TPKS Tambah Blok Penumpukan Peti Kemas di 3 Bekas Lahan Pabrik

- TPKS menambah blok penumpukan kontainer di tiga bekas lahan pabrik untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas bongkar muat menjelang Lebaran 2026.
- Langkah ini disertai penguatan peralatan, tambahan reach stacker, serta penerapan Truck Booking System agar arus kendaraan dan petikemas tetap lancar.
- Pelaku logistik mengapresiasi kesiapan TPKS karena dinilai mampu menjaga kelancaran rantai pasok dan efisiensi distribusi selama periode libur panjang.
Semarang, IDN Times - Pengelola Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) berupaya menambah sejumlah blok penumpukan kontainer peti kemas di beberapa titik.
Informasi dari TPKS menyebutkan penambahan blok penumpukan ada di bekas lahan Lamicitra, bekas lahan PEL dan bekas lahan Adam Wiji (MTI).
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menegaskan bahwa kesiapan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh dan simulasi yang telah dilakukan jauh hari.
“Kesiapan Lebaran 2026 kami fokuskan pada pengendalian kepadatan lapangan dan kelancaran arus petikemas. Penambahan blok penumpukan, penguatan peralatan, serta penyesuaian tim operasional dilakukan agar YOR tetap terkendali dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal selama periode puncak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (12/3/2026).
Table of Content
1. TPKS cegah antrean dengan optimalkan TBS

Pihaknya juga menyiapkan tambahan dua unit reach stacker serta perbantuan operator dan yard planner guna memastikan produktivitas tetap terjaga selama periode sibuk.
Untuk mencegah antrean kendaraan, Nyoman bilang pihaknya mengoptimalkan penerapan Truck Booking System (TBS), pemanfaatan buffer area, serta penataan arus keluar-masuk petikemas agar tetap lancar dan tertib.
2. TPKS berharap tingkat YOR selama Idulfitri meningkat

Ia menambahkan, perencanaan berbasis simulasi dan evaluasi kinerja periode sebelumnya menjadi landasan penyusunan strategi operasional.
Optimalisasi kapasitas, penguatan peralatan, serta pengaturan arus kendaraan diharapkan mampu menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat selama periode Imlek dan Idulfitri.
Adapun berdasarkan simulasi operasional, tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR) pada periode tersebut diproyeksikan berada pada level tinggi.
3. Pengusaha logistik respon penataan blok penumpukan kontainer peti kemas

Menurut Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Tengah, Teguh, kesiapan yang dilakukan TPKS merupakan langkah menjaga kelancaran rantai pasok selama libur panjang.
“Kami mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan TPK Semarang. Kesiapan infrastruktur, peralatan, serta kebijakan yang mendorong percepatan arus barang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran logistik. Kami berharap koordinasi dan komunikasi antara terminal dan pengguna jasa terus diperkuat agar aktivitas logistik tetap terkendali dan efisien,” katanya.

















