Solo Berbagi Selamanya Salurkan 11 Ribu Paket Sembako Lebaran

- Kegiatan Solo Berbagi Selamanya 2026 di Benteng Vastenburg menandai 20 tahun aksi sosial dengan menyalurkan 11 ribu paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Lebaran.
- Sebanyak 750 relawan dan lebih dari 175 donatur terlibat, termasuk PMI, perbankan, pengusaha, serta organisasi masyarakat yang menunjukkan tingginya kepedulian warga Solo terhadap sesama.
- Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi konsistensi SBS selama dua dekade sebagai simbol kebersamaan lintas suku dan agama serta berterima kasih kepada sponsor dan donatur atas dukungannya.
Surakarta, IDN Times- Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali terasa dalam peringatan 20 tahun kegiatan Solo Bersama Selamanya (SBS) yang digelar di Benteng Vastenburg, Sabtu (13/3/2026).
Dalam kegiatan sosial bertajuk Solo Berbagi Rayakan Lebaran 2026, panitia menyalurkan sekitar 11 ribu paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Panitia SBS 2026, Tanu Kismanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berlangsung selama dua dekade dan tetap konsisten dilaksanakan setiap tahun.
Ia mengatakan perjalanan SBS selama 20 tahun penuh dengan berbagai tantangan, namun semangat untuk membantu masyarakat tetap terjaga, bahkan saat masa pandemi.
1. Ratusan relawan dan ratusan donatur ikut terlibat.

Tanu menjelaskan kegiatan Solo Berbagi tahun ini melibatkan sekitar 750 relawan yang membantu jalannya acara.
Sebanyak 300 relawan berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang turut membantu proses pengemasan hingga distribusi bantuan.
“Semua pihak terpanggil untuk peduli. Ada dari perbankan, pengusaha, organisasi, hingga kelompok arisan. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian mereka,” jelasnya.
Selain relawan, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti perbankan, perusahaan, organisasi masyarakat, hingga donatur individu. Total terdapat lebih dari 175 donatur yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Tanu, dukungan banyak pihak menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap sesama, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
2. Paket sembako berisi kebutuhan pokok Lebaran.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok yang dapat dimanfaatkan masyarakat menjelang Lebaran.
Di dalam paket tersebut terdapat 3 kilogram beras, minyak goreng 800 ml, gula pasir 1 kilogram, enam bungkus mi instan, teh, serta biskuit. Seluruh bahan pokok tersebut dikemas menggunakan ember agar lebih praktis dibawa pulang dan tetap bermanfaat bagi penerima.
Tanu menyebut nilai satu paket bantuan diperkirakan mencapai sekitar Rp120 ribu.
“Nilai setiap paket sekitar Rp120 ribu. Awalnya kami cukup berhati-hati menentukan target karena kondisi ekonomi saat ini. Biasanya kami menargetkan 10 ribu paket, namun puji Tuhan realisasinya justru mencapai 11 ribu paket,” ungkap Tanu.
Awalnya panitia menargetkan sekitar 10 ribu paket, namun berkat dukungan para donatur jumlahnya meningkat hingga 11 ribu paket.
Bantuan tersebut disalurkan kepada berbagai kelompok masyarakat seperti buruh gendong, tukang becak, petugas kebersihan, serta warga lain yang membutuhkan.
3. Wali Kota Solo apresiasi konsistensi SBS.

Peringatan 20 tahun SBS juga dihadiri sejumlah tokoh Kota Surakarta, di antaranya Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Wakil Wali Kota Astrid Widayani, mantan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, mantan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa, Ketua Kadin Surakarta Ferry S. Indrianto, serta Ketua PMS sekaligus PMI Surakarta Sumartono Hadinoto.
Wali Kota Respati Ardi mengapresiasi konsistensi komunitas Solo Berbagi Selamanya yang terus menjalankan kegiatan sosial selama 20 tahun.
Ia mengaku telah mengikuti perjalanan SBS sejak masih aktif di organisasi kepemudaan hingga kini menjabat sebagai wali kota.
Menurut Respati, kegiatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Solo memiliki semangat kebersamaan yang tinggi tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun kelompok.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan donatur yang telah mendukung kegiatan sosial tersebut sehingga dapat terus berlangsung hingga sekarang.
“Atas nama warga Solo, saya mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan donatur. Perkumpulan ini tidak melihat kelompok, warna, suku, dan agama. Ini menjadi simbol bahwa Kota Surakarta selalu menjunjung tinggi kebersamaan,” pungkasnya.
















