Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ombudsman Jateng Desak SPPG Tuntaskan Keracunan MBG di Batang
Kepala Ombudsman Jateng Siti Farida berbicara dengan Kepala SPPG Bawang. (IDN Times/Dok Humas Ombudsman Jateng)
  • Ombudsman Jawa Tengah mendesak pengelola SPPG di Batang menuntaskan penanganan dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa dan lansia di Kecamatan Bawang.

  • Jika pemeriksaan membuktikan penyebab berasal dari MBG, Ombudsman menilai pengelola SPPG perlu bertanggung jawab karena kejadian tersebut dianggap maladministrasi yang merugikan penerima manfaat.

  • Sampel sedang diuji di laboratorium Yogyakarta; Pemkab Batang membentuk Satgas MBG, menanggung biaya perawatan korban, dan diminta memperkuat respons serta edukasi masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (7/10/2026)

Ombudsman Jawa Tengah mendesak pengelola SPPG di Kabupaten Batang menuntaskan penanganan keracunan MBG di Kecamatan Bawang. Ombudsman menilai SPPG perlu bertanggung jawab apabila pemeriksaan membuktikan penyebabnya berasal dari MBG.

saat ini

Sampel terkait dugaan keracunan telah diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta. Pemkab Batang membentuk Satgas MBG dan menanggung biaya perawatan korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ombudsman Jawa Tengah mendesak pengelola SPPG di Kabupaten Batang menuntaskan penanganan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis yang dialami ratusan siswa dan lansia di Kecamatan Bawang.
  • Who?
    Kepala Ombudsman Jawa Tengah Siti Farida, pengelola SPPG, Pemerintah Kabupaten Batang, Satgas MBG, puskesmas, RSUD Batang, serta ratusan siswa dan lansia terdampak terlibat dalam penanganan kejadian.
  • Where?
    Kejadian keracunan terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sampel terkait dugaan keracunan diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta.
  • When?
    Desakan Ombudsman disampaikan Siti Farida pada Rabu, 7 Oktober 2026. Hasil pemeriksaan sampel penyebab dugaan keracunan hingga saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • Why?
    Ombudsman menilai kejadian tersebut dapat menjadi maladministrasi apabila pemeriksaan membuktikan penyebabnya berasal dari MBG, sehingga pengelola SPPG perlu memikul tanggung jawab atas produk yang dikeluarkan.
  • How?
    Pemkab Batang membentuk Satgas MBG untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti kejadian. Puskesmas serta RSUD menangani korban, sementara biaya perawatan di fasilitas kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Batang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan murid dan orang tua di Bawang, Batang, sakit setelah makan MBG. Ombudsman Jawa Tengah meminta pengelola SPPG bertanggung jawab dan menyelesaikannya. Puskesmas dan rumah sakit sudah cepat menolong orang yang sakit. Sampel makanan sedang diperiksa di laboratorium. Pemerintah Batang juga membayar biaya berobat mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah penanganan kasus di Bawang, respons cepat puskesmas dan RSUD Batang membantu korban memperoleh layanan, sementara biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah. Pembentukan Satgas MBG dan pemeriksaan sampel di laboratorium menunjukkan adanya langkah koordinatif untuk menelusuri kejadian, disertai penegasan tanggung jawab pengelola demi pemenuhan standar penyediaan makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Tim pengawas Ombudsman Jawa Tengah mendesak semua pengelola SPPG di Kabupaten Batang menyelesaikan penanganan kasus keracunan MBG. Penanganan keracunan MBG yang musti diatasi sampI tuntas ialah kejadian ratusan siswa dan lansia yang mengalami keracunan MBG di Kecamatan Bawang. 

Kepala Ombudsman Jawa Tengah, Siti Farida mengungkapkan kejadian keracunan MBG di Kecamatan Bawang merupakan salah satu maladministrasi yang muncul dalam program unggulan Presiden Prabowo. 

"Namun menjadi PR, pemerintah ketika hasil pemeriksaan penyebab kasus kejadian adalah dari MBG maka perlu dikaji adanya tanggung jawab dari pengelola SPPG," ungkapnya kepada IDN Times, Rabu (7/10/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap kejadian keracunan menjadi tanggung renteng atas produk yang dikeluarkan SPPG. Ini, katanya  tidak dapat dihindari. Sehingga menjadi bagian maladministrasi yang merugikan masyarakat maupun perorangan sebgai penerima manfaat. 

Dengan membebankan tanggung jawab penanganan keracunan kepada SPPG, maka setiap SPPG akan lebih berhati-hati dan memenuhi standar penyediaan MBG. 

Dalam kondisi saat ini, ia juga mengingatkan kepada pemda agar terus meningkatkan respons pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan kasus keracunan MBG. 

Ia mengapresiasi langkah cepat beberapa puskesmas dan RSUD Batang dalam memberikan pelayanan sehingga korban keracunan MBG di Bawang dapat tertangani. 

Terkait dugaan kejadian keracunan, saat ini sampel telah dilakukan pemeriksaan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta. 

"Pemerintah Kabupaten Batang telah membentuk Satgas MBG sebagai bagian dari upaya mengantisipasi, mengoordinasikan, dan menindaklanjuti kejadian yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Batang," akunya.

Ia juga mendapat informasi dari Sekda Batang jika masyarakat yang mengalami dampak keracunan MBG dan mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun puskesmas, biaya perawatannya sepenuhnya ditanggung Pemkab Batang. 

"Maka ini pentingnya edukasi kepada penerima manfaat mengenai penanganan, penyimpanan, batas waktu konsumsi, serta risiko memberikan makanan MBG kepada pihak lain," ujarnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article