Semarang, IDN Times - Tak kurang 500 peti kemas yang berada di lapangan penumpukan Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang terendam banjir. Banjir dipicu luapan air pasang yang menerjang kawasan berikat Pelabuhan Tanjung Emas.

General Manager TPK Semarang I Nyoman Sudhiarta menyebutkan kini pihaknya terpaksa menghentikan sementara operasional terminal peti kemas lantaran akses jalan ke dalam terminal ikut kebanjiran.
"Beberapa lokasi di dalam TPK Semarang yang terdampak adalah lapangan penumpukan peti kemas ekspor yang berada di pinggir dermaga dan juga area container freight station," ungkapnya dalam keterangan kepada IDN Times, Selasa (24/5/2022).
Ia berkata penghentian operasional juga untuk menyelamatkan para pegawai terminal peti kemas mengingat alat-alat yang dipakai didominasi menggunakan tenaga listrik.
Atas dampak tersebut, Nyoman berjanji bakal memberikan perhatian khusus agar kerugian tidak semakin membengkak.
Terlebih lagi, saat ini terdapat 500 peti kemas berukuran 40 kaki yang tergenang banjir. Ratusan peti kemas itu biasanya rutin digunakan untuk pengiriman barang ekspor maupun impor.
Selain itu, pihaknya terus berupaya meminimalkan jumlah peti kemas yang terdampak dengan cara memindahkan ke tempat lebih tinggi.
Supaya banjir tidak bertambah tinggi, katanya petugasnya juga memasang beton untuk menahan laju air laut menuju peti kemas.
"Kita akan kembali beroperasi setelah keadaan memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan operasional maupun keselamatan dan kesehatan kerja. TPK Semarang juga secara aktif menginformasikan mengenai perkembangan kejadian ini kepada asosiasi seperti INSA, ALFI, GPEI dan GINSI," terangnya.