TPKS Siagakan Satpam Hadapi Ancaman di Jalur Peti Kemas Semarang

TPKS melatih 17 satpam dan personel HSSE secara tatap muka untuk memperkuat pengamanan jalur angkutan peti kemas, mengacu pada Sertifikasi IMO Model Course 3.24 dan 3.25.
Materi pelatihan mencakup kebijakan keamanan, intelijen, ISPS Code, identifikasi ancaman, peralatan, mitigasi, serta praktik drill exercise yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test.
Terminal Head TPKS menekankan kompetensi personel sebagai penopang standar keamanan terminal, dengan harapan pengetahuan pelatihan diterapkan dan dibagikan untuk memperkuat kesiapsiagaan operasional.
Semarang, IDN Times - Tak kurang 17 petugas satpam (security) Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) bersama personel HSSE mendapat serangkaian pelatihan untuk memperkuat kemampuan pengamanan jalur angkutan peti kemas.
Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka. Pihak TPKS menyatakan pelatihan dikerjakan dengan acuan program Sertifikasi IMO Model Course 3.24 (Port Security) dan IMO Model Course 3.25 (Non Port Security) di Kantor TPKS.
1. Angga dapat pengetahuan pengamanan jalur distribusi peti kemas

Belasan security TPKS berpose usai pelatihan mitigasi resiko. (IDN Times/Fariz Fardianto) Seorang security TPKS, Angga Jabti Saputro mengaku dari pelatihan kali ini, dirinya bisa mendapat tambahan pengetahuan untuk keamanan jalur distribusi peti kemas.
Selain itu juga memberikan pemahaman yang relevan dengan pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
“Sebagai Port Security, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman kami mengenai aspek keamanan fasilitas pelabuhan, terutama dalam mengenali potensi ancaman dan menentukan tindakan yang tepat sesuai prosedur," kata Angga.
2. Pelatihan mencakup identifikasi keamanan dan mitigasi ancaman

Tronton pembawa peti kemas melewati Jalan Ronggowarsito Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang) Pelatihan bagi 17 security TPKS mencakup sejumlah materi keamanan fasilitas pelabuhan, antara lain kebijakan negara, tanggung jawab keamanan, pemahaman intelijen, sejarah ISPS Code, tindakan keamanan, peralatan keamanan, identifikasi ancaman, serta drill exercise.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.
"Materi yang diberikan juga menjadi pengingat bahwa aspek keamanan merupakan tanggung jawab bersama dan harus diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Angga.
Tak cuma itu saja, katanya pelaksanaan uji coba peralatan membantu dirinya memahami penerapan materi secara lebih nyata.
“Dengan adanya sesi praktik dan drill exercise, kami tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana respons terhadap suatu potensi ancaman harus dilakukan secara terkoordinasi. Pengetahuan ini tentunya akan kami terapkan dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional di TPK Semarang,” tambahnya.
Pelaksanaan Pelatihan Sertifikasi IMO Model Course 3.24 dan 3.25 menjadi bagian dari komitmen TPKS membangun sumber daya manusia yang kompeten dan responsif terhadap potensi risiko keamanan di lingkungan pelabuhan.
3. TPKS maksimalkan penguatan standar keamanan

Kawasan bisnis peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang dipotret dari udara. (IDN Times/Dok Humas Pelindo Tanjung Emas) Terminal Head Terminal Peti Kemas Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi personel menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan penerapan standar keamanan di lingkungan terminal berjalan secara konsisten.
“Keamanan pelabuhan tidak hanya didukung oleh sistem dan peralatan, tetapi juga oleh kesiapan dan kompetensi personel yang menjalankan tugas di lapangan. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta semakin memahami peran dan tanggung jawabnya serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional TPK Semarang,” tutur Nyoman, Rabu (23/9/2026).
Selain meningkatkan kompetensi individu, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat dibagikan kepada personel lainnya sehingga turut memperkuat budaya keamanan dan kesiapsiagaan.
“Harapannya, kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan ini tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan kerja lainnya. Dengan begitu, kita dapat terus memperkuat budaya keamanan dan kesiapan operasional di TPK Semarang," urainya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















