Semarang, IDN Times – Pemerintah Kota Semarang mengembangkan program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) untuk memperkuat pendidikan karakter siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Program ini tidak hanya mendorong pengamalan Pancasila dalam keseharian, tetapi juga membuka peluang pengukuran karakter generasi muda melalui sejumlah indeks.
Semarang Siapkan Indeks Wawasan Kebangsaan Bagi Gen Z dan Gen Alpha

Take a Deeper Read
1. Pemkot Semarang dan YPLP kembangkan Sekolah Laboratorium Pancasila
Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama Pemkot Semarang dengan Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP). Kesepakatan kerja sama ditandatangani Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria di Ruang Rapat Wali Kota Semarang, Senin (19/10/2026). Kerja sama ini berlaku hingga 31 Desember 2030.
Ruang lingkup program SLP mencakup penguatan wawasan kebangsaan, pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, jiwa kewirausahaan, dan kecakapan hidup. Sasaran program meliputi sekolah negeri maupun swasta.
Agustina mengatakan, pengamalan Pancasila perlu dimulai dari diri sendiri dan diterapkan secara konsisten dalam perilaku sehari-hari. Sekolah menjadi salah satu lingkungan penting untuk membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bersama.
“Kita tidak boleh berhenti, dan hal-hal yang harus kita lakukan itu kita mulai dari kita,” ujarnya.
2. YPLP usulkan lima indeks karakter generasi muda
Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria menyampaikan, bahwa program SLP berpotensi dikembangkan melalui pengukuran karakter generasi muda. YPLP mengusulkan lima indeks, yakni wawasan kebangsaan, degradasi moral, pola hidup sehat, lingkungan hidup, dan jiwa kewirausahaan.
“Akan disusun indeks wawasan kebangsaan untuk Gen Alpha dan Gen Z pertama di Indonesia,” katanya.
Menurut Hamry, indeks tersebut diharapkan dapat memetakan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil pengukuran nantinya diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program dan intervensi sesuai kebutuhan wilayah. Namun, rincian metodologi, indikator pengukuran, serta tahapan penyusunan indeks tersebut belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan.
3. Libatkan lintas perangkat daerah
Pelaksanaan Sekolah Laboratorium Pancasila dirancang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Tahapannya meliputi pemetaan kondisi awal satuan pendidikan, penyusunan program, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembentukan satuan tugas, serta pelibatan berbagai pihak sesuai kebutuhan.
Melalui program ini, Pemkot Semarang berharap pendidikan Pancasila tidak berhenti pada pemahaman materi di ruang kelas. Nilai-nilai kebangsaan diharapkan tumbuh melalui kebiasaan saling menghormati, menjaga lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta bertanggung jawab.
Kerja sama hingga 2030 tersebut menjadi landasan pengembangan program SLP di Kota Semarang. Implementasinya diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter siswa sekaligus menjadi dasar untuk memahami kebutuhan pembinaan generasi muda secara lebih terarah.
Curated For You
- Saujana Para Puan di Tepi Rel: Menyemai Koperasi, Menuai Ekonomi20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Jumlah Penumpang KA di Semarang Dari Kalangn Gen Z Tembus 1,5 Juta Jiwa19 Oct 2026, 15:49 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Tantangan Para Gen Z Beradaptasi Dengan AI yang Diungkap Pakar Teknologi18 Sep 2026, 10:40 WIB