Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Semarang Siapkan Indeks Wawasan Kebangsaan Bagi Gen Z dan Gen Alpha

Kota Semarang
2 min read
Semarang Siapkan Indeks Wawasan Kebangsaan Bagi Gen Z dan Gen Alpha
Pemkot Semarang dengan Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP) mengembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila. Kesepakatan kerja sama ditandatangani Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria di Ruang Rapat Wali Kota Semarang, Senin (19/10/2026). (Dok. Pemkot Semarang)
  • Pemkot Semarang dan YPLP mengembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila bagi siswa SD-SMP negeri maupun swasta hingga 2030, mencakup wawasan kebangsaan, hidup sehat, lingkungan, kewirausahaan, dan kecakapan hidup.

  • YPLP mengusulkan lima indeks karakter, termasuk indeks wawasan kebangsaan untuk Gen Z dan Gen Alpha, guna memetakan pemahaman serta penerapan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

  • Pelaksanaan program melibatkan lintas perangkat daerah melalui pemetaan sekolah, penyusunan program, peningkatan kompetensi SDM, pembentukan satgas, dan pelibatan pemangku kepentingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Pemerintah Kota Semarang mengembangkan program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) untuk memperkuat pendidikan karakter siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Program ini tidak hanya mendorong pengamalan Pancasila dalam keseharian, tetapi juga membuka peluang pengukuran karakter generasi muda melalui sejumlah indeks.

  1. 1. Pemkot Semarang dan YPLP kembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila

    ilustrasi sekolah, ilustrasi siswa, ilustrasi pendidikan
    Ilustrasi siswa sekolah di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

    Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama Pemkot Semarang dengan Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP). Kesepakatan kerja sama ditandatangani Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria di Ruang Rapat Wali Kota Semarang, Senin (19/10/2026). Kerja sama ini berlaku hingga 31 Desember 2030.

    Ruang lingkup program SLP mencakup penguatan wawasan kebangsaan, pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, jiwa kewirausahaan, dan kecakapan hidup. Sasaran program meliputi sekolah negeri maupun swasta.

    Agustina mengatakan, pengamalan Pancasila perlu dimulai dari diri sendiri dan diterapkan secara konsisten dalam perilaku sehari-hari. Sekolah menjadi salah satu lingkungan penting untuk membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bersama.

    “Kita tidak boleh berhenti, dan hal-hal yang harus kita lakukan itu kita mulai dari kita,” ujarnya.

  2. 2. YPLP usulkan lima indeks karakter generasi muda

    ilustrasi sekolah, ilustrasi siswa, ilustrasi pendidikan
    Ilustrasi siswa sekolah di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

    Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria menyampaikan, bahwa program SLP berpotensi dikembangkan melalui pengukuran karakter generasi muda. YPLP mengusulkan lima indeks, yakni wawasan kebangsaan, degradasi moral, pola hidup sehat, lingkungan hidup, dan jiwa kewirausahaan.

    “Akan disusun indeks wawasan kebangsaan untuk Gen Alpha dan Gen Z pertama di Indonesia,” katanya.

    Menurut Hamry, indeks tersebut diharapkan dapat memetakan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Hasil pengukuran nantinya diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program dan intervensi sesuai kebutuhan wilayah. Namun, rincian metodologi, indikator pengukuran, serta tahapan penyusunan indeks tersebut belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan.

  3. 3. Libatkan lintas perangkat daerah

    Pancasila, sekolah laboratorium pancasila
    Pemkot Semarang dengan Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP) mengembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila. Kesepakatan kerja sama ditandatangani Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria di Ruang Rapat Wali Kota Semarang, Senin (19/10/2026). (Dok. Pemkot Semarang)

    Pelaksanaan Sekolah Laboratorium Pancasila dirancang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Tahapannya meliputi pemetaan kondisi awal satuan pendidikan, penyusunan program, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembentukan satuan tugas, serta pelibatan berbagai pihak sesuai kebutuhan.

    Melalui program ini, Pemkot Semarang berharap pendidikan Pancasila tidak berhenti pada pemahaman materi di ruang kelas. Nilai-nilai kebangsaan diharapkan tumbuh melalui kebiasaan saling menghormati, menjaga lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta bertanggung jawab.

    Kerja sama hingga 2030 tersebut menjadi landasan pengembangan program SLP di Kota Semarang. Implementasinya diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter siswa sekaligus menjadi dasar untuk memahami kebutuhan pembinaan generasi muda secara lebih terarah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More