Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Para Napi Kedungpane Lantunkan Surat Ar Rahman Untuk Tenangkan Hati
Seorang pria lansia terlihat khusyuk saat membaca surat Ar Rahman di Masjid At Taubah Lapas Kedungpane. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane)
  • Narapidana, sipir, dan pegawai Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang mengaji Surat Ar Rahman, berdzikir, serta berdoa bersama di Masjid At-Taubah setelah salat Jumat.

  • Kegiatan yang dipimpin Amin Farih menjadi bagian pembinaan kepribadian narapidana untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah, dan merenungkan perbaikan diri.

  • Kepala Lapas Ahmad Tohari menegaskan pembinaan rohani penting bagi warga binaan; kegiatan berlangsung aman dan tertib serta akan terus dikembangkan sebagai bekal kembali ke masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
selepas Jumatan

Sipir dan pegawai Lapas Kedungpane membaur dengan narapidana untuk mengaji Surat Ar Rahman, dilanjutkan dzikir dan doa bersama di Masjid At-Taubah.

Ke depan

Lapas Kedungpane akan menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual bagi warga binaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Narapidana, sipir, dan pegawai Lapas Kelas IA Kedungpane mengikuti mengaji Surat Ar Rahman, dzikir, dan doa bersama sebagai pembinaan rohani.
  • Who?
    Narapidana atau warga binaan, sipir, pegawai Lapas Kedungpane, Amin Farih sebagai pemimpin kegiatan, serta Kepala Lapas Kedungpane Ahmad Tohari terlibat dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah, داخل Lapas Kelas IA Kedungpane, Semarang.
  • When?
    Kegiatan digelar selepas pelaksanaan salat Jumat; tanggal pelaksanaannya per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Kegiatan dilakukan sebagai bagian pembinaan kepribadian narapidana untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah, dan merenungkan perbaikan diri.
  • How?
    Amin Farih memimpin pembacaan Surat Ar Rahman, kemudian peserta berdzikir dan berdoa bersama memohon keberkahan, kelancaran, serta keselamatan. Rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khusyuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para napi di Lapas Kedungpane Semarang mengaji Surat Ar Rahman setelah salat Jumat. Sipir dan pegawai lapas juga ikut bersama mereka di Masjid At Taubah. Amin Farih memimpin kegiatan ini. Mereka lalu berzikir dan berdoa. Pak Ahmad Tohari ingin para napi punya hati yang tenang dan jadi lebih baik. Kegiatan berjalan aman dan tertib.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebersamaan sipir, pegawai, dan narapidana dalam mengaji, berdzikir, serta berdoa menciptakan ruang pembinaan yang khidmat dan tertib. Kegiatan ini menunjukkan perhatian pada kebutuhan spiritual warga binaan, sekaligus memberi kesempatan untuk menenangkan hati, merenungkan diri, dan memperkuat dorongan memperbaiki kepribadian selama menjalani masa pembinaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Lantunan Surat Ar Rahman terdengar lamat-lamat dari dalam Masjid At Taubah, Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang.

Rupanya selepas Jumatan para sipir dan pegawai lapas memilih membaur dengan narapidana untuk mengaji bersama.

Suasana khidmat pun menyelimuti Masjid At-Taubah. Tak cuma ngaji, mereka juga berdzikir bareng.

Kegiatan mengaji yang dipimpin oleh Amin Farih ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian narapidana sekaligus menjadi momentum untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama, memohon keberkahan, kelancaran, serta keselamatan dalam menjalankan tugas saban hari.

Kepala Lapas Kedungpane Ahmad Tohari, menyampaikan pembinaan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan narapidana.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan secara jasmani, tetapi juga semakin kuat secara spiritual. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi narapidana untuk bersama-sama merenungkan diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan selama menjalani masa pembinaan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Ke depan pihaknya akan menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual sebagai bekal bagi WBP dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article