Semarang, IDN Times - Lantunan Surat Ar Rahman terdengar lamat-lamat dari dalam Masjid At Taubah, Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang.
Rupanya selepas Jumatan para sipir dan pegawai lapas memilih membaur dengan narapidana untuk mengaji bersama.
Suasana khidmat pun menyelimuti Masjid At-Taubah. Tak cuma ngaji, mereka juga berdzikir bareng.
Kegiatan mengaji yang dipimpin oleh Amin Farih ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian narapidana sekaligus menjadi momentum untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama, memohon keberkahan, kelancaran, serta keselamatan dalam menjalankan tugas saban hari.
Kepala Lapas Kedungpane Ahmad Tohari, menyampaikan pembinaan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan narapidana.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan secara jasmani, tetapi juga semakin kuat secara spiritual. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi narapidana untuk bersama-sama merenungkan diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan selama menjalani masa pembinaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Ke depan pihaknya akan menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual sebagai bekal bagi WBP dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
