan kotak berisi ratusan burung. (IDN Times/Dok Humas Barantin Jateng)

Barantin juga diminta menyusun profil risiko yang berkaitan dengan pelaku usaha, jenis media pembawa, tingkat risiko komoditas, negara maupun daerah asal, tindakan karantina, serta aspek pengawasan dan pengendalian.

Komoditas, pelaku usaha, maupun jalur yang memiliki tingkat risiko lebih 

tinggi dapat memperoleh perhatian dan pengawasan yang lebih besar sesuai hasil pemetaan.

Karding mengatakan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola Barantin yang menjalankan fungsi perkarantinaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Menurut dia, budaya sadar risiko perlu diterapkan dalam seluruh proses organisasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pengawasan, hingga evaluasi.

Dengan demikian, potensi hambatan dapat dikenali sebelum berkembang menjadi persoalan yang memengaruhi pelayanan maupun pelaksanaan tugas karantina.

Jadi sarana menyamakan pemahaman antar UPT

Tim gakkum Barantin Jateng menggerebek truk bermuatan bawang mehrah g

Kepala Balai Karantina Jawa Tengah Mustaqim mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman antar-UPT di wilayah Jawa dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko.

Kesamaan pendekatan dinilai penting agar standar pengendalian intern dapat diterapkan secara lebih konsisten di setiap unit kerja.

Barantin berharap penguatan SPIP Terintegrasi dapat mendukung tata kelola organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.

Pengendalian risiko yang lebih sistematis juga diharapkan membantu petugas menjalankan fungsi perlindungan sumber daya hayati sekaligus memastikan pelayanan karantina berjalan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article