Banyumas, IDN Times – Indonesia sebenarnya memiliki sejumlah solusi untuk mengatasi persoalan sampah, mulai dari bank sampah, kelompok PKK, hingga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Namun, belum optimalnya keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan program membuat potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Kepada IDN Times, Selasa (3/11/2026) persoalan itu menjadi perhatian Salsabila Damayanti, dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Melalui inovasi Redevice (Redesigning the Life of What We Call Waste), ia menawarkan pendekatan pengelolaan sampah yang menghubungkan masyarakat, pengolahan limbah, pemberdayaan ekonomi, hingga akses pasar.
Gagasan tersebut mengantarkan Salsabila meraih lima penghargaan dalam Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2026 yang berlangsung di Malaysia dan Singapura pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 silam.
Lima penghargaan itu terdiri dari Juara 1 SDGs Project Video, Juara 1 Best Speaker, Juara 2 SDGs Project Presentation, Juara 2 Most Inspirational Leader, dan Juara 2 Best Team.