TPKS Semarang dan OCDI Jepang Bahas Mitigasi Dampak Lingkungan
- TPKS Semarang dan delegasi OCDI Jepang bertukar informasi tentang strategi mitigasi dampak lingkungan di kawasan pelabuhan, termasuk penurunan permukaan tanah yang memengaruhi operasional terminal.
- Meski menghadapi tantangan geografis, TPKS berhasil mencatat arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs pada 2025 berkat peningkatan infrastruktur dan efisiensi layanan logistik nasional.
- Delegasi OCDI mengapresiasi kemampuan TPKS menjaga kinerja di tengah kondisi pesisir menantang serta tertarik mempelajari strategi pengelolaan dan keberlanjutan operasional terminal tersebut.
Semarang, IDN Times - Pengelola Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) sedang bertukar informasi dengan delegasi Overseas Coastal Area Development Institute of Japan (OCDI) guna menyiasati dampak bencana lingkungan di lingkungan pelabuhan.
Pertukaran informasi dilakukan dengan memaparkan profil perusahaan, kinerja operasional, serta berbagai upaya peningkatan kapasitas dan layanan yang dilakukan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Salah satu topik yang menjadi perhatian ialah tantangan operasional yang dihadapi terminal peti kemas akibat kondisi kawasan pesisir Semarang. Terutama penurunan permukaan tanah (land subsidence), serta strategi mitigasi untuk menjaga keandalan operasional.
1. TPKS tetap optimalkan layanan logistik
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan kunjungan OCDI menjadi momentum yang baik untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan pelabuhan.
"Kami menyambut baik kunjungan delegasi OCDI dan KSOP Tanjung Emas sebagai wadah bertukar wawasan dan pengalaman dalam pengelolaan terminal peti kemas. Di tengah berbagai tantangan operasional, kami terus berupaya meningkatkan keandalan layanan, produktivitas, dan efisiensi operasional," ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Rabu (17/7/2026).
2. Arus peti kemas capai 1 juta Teus
Walau menghadapi berbagai tantangan geografis, katanya pihaknya masih bisa mencatatkan kinerja positif dengan membukukan arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs sepanjang tahun 2025.
Kemampuan menjaga pertumbuhan operasional dan keandalan layanan menjadikan TPK Semarang sebagai salah satu terminal dengan karakteristik yang unik untuk dipelajari.
"Capaian arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs pada tahun 2025 menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung kelancaran logistik serta pertumbuhan ekonomi nasional," papar Nyoman.
Dengan lokasi di pesisir yang menghadapi penurunan permukaan tanah, pihaknya dituntut beradaptasi melalui penguatan infrastruktur, peninggian area operasional, serta berbagai inovasi dalam pengelolaan terminal.
3. Delegasi OCDI senang bekerjasama dengan TPKS Semarang
Ketua Delegasi OCDI, Hideo Sasaki, mengungkapkan bahwa TPKS Semarang merupakan terminal yang sangat menarik karena mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan lingkungan yang tidak sederhana.
Adapun terdapat banyak hal yang ingin dipelajari lebih lanjut dari pengalaman TPKS, khususnya terkait strategi pengelolaan operasional, penguatan infrastruktur, dan upaya menjaga keberlanjutan layanan di kawasan yang terdampak penurunan muka tanah.
"TPK Semarang sangat menarik bagi kami. Ada banyak hal yang ingin kami ketahui lebih dalam dan banyak pertanyaan yang ingin kami ajukan, terutama mengenai bagaimana terminal ini mampu terus berkembang dan mempertahankan kinerja yang baik di tengah tantangan yang dihadapi. Pengalaman seperti ini sangat berharga untuk dipelajari," kata Hideo.

















