Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Operasional Disetop, 500 Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Terendam Banjir
IDN Times/Dhana Kencana

Semarang, IDN Times - Tak kurang 500 peti kemas yang berada di lapangan penumpukan Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang terendam banjir. Banjir dipicu luapan air pasang yang menerjang kawasan berikat Pelabuhan Tanjung Emas. 

 

1. Lapangan penumpukan peti kemas juga dihantam banjir

Ilustrasi nelayan melaut dengan latar belakang aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

General Manager TPK Semarang I Nyoman Sudhiarta menyebutkan kini pihaknya terpaksa menghentikan sementara operasional terminal peti kemas lantaran akses jalan ke dalam terminal ikut kebanjiran. 

"Beberapa lokasi di dalam TPK Semarang yang terdampak adalah lapangan penumpukan peti kemas ekspor yang berada di pinggir dermaga dan juga area container freight station," ungkapnya dalam keterangan kepada IDN Times, Selasa (24/5/2022). 

2. TPK berusaha selamatkan nyawa pegawai

IDN Times/Dhana Kencana

Ia berkata penghentian operasional juga untuk menyelamatkan para pegawai terminal peti kemas mengingat alat-alat yang dipakai didominasi menggunakan tenaga listrik. 

Atas dampak tersebut, Nyoman berjanji bakal memberikan perhatian khusus agar kerugian tidak semakin membengkak. 

3. 500 peti kemas kebanjiran

Ilustrasi aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK). (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Terlebih lagi, saat ini terdapat 500 peti kemas berukuran 40 kaki yang tergenang banjir. Ratusan peti kemas itu biasanya rutin digunakan untuk pengiriman barang ekspor maupun impor. 

Selain itu, pihaknya terus berupaya meminimalkan jumlah peti kemas yang terdampak dengan cara memindahkan ke tempat lebih tinggi. 

4. Asosiasi pengusaha ekspor dikontak oleh pihak TPK

Ilustrasi Infrastruktur (Pelabuhan) (IDN Times/Arief Rahmat)

Supaya banjir tidak bertambah tinggi, katanya petugasnya juga memasang beton untuk menahan laju air laut menuju peti kemas.

"Kita akan kembali beroperasi setelah keadaan memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan operasional maupun keselamatan dan kesehatan kerja. TPK Semarang juga secara aktif menginformasikan mengenai perkembangan kejadian ini kepada asosiasi seperti INSA, ALFI, GPEI dan GINSI," terangnya.

Editorial Team

Related Article