Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kendaraan Listrik Laris, Motor Listrik Jadi Primadona di Klaten
ilustrasi safety riding naik motor listrik (Dok. IDN Times)
  • Penjualan kendaraan listrik di Jawa Tengah meningkat sepanjang Januari-September 2026, dengan motor listrik paling laris di Klaten sebanyak 448 unit karena kondisi wilayah yang mayoritas datar.

  • Penjualan mobil listrik tertinggi tercatat di Kota Semarang sebanyak 7.447 unit, disusul Kabupaten Kudus 1.856 unit dan Kota Solo 1.438 unit.

  • Jawa Tengah memiliki 318 SPKLU di 35 kabupaten/kota; peningkatan minat juga didukung pajak kendaraan listrik 0 persen serta kewajiban parkir listrik di pusat belanja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun 2022

Inpres Nomor 27 Tahun 2022 meminta instansi pemerintah menggunakan kendaraan listrik.

Tahun 2023

SE Gubernur Jateng Tahun 2023 mewajibkan pusat perbelanjaan menyediakan parkir kendaraan listrik.

Triwulan I 2026

Penjualan motor listrik di Jawa Tengah mencapai 17.988 unit, sedangkan mobil listrik 4.446 unit.

Triwulan II 2026

Penjualan motor listrik naik menjadi 21.658 unit dan mobil listrik mencapai 7.090 unit.

Triwulan III 2026

Penjualan motor listrik mencapai 25.904 unit, sementara mobil listrik sebanyak 9.925 unit.

Januari-September 2026

Penjualan kendaraan listrik di Jawa Tengah meningkat. Klaten mencatat penjualan motor listrik terbanyak dengan 448 unit.

tahun ini

Animo masyarakat terhadap kendaraan listrik dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Penjualan mobil listrik tertinggi tercatat di Kota Semarang sebanyak 7.447 unit.

saat ini

Terdapat 318 SPKLU di Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penjualan kendaraan listrik di Jawa Tengah meningkat pada Januari-September 2026, dengan Klaten mencatat penjualan motor listrik tertinggi sebanyak 448 unit.
  • Who?
    Dinas ESDM Jawa Tengah, Mahendra Dwi Atmoko, masyarakat pengguna kendaraan listrik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pusat perbelanjaan, dan instansi pemerintah terlibat dalam perkembangan ini.
  • Where?
    Jawa Tengah, terutama Kabupaten Klaten untuk penjualan motor listrik dan Kota Semarang untuk penjualan mobil listrik terbanyak.
  • When?
    Data penjualan mencakup Januari hingga September 2026. Mahendra Dwi Atmoko menyampaikan keterangan di Semarang pada Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Why?
    Motor listrik diminati di Klaten karena kondisi jalan mayoritas datar. Minat kendaraan listrik juga didukung SPKLU, pajak kepemilikan kendaraan listrik 0 persen, dan kebijakan penyediaan parkir.
  • How?
    Penjualan meningkat seiring tersedianya 318 SPKLU di 35 kabupaten/kota, termasuk ruas tol Brebes-Solo, serta penerapan kewajiban parkir kendaraan listrik di pusat perbelanjaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor listrik banyak dibeli di Klaten, Jawa Tengah. Dari Januari sampai September 2026, ada 448 motor listrik terjual di sana. Jalan di Klaten banyak yang datar, jadi motor listrik mudah dipakai. Di Semarang, mobil listrik paling banyak terjual. Sekarang Jawa Tengah punya 318 tempat isi listrik kendaraan. Mall juga harus punya parkir untuk kendaraan listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lonjakan minat kendaraan listrik di Jawa Tengah menunjukkan ekosistem penggunaannya kian mudah dijangkau. Klaten menonjol melalui penjualan motor listrik yang sesuai dengan karakter jalan setempat, sementara 318 SPKLU di seluruh kabupaten/kota, insentif pajak nol persen, serta kewajiban parkir kendaraan listrik di pusat perbelanjaan memberi dukungan nyata bagi mobilitas masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Aktivitas penjualan kendaraan listrik di wilayah Jawa Tengah sepanjang periode Januari-September 2026 mengalami peningkatan menyusul adanya fasilitas SPKLU yang tersedia merata di tiap kabupaten/kota.

Bahkan, Kabupaten Klaten mencatat penjualan motor listrik paling banyak ketimbang kabupaten/kota lainnya.

1. Dinas ESDM Jateng catat 448 motor listrik terjual di Klaten

Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jateng Mahendra Dwi Atmoko. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jawa Tengah, Mahendra Dwi Atmoko, mengatakan di Klaten penjualan motor listrik lumayan laris karena masyarakat setempat menganggap penggunaan motor listrik cukup fleksibel di medan jalan yang landai.

Di Klaten dari Januari sampai September 2026 motor listrik sudah terjual sebanyak 448 unit.

"Di Klaten penjualan motor listrik tinggi karena daerahnya mayoritas datar dan hanya sedikit yang perbukitan. Terkait fasilitas di sana juga sama saja kayak daerah lainnya," ujarnya, kepada IDN Times di lantai dua kantornya Jalan Madukoro Kecamatan Semarang Barat, Kamis (8/10/2026). 

2. Penjualan mobil listrik paling banyak di Semarang

CEO Indomobil Group melihat interior mobil listrik. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Di samping itu, penjualan motor listrik juga laris di Kota Semarang, Kota Solo. "Itu berdasarkan catatan pengajuan nopol yang terdaftar di Pemprov Jateng," jelasnya.

Sementara dari pendataan tahun ini, pihaknya mendapati fakta untuk penjualan mobil listrik paling banyak terjadi di Kota Semarang yaitu 7.447 unit, Kota Solo yakni 1.438 unit dan Kabupaten Kudus yakni 1.856 unit.

3. Sudah tersedia 318 SPKLU

Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)

Mahendra mengungkapkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik baik mobil listrik maupun sepeda motor listrik sebetulnya bagus karena fasilitas yang tersedia saat ini cukup memadai. 

"Animo masyarakat memang cukup baik di tahun ini ketimbang tahun kemarin. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberlakukan pajak 0 persen untuk kepemilikan kendaraan listrik," ujar Mahendra.

Berdasarkan catatan dari Dinas ESDM Jateng, pada Triwulan I 2026 penjualan motor listrik sebanyak 17.988 unit sedangkan penjualan mobil listrik sebanyak 4.446 unit. 

Memasuki Triwulan II 2026 penjualan motor listrik bergerak naik sebanyak 21.658 unit sementara penjualan mobil listrik sebanyak 7.090 unit. 

Kemudian menginjak Triwulan III 2026 penjualan motor listrik juga melesat sebanyak 25.904 unit sementara penjualan mobil listrik yakni 9.925 unit. 

Peningkatan penjualan kendaraan listrik yang cukup signifikan, katanya juga sejalan dengan jumlah SPKLU yang telah terpasang di 35 kabupaten/kota. Total perangkat SPKLU saat ini ada 318 unit.

"Kondisi ini juga didorong sarana infrastruktur kendaraan listrik juga sudah tersedia di banyak lokasi. Dari data yang kami miliki jumlah SPKLU se-Jawa Tengah ada 318 titik. Di tiap kabupaten Kota semuanya punya SPKLU. Termasuk di ruas tol Brebes sampai Solo juga punya SPKLU dari arah barat sampai timur," tuturnya.

4. Pemprov Jateng wajibkan mal punya parkiran kendaraan listrik

Wuling Motors memperkenalkan dua mobil listrik terbarunya, New Air EV dan New Cloud EV pada pameran di Atrium Pollux Paragon Mal, Semarang pada 12–16 Maret 2025. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Lebih lanjut lagi, ketersediaan infrastruktur kendaraan listrik selaras dengan kebijakan yang dirancang Pemprov Jateng. Sesuai SE Gubernur Jateng Tahun 2023, menurutnya  setiap pusat perbelanjaan diwajibkan  menyediakan tempat parkir kendaraan listrik. 

Tak cuma itu saja, sesuai Inpres Nomor 27 Tahun 2022, masing-masing instansi pemerintah juga diminta menggunakan kendaraan listrik. 

"Harapan kami dengan partisipasi masyarakat menggunakan kendaraan listrik secara otomatis bisa mengurangi sedikit dana subsidi dari BBM. Karena pasti beban subsidi bahan bakar akan berkurang kalau warganya pakai kendaraan listrik," terangnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article