Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perkembangan Kebakaran TPA Jatibarang, Area Api Susut Sisa 0,16 Hektare
Damkar melakukan penyiraman air di jalur utama yang terdampak kebakaran TPA Jatibarang Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
  • Titik panas kebakaran TPA Jatibarang menyusut dari sekitar 10 hektare menjadi 0,163 hektare, namun Pemkot Semarang tetap melanjutkan pendinginan dan pemantauan bara.

  • Pemkot mengerahkan personel serta armada tangki untuk menyiram lima jalur terdampak, guna menekan debu pembakaran agar tidak kembali beterbangan ke permukiman.

  • Layanan kesehatan, dapur umum mobile, dan Ambulance Hebat disiagakan di kawasan terdampak; penanganan melibatkan lintas instansi, relawan, serta drone thermal untuk memantau titik panas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (30/9/2026)

Kebakaran TPA Jatibarang mulai berlangsung.

Selasa (6/10/2026)

Data SITREP BPBD Kota Semarang menunjukkan area titik panas menyusut dari sekitar 10 hektare menjadi 0,163 hektare.

Selasa (6/10/2026) malam

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memimpin penyiraman masif di jalur permukiman terdampak debu dan asap kebakaran.

pukul 21.00 WIB

Penyiraman jalan dimulai dengan melibatkan puluhan personel dan armada tangki gabungan.

kini

Titik panas yang terpantau tersisa 0,163 hektare. Pendinginan dan pemantauan terus dilakukan untuk mencegah bara memunculkan api baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran di TPA Jatibarang Semarang menyisakan titik panas seluas 0,163 hektare atau sekitar 1.630 meter persegi, dari sebelumnya sekitar 10 hektare di Zona 1, 2, dan 3.
  • Who?
    Pemkot Semarang, BPBD, Damkar, DLH, DPU, Dinas Kesehatan, TNI/Polri, Kodim, kecamatan, kelurahan, relawan, serta Wali Kota Agustina Wilujeng menangani kebakaran dan dampaknya.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di TPA Jatibarang dan jalur terdampak di Semarang, termasuk Untung Suropati, Gatot Subroto Klampisan, Sam Poo Kong-Kalipancur, serta Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.
  • When?
    Kebakaran berlangsung sejak Rabu, 30 September 2026. Data titik panas tercatat per Selasa, 6 Oktober 2026, saat penyiraman jalan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB.
  • Why?
    Pendinginan, pemantauan, dan penyiraman dilakukan untuk memadamkan bara, mencegah titik api baru, menekan debu agar tidak beterbangan, serta mengurangi paparan asap dan debu bagi warga.
  • How?
    Petugas melakukan pendinginan dan pemantauan titik panas, menyiram lima jalur permukiman dengan armada tangki, menyiagakan dapur umum dan ambulans, serta memakai drone thermal untuk pemantauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api di tempat sampah besar Jatibarang, Semarang, sudah mengecil. Dulu api ada di area luas, sekarang tinggal sedikit. Ibu Wali Kota Agustina dan banyak petugas masih memadamkan bara. Mereka juga menyiram jalan supaya debu dan asap tidak terbang ke rumah warga. Ambulans dan bantuan kesehatan masih siap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menyusutnya titik panas di TPA Jatibarang hingga 93 persen menunjukkan kerja penanganan telah menghasilkan kemajuan nyata. Respons yang tetap berlanjut—mulai dari pendinginan, pemantauan dengan drone thermal, penyiraman jalur warga, hingga kesiagaan layanan kesehatan—mencerminkan perhatian tidak hanya pada sumber api, tetapi juga pada paparan debu, keselamatan petugas, dan kebutuhan warga terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang mulai menyusut. Dari area terdampak sekitar 10 hektare di Zona 1, 2, dan 3, titik panas yang masih terpantau kini tinggal 0,163 hektare atau sekitar 1.630 meter persegi.

1. Pemkot Semarang belum hentikan penanganan

Penanganan kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (IDN Times/bt)

Meski luas titik panas jauh berkurang, Pemerintah Kota Semarang belum menghentikan penanganan. Pendinginan dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali memunculkan titik api.

Pada saat yang sama, Pemkot Semarang mulai menyasar dampak kebakaran yang dirasakan warga di luar area TPA, salah satunya debu dan asap yang terbawa ke jalan serta permukiman.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memimpin penyiraman jalan secara masif pada Selasa (6/10/2026) malam. Puluhan personel dan armada tangki gabungan dikerahkan untuk membasahi sejumlah jalur permukiman yang terdampak.

Penyiraman dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kodim.

Menurut Agustina, keberhasilan mengendalikan titik api utama hingga 93 persen bukan berarti penanganan kebakaran selesai. Ada tiga pekerjaan yang masih harus dipastikan, yakni memadamkan bara hingga asap hilang, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi kesehatan masyarakat dari paparan debu dan asap.

“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ,” terangnya.

2. Penyiraman di jalur terdampak kebakaran

Damkar melakukan penyiraman air di jalur utama yang terdampak kebakaran TPA Jatibarang Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

Penyiraman jalan dilakukan untuk menekan debu di permukaan agar tidak kembali beterbangan atau mengalami resuspensi. Debu hasil pembakaran sampah dapat mengandung partikel halus PM2,5 serta senyawa seperti PAH, karbon hitam, dan logam berat yang berpotensi mengganggu kesehatan, termasuk saluran pernapasan dan sistem kardiovaskular.

Maka itu, kata Agustina, penanganan kebakaran tidak hanya diarahkan ke sumber api di dalam TPA, tetapi juga pada lingkungan yang dilalui masyarakat.

Ada lima jalur utama yang menjadi sasaran penyiraman. Pertama, Jalan Untung Suropati mulai kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang. Penyiraman kemudian dilanjutkan dari SMAN 7 menuju SDN Ngaliyan 04 hingga Perumahan Luxury Grand.

Tim juga menyisir jalur dari pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur. Jalur berikutnya berada di Jalan Gatot Subroto kawasan Klampisan, dari pertigaan Pasadena ke utara hingga lampu merah Purwoyoso. Satu rute lainnya membentang dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan debu di jalur yang digunakan warga, setelah kebakaran TPA Jatibarang berlangsung sejak Rabu (30/9/2026).

3. Layanan kesehatan warga tetap disiagakan

Area seluas 2,5 hektare masih membara di TPA Jatibarang, Minggu (4/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Selain penyiraman, Pemkot Semarang juga memastikan layanan kesehatan dan bantuan bagi warga di kawasan terdampak tetap berjalan.

Posko Dapur Umum Mobile dan Ambulance Hebat disiagakan. Pemantauan kondisi kesehatan dilakukan di Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.

Agustina juga meminta personel yang masih bekerja di lapangan memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama proses penanganan kebakaran.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai BPBD Kota Semarang, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, DPU, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri, kecamatan dan kelurahan hingga relawan masyarakat.

Pemkot juga mendapat dukungan drone thermal dari Sat Brimob Polda Jawa Tengah untuk membantu pemantauan titik panas. Karang Taruna, PSM, Linmas, FPRB, dan LPMK turut terlibat dalam penanganan.

Sementara, Data Situation Report (SITREP) BPBD Kota Semarang per Selasa (6/10/2026), menunjukkan penurunan signifikan area titik panas. Dari sekitar 10 hektare area terdampak di Zona 1, 2, dan 3, kini tersisa 0,163 hektare.

Namun, angka tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya titik panas yang harus ditangani.

“Penanganan akan terus kami lanjutkan hingga bara dapat dikendalikan dan kondisi lingkungan di sekitar TPA Jatibarang semakin pulih,” pungkas Agustina.

Curated For You

Editorial Team

Related Article