Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nalendra, Petani Binaan Unnes Semarang Ajak Warga Kazakhstan Cicipi Kopi Jateng

Kota Semarang
3 min read
Nalendra, Petani Binaan Unnes Semarang Ajak Warga Kazakhstan Cicipi Kopi Jateng
Nalendra mempersilakan pengunjung Astana Expo di Kazakhstan mencicipi kopi volcano khas Jateng. (IDN Times/Dok PUI PT Pascapanen Unnes)
  • Nalendra, mahasiswa Unnes dan pengelola Nestra Coffee, memperkenalkan Volcano Coffee dari Jawa Tengah melalui sesi cupping di Astana Coffee Expo 2026, Kazakhstan.

  • Interaksi di pameran menjadi validasi pasar: warga Kazakhstan cenderung menyukai kopi medium roast yang bercita rasa lebih mild dan lembut.

  • Temuan tersebut akan mendukung pengembangan produk, roasting, dan branding kopi Jateng, sekaligus memperluas peran generasi muda dalam kewirausahaan kopi lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Hari-harinya giat kuliah. Namun disisi lain Nalendra telaten menekuni bisnis kopi. Bisnis kopinya yang punya brand Nestra Coffee saat ini menjadi startup binaan PUI PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) Unnes. 

Dengan ketekunannya menggeluti bisnis kopi, Nalendra bersama PUI PT Pasca Panen Unnes pun memperkenalkan produk kopinya sampai ke Astana Kazakhstan. 

Saat kegiatan Astana Coffee Expo 2026 belum lama ini, Nalendra memperkenalkan kopi Jawa Tengah yang dikenal dengan Volcano Coffee melalui sesi coffee cupping kepada masyarakat dan pelaku industri kopi setempat. 

"Petani muda harus mulai memahami bahwa kopi bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan biji kopi, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai dan memperkenalkannya kepada konsumen,” katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (21/9/2026).

Sesi coffee cupping atau acara mencicipi kopi menjadi salah satu momentum penting untuk memperkenalkan karakter kopi Jawa Tengah secara langsung di Kazakhstan. 

Setiap pengunjung pameran Astana Expo dapat mengetahui aroma, flavor, tingkat keasaman, body, aftertaste, dan keseimbangan rasa kopi. egiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari market validation untuk memahami karakter kopi yang sesuai dengan preferensi pasar Kazakhstan. 

Salah satu temuan penting dari interaksi tersebut yakni kecenderungan warga Kazakhstan menyukai kopi dengan rasa roasting medium. 

Profil medium roast menghasilkan karakter rasa yang lebih mild, lembut, dan relatif mudah diterima dibandingkan profil sangrai yang lebih gelap dengan karakter rasa yang lebih kuat.

Temuan tersebut menjadi masukan penting bagi Nestra Coffee dan pengembangan Kopi Jawa Tengah untuk pasar Kazakhstan. Preferensi konsumen dapat menjadi dasar dalam menentukan profil roasting, karakter rasa, pengembangan produk, hingga strategi branding. 

"Kami menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kopi Indonesia sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam regenerasi petani, kewirausahaan, dan hilirisasi komoditas kopi," jelasnya. 

Melalui Nestra Coffee, Nalendra tidak hanya berperan sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai generasi muda yang mulai membangun bisnis kopi dengan menghubungkan aktivitas produksi sampai kebutuhan pasar.

Keterlibatan Nestra Coffee di Astana Coffee Expo menjadi kesempatan untuk membawa produk kopi yang dikembangkan oleh generasi muda Indonesia ke lingkungan industri internasional.

Adapun konsep Volcano Coffee membawa narasi mengenai kopi yang tumbuh di kawasan pegunungan Jawa Tengah. Aspek asal geografis, lingkungan tumbuh, ketinggian, tanah vulkanik, varietas, serta proses pascapanen menjadi bagian dari cerita yang dapat memperkuat origin branding kopi Indonesia.

Bagi pasar global, origin, traceability, sustainability, dan cerita petani merupakan bagian penting dalam membangun nilai produk kopi. 

Sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Unnes, ia setidaknya bisa menggabungkan pengetahuan akademik dengan praktik pertanian dan bisnis.

Keikutsertaan Nalendra melalui Nestra Coffee, startup binaan PUI PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) Unnes, dalam Astana Coffee Expo 2026 menjadi contoh konkret kontribusi generasi muda terhadap pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 8, khususnya dalam mendorong kewirausahaan, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas lokal. 

Kazakhstan yang memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan Asia Tengah dan bagian dari Eurasian Economic Union (EAEU) memberikan ruang bagi kopi Jawa Tengah untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More