Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kepala Pusat Barantin Dorong Karantina Semarang Transparan dan Sat-set

Kota Semarang
Kepala Pusat Barantin Dorong Karantina Semarang Transparan dan Sat-set
Kepala Badan Pusat Karantina Pertanian Hewan Tumbuhan Abdul Kadir Karding didampingi Kepala Barantin Jateng saat cek kondisi bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kepala Barantin Abdul Kadir Karding meninjau penerapan SSm JI-QC di TPFT Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, untuk memastikan integrasi pemeriksaan karantina dan bea cukai berjalan efektif.
  • Sistem pemeriksaan terpadu berbasis digital dinilai memangkas waktu pemeriksaan impor dan biaya logistik, sambil mendorong layanan pelabuhan yang cepat, transparan, serta akuntabel.
  • Barantin menegaskan percepatan logistik harus sejalan dengan penguatan biosekuriti; sistem ini juga mendapat penilaian positif dalam monitoring dan evaluasi Stranas PK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding meninjau langsung implementasi Single Submission Joint Inspection–Quarantine Customs (SSm JI-QC) di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Sistem pemeriksaan terpadu antara karantina dan bea cukai tersebut dinilai mampu memangkas waktu pemeriksaan barang impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses bisnis pelayanan karantina sekaligus memastikan integrasi pemeriksaan lintas instansi berjalan efektif.

Karding mengatakan keberhasilan implementasi sistem tersebut menjadi contoh bagaimana digitalisasi mampu mempercepat pelayanan tanpa mengurangi kualitas pengawasan.

"Upaya peningkatan efisiensi ini akan terus kami dorong demi mendukung kelancaran logistik nasional. Keberhasilan implementasi SSm JI-QC bergantung pada sinergi yang solid antara Karantina, Bea Cukai, pengelola terminal, dan seluruh entitas pelabuhan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel," kata Karding usai peninjauan, Semarang, Rabu, (5/8/2026).

Menurutnya, transformasi layanan karantina harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem biosekuriti sehingga percepatan arus logistik tidak mengurangi efektivitas pengawasan terhadap komoditas yang keluar maupun masuk Indonesia.

Senada, Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jateng Riswan menambahkan, efisiensi pelayanan tersebut juga memperoleh penilaian positif dalam monitoring dan evaluasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

"Penerapan sistem SSm JI-QC impor di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan kegiatan ekspor di Depo Fumigasi Ampenan Pelabuhan Tanjung Emas telah terbukti memangkas waktu pemeriksaan (dwelling time) serta menekan biaya logistik pengguna jasa," jelas Riswan.

Dalam kunjungan tersebut, Karding bersama jajaran juga meninjau berbagai tahapan pemeriksaan karantina terhadap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More