Semarang, IDN Times – Kota Semarang kini memiliki fasilitas pemakaman yang disiapkan untuk warga dari berbagai agama dan penghayat kepercayaan. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di Kecamatan Gunungpati resmi diperkenalkan sebagai kawasan pemakaman lintas agama.
Semarang Punya TPU untuk Pemakaman Warga Lintas Agama, Cek Lokasinya

1. TPU Pancasila miliki luas 8,2 hektare
TPU Pancasila memiliki luas sekitar 8,2 hektare. Fasilitas tersebut dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan pemakaman warga tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan.
Peresmian TPU Pancasila dilakukan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti pada Minggu (20/9/2026).
“Kota Semarang menjaga warganya dari dalam kandungan sampai meninggal dunia. Toleransi dan keseimbangan hidup terus kita jaga di kota ini,” ungkapnya.
Kawasan TPU Pancasila ditata dengan konsep pemakaman yang terintegrasi dengan penghijauan. Salah satu cirinya adalah penggunaan vegetasi berbeda sebagai identitas kawasan pemakaman masing-masing agama dan kepercayaan.
Untuk kawasan Islam ditanam pohon asem, Hindu menggunakan pohon beringin, sementara kawasan penghayat kepercayaan ditandai pohon jati.
2. Pembangunan TPU dilakukan bertahap sejak 2021
Kemudian terdapat pohon cemara untuk kawasan Kristen, sawo kecik untuk Katolik, bambu kuning untuk Konghucu, serta pohon Bodhi untuk Buddha.
Dengan konsep tersebut, TPU Pancasila dirancang menjadi ruang pemakaman yang tetap mempertahankan identitas masing-masing kelompok keagamaan dan penghayat kepercayaan dalam satu kawasan.
Lahan TPU Pancasila berasal dari fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diserahkan DPD REI Jawa Tengah Wilayah Kota Semarang kepada pemerintah daerah.
Pembangunan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2021 dan dikembangkan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang.
Agustina menilai, keberadaan TPU Pancasila menjadi salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan dasar warga sekaligus mencerminkan upaya menjaga kehidupan masyarakat yang inklusif.
3. Penyediaan ruang publik yang inklusif
“Ketiga hal ini saling berkaitan. Penyediaan ruang publik yang inklusif, kelestarian lingkungan, dan bantuan hunian warga hanya bisa terwujud jika kita terus menjaga semangat gotong royong,” katanya.
Peresmian TPU Pancasila juga dirangkai dengan kick-off Gerakan Semarang Hijau Lestari. Pemkot Semarang menargetkan penanaman 100 ribu pohon hingga akhir 2026.
Pada tahap awal, sebanyak 10 ribu pohon disiapkan untuk ditanam secara kolaboratif di 16 kecamatan bertepatan dengan aksi World Cleanup Day 2026.
Selain itu, Pemkot Semarang menyerahkan bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahap pertama sebanyak 104 unit. Bantuan tersebut didukung CSR dari empat pengembang sebanyak 120 unit.
Program tersebut menjadi bagian dari target penanganan 2.500 unit RTLH sepanjang 2026 melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan dunia usaha.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Semarang Krisis Makam, Akan Buka Tempat Pemakaman Umum Baru19 May 2025, 16:50 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Biaya Pemakaman di Semarang Gratis Hingga Juni 202203 Mar 2022, 14:00 WIB