Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia Perempuan Jago Finansial: Jurus Jitu Tangkal Pinjol dan Investasi Bodong
Ilustrasi investasi. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • OJK Jawa Tengah, TPAKD, dan Nasyiatul Aisyiyah mencetak 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan dari kader perempuan muda untuk memperkuat edukasi finansial berbasis komunitas.

  • Melalui pelatihan di Semarang, para duta dibekali kemampuan mengenali investasi bodong, pinjol ilegal, judi daring, serta penggunaan APPK, SLIK, dan IASC untuk perlindungan konsumen.

  • OJK menggandeng berbagai lembaga keuangan untuk materi perbankan syariah, emas, reksa dana, dan public speaking agar kader dapat mengedukasi keluarga serta masyarakat luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13 Oktober 2026

OJK Provinsi Jawa Tengah menyatakan kolaborasi dengan TPAKD dan Nasyiatul Aisyiyah mencetak 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) dari kader perempuan muda di Jawa Tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    OJK Jawa Tengah, TPAKD, dan Nasyiatul Aisyiyah mencetak 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi daring, dan perlindungan konsumen.
  • Who?
    OJK Provinsi Jawa Tengah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, Nasyiatul Aisyiyah, 70 kader perempuan muda, serta Bank Indonesia, BSI, BPJS Kesehatan, BEI, PNM, dan Pegadaian terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Pelatihan Training of Trainers dilaksanakan di Semarang, dengan peserta kader Nasyiatul Aisyiyah yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
  • When?
    Keterangan mengenai program disampaikan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo pada Selasa, 13 Oktober 2026.
  • Why?
    Program dijalankan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat serta mencegah keluarga terjerat pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan digital, dan judi daring.
  • How?
    Peserta mendapat pelatihan tentang produk keuangan, perlindungan konsumen, APPK, SLIK, IASC, serta public speaking, lalu diharapkan menyebarkan edukasi melalui pengajian, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
OJK Jawa Tengah, TPAKD, dan Nasyiatul Aisyiyah melatih 70 perempuan muda jadi Duta Literasi Keuangan. Mereka belajar menabung, mengenali pinjol ilegal, investasi palsu, judi online, dan penipuan. Sekarang mereka diharapkan mengajari keluarga dan tetangga supaya uang keluarga lebih aman. Mereka juga belajar cara melapor kalau ada masalah uang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi OJK, TPAKD, dan Nasyiatul Aisyiyah menunjukkan pendekatan edukasi keuangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembekalan 70 kader perempuan, termasuk kemampuan mengenali penipuan dan menggunakan saluran perlindungan konsumen, membuka ruang bagi pengetahuan praktis untuk dibagikan melalui jejaring keluarga dan komunitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Pernah nggak sih, ngerasa pusing sendiri ngatur keuangan keluarga yang sering bocor halus? Belum lagi tiap buka HP, selalu ada tawaran pinjaman online (pinjol) yang janjikan dana cepat cair tapi ujung-ujungnya bikin tagihan melilit. Nggak sedikit loh masyarakat yang akhirnya terjerat jebakan pinjol ilegal atau modus penipuan karena kurangnya pemahaman finansial.

Berangkat dari keresahan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah punya solusi cerdas. Mereka sadar bahwa kunci ketahanan ekonomi keluarga sering kali ada di tangan perempuan. Oleh karena itu, edukasi keuangan yang masuk lewat komunitas perempuan menjadi strategi paling jitu. Yuk, intip gimana cara mereka bikin gebrakan agar masyarakat makin melek cuan!

1. Perempuan Sebagai Garda Terdepan Edukasi

Pembentukan 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) di Semarang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah, yang menggandeng Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah di Semarang. (Dok. OJK Jateng)

Kolaborasi strategis baru saja terjadi antara OJK Provinsi Jawa Tengah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Nasyiatul Aisyiyah. Mereka mencetak 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) yang berasal dari kader perempuan muda di seluruh penjuru Jawa Tengah, pada Sabtu-Minggu (10-11 Oktober 2026) di Semarang.

Kenapa harus perempuan? Karena jejaring sosial perempuan itu luar biasa kuat! Mulai dari obrolan arisan, pendampingan keluarga, sampai majelis taklim bisa jadi wadah yang pas untuk menyisipkan ilmu pengelolaan uang yang relatable dan gampang dipahami oleh masyarakat awam.

"Melalui Program DILAN, kader Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi penggerak literasi keuangan berbasis komunitas, dengan memanfaatkan jejaring dakwah, pengajian, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput," kata Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, dilansir keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).

2. Senjata Ampuh Kenali Berbagai Modus Penipuan

ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)

Menjadi DILAN bukan cuma soal tahu cara menabung, tapi juga paham cara melindungi aset keluarga dari kejahatan cyber. Dalam pelatihan Training of Trainers (ToT) di Semarang, para kader ini dijejali materi daging seputar kewaspadaan finansial.

Mereka diajarkan cara mengendus ciri-ciri investasi bodong, jebakan pinjol ilegal, hingga bahaya judi daring. Bahkan, mereka juga dibekali pengetahuan soal hak pelindungan konsumen dengan memanfaatkan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk melaporkan masalah keuangan.

3. Misi Mulia: Dari Diri Sendiri Menular ke Lingkungan

Ilustrasi investasi (IDN Times/Umi Kalsum)

Target utama dari program ini bukan sekadar bikin pintar pesertanya saja, melainkan menciptakan efek domino di tengah masyarakat. Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang pelatihan, tapi menular ke meja makan keluarga hingga obrolan santai bareng tetangga.

"Melalui Program DILAN Jateng, kita ingin mencetak kader-kader yang bukan hanya memahami literasi keuangan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengedukasi keluarga dan masyarakat di sekitarnya," ujar Bendahara Umum Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, Ani Susanti.

4. Kolaborasi Lintas Sektor Biar Makin Komplit

Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Biar wawasan para kader makin luas, OJK tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng banyak lembaga kredibel di industri keuangan, mulai dari Bank Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BPJS Kesehatan, Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), hingga PT Pegadaian.

Materi yang diberikan beragam, mulai dari perbankan syariah, tabungan emas, sampai reksa dana. Kerennya lagi, para peserta juga dilatih keterampilan public speaking supaya bisa menyampaikan tips keuangan dengan gaya komunikasi persuasif yang nggak membosankan.

Pada akhirnya, menciptakan masyarakat yang cerdas finansial dan tahan banting terhadap penipuan adalah kerja bareng-bareng. Dengan hadirnya perempuan-perempuan hebat sebagai agen literasi, edukasi keuangan kini bisa masuk secara mulus ke ruang-ruang paling privat di keluarga kita.

Nah, kalau urusan keuangan di rumahmu, biasanya siapa nih yang pegang kendali jadi "Menteri Keuangan"-nya? Share dong cerita atau tantangan terbesar kamu saat ngatur budget keluarga di kolom komentar!

Curated For You

Editorial Team

Related Article