Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Gunung Lawu Diduga Kuat Ulah Manusia, Ada Jejak di Lokasi
Ilustrasi Kebakaran Hutan. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Kebakaran hutan di Gunung Lawu meluas akibat angin kencang, dengan BPBD Jawa Tengah mencatat 36 titik kebakaran, mayoritas berada di perbatasan Jawa Timur.

  • BPBD menduga kuat kebakaran dipicu ulah manusia setelah menemukan jejak pembakaran untuk pembuatan arang di lokasi kejadian.

  • Upaya pemadaman terkendala medan terjal di ketinggian sekitar 2.000 mdpl, asap dan awan tebal, serta cuaca buruk yang membatasi operasi helikopter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
beberapa hari terakhir

Sebanyak 36 titik lahan hutan di wilayah Gunung Lawu terbakar.

20 Oktober 2026

BPBD Jawa Tengah menyatakan kebakaran di Gunung Lawu sulit dijangkau karena berada di ketinggian sekitar 2.000 Mdpl. Kebakaran diduga kuat akibat ulah manusia setelah ditemukan bekas pembakaran untuk pembuatan arang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan di Gunung Lawu meluas dan mencakup 36 titik lahan terbakar. BPBD Jawa Tengah menduga kuat kebakaran dipicu aktivitas manusia setelah menemukan bekas pembakaran untuk pembuatan arang.
  • Who?
    BPBD Jawa Tengah, dipimpin Kepala BPBD Bergas Catursasi Penanggungan, menangani kebakaran. Personel BPBD melakukan penelusuran dan pemadaman di lapangan.
  • Where?
    Titik kebakaran berada di kawasan Gunung Lawu, sekitar ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, dengan mayoritas lokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • When?
    Kebakaran terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi dan upaya penanganan disampaikan BPBD Jawa Tengah pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Kebakaran diduga kuat akibat ulah manusia. Personel menemukan titik pembakaran yang berkaitan dengan pembuatan arang di kawasan Gunung Lawu.
  • How?
    Api meluas akibat angin kencang. Pemadaman darat terkendala medan terjal, sedangkan pemadaman udara terhambat awan dan asap tebal; helikopter baru melakukan dua kali water bombing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar hutan di Gunung Lawu di 36 tempat. Angin kencang membuat api makin besar. Petugas BPBD bilang mungkin ada orang yang membuat api untuk arang. Tempatnya tinggi dan jalannya curam. Helikopter sulit membantu karena asap dan awan tebal. Sekarang petugas masih mencoba memadamkan api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah medan terjal, asap pekat, dan cuaca yang membatasi akses, upaya penanganan tetap berjalan melalui pemadaman darat serta water bombing yang telah dilakukan dua kali. Penelusuran personel juga menemukan jejak pembakaran arang, sehingga dugaan penyebab kebakaran memiliki dasar yang lebih jelas bagi penanganan di lokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karanganyar, IDN Times - Lokasi kebakaran di Gunung Lawu semakin meluas karena terdampak hembusan angin yang kencang serta areal lokasi kejadian yang sulit dijangkau. BPBD Jawa Tengah menyatakan terdapat 36 titik lahan hutan wilayah Gunung Lawu yang terbakar beberapa hari terakhir. 

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, lokasi kebakaran di Gunung Lawu sampai saat ini sulit dijangkau dari jalur darat maupun jalur udara lantaran kobaran api berada di ketinggian 2.000 Mdpl. 

"Lokasi kebakarannya di Lawu kira-kira 2.000 Mdpl. Awannya juga tebal, asapnya juga tebal," ujar Bergas saat dikontak, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan penelusuran personelnya, pihaknya mendapat informasi bahwa ada 36 titik hotspot atau titik kebakaran di Gunung Lawu. 

Mayoritas lokasi kebakaran berada tepat di perbatasan dengan Jawa Timur.

Pihaknya menduga kuat kebakaran hutan Gunung Lawu disebabkan ulah manusia. Sebab saat personel berusaha memadamkan api, ditemukan bekas pembakaran di lokasi kejadian. "Ditemukan titik pembakaran pembuatan arang Lawu. Artinya ini tetap disebabkan human error," sambungnya. 

Ia mengakui sulitnya akses menuju lokasi kebakaran membuat penanganan di Gunung Lawu tidak bisa dilakukan maksimal. 

Pihaknya telah berusaha mengoperasikan helikopter untuk memadamkan api menggunakan water booming. Akan tetapi jarak pandang helikopter terhalang asap kebakaran yang pekat. 

"Di Lawu tetap (diupayakan) water booming, tapi saat heli terbang di sana, kami terkendala visualnya karena asap kebakaran sangat pekat," jelas Bergas. 

Untuk pemadaman jalur darat, katanya juga sempat dilakukan namun akses jalan dari jalur pendakian Cemoro Kandang menuju titik hotspot berdasarkan pengakuan sejumlah personel BPBD tergolong terjal. 

"Karena jalur daratnya juga elevasinya tinggi, berlembah-lembah, terjal. Sedangkan kalau pakai heli kondisinya tertutup awan. Jadinya kota baru laksanakan dua kali water booming. Ini mau tiga kalinga tapi terhambat cuaca dan angin kencang," paparnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article