Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)
Mahendra mengungkapkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik baik mobil listrik maupun sepeda motor listrik sebetulnya bagus karena fasilitas yang tersedia saat ini cukup memadai.
"Animo masyarakat memang cukup baik di tahun ini ketimbang tahun kemarin. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberlakukan pajak 0 persen untuk kepemilikan kendaraan listrik," ujar Mahendra.
Berdasarkan catatan dari Dinas ESDM Jateng, pada Triwulan I 2026 penjualan motor listrik sebanyak 17.988 unit sedangkan penjualan mobil listrik sebanyak 4.446 unit.
Memasuki Triwulan II 2026 penjualan motor listrik bergerak naik sebanyak 21.658 unit sementara penjualan mobil listrik sebanyak 7.090 unit.
Kemudian menginjak Triwulan III 2026 penjualan motor listrik juga melesat sebanyak 25.904 unit sementara penjualan mobil listrik yakni 9.925 unit.
Peningkatan penjualan kendaraan listrik yang cukup signifikan, katanya juga sejalan dengan jumlah SPKLU yang telah terpasang di 35 kabupaten/kota. Total perangkat SPKLU saat ini ada 318 unit.
"Kondisi ini juga didorong sarana infrastruktur kendaraan listrik juga sudah tersedia di banyak lokasi. Dari data yang kami miliki jumlah SPKLU se-Jawa Tengah ada 318 titik. Di tiap kabupaten Kota semuanya punya SPKLU. Termasuk di ruas tol Brebes sampai Solo juga punya SPKLU dari arah barat sampai timur," tuturnya.