Dirut Agrinas Sebut KDMP Diharapkan Buka Akses Pasar bagi Petani

- Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara menyebut Koperasi Desa Merah Putih sebagai wujud pendampingan negara untuk menggerakkan ekonomi desa berlandaskan asas kekeluargaan.
- KDMP diharapkan menjadi pusat pengembangan potensi desa, mencakup pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, dan sektor kreatif, sekaligus membuka peran anak muda sebagai penggerak ekonomi.
- Koperasi ditargetkan memperluas akses pembiayaan, pasar, dan distribusi bagi petani agar rantai distribusi lebih kuat serta posisi tawar mereka dalam menentukan harga meningkat.
Wonosobo, IDN Times – Koperasi Desa Merah Putih dinilai bukan hanya gerai untuk menjual kebutuhan masyarakat. Keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa dan mengembangkan potensi masyarakat.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara yang saat ini dijabat oleh Joao Angelo De Sousa Mota dalam Workshop Pertanian dalam rangka HUT GMPP ke-3 yang digelar di Krishna Resto Garden, Wonosobo, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi mengenai pertanian, ekonomi desa, serta penguatan peran masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah.
1. KDMP disebut sejalan dengan Pasal 33

Dihadapan para kelompok tani di Jawa Tengah, Direktur Utama PT Agrinas dan Rektor UPN Veteran Jakarta menyebut gagasan koperasi bukan sesuatu yang muncul secara tiba tiba. Koperasi disebut telah lama menjadi bagian dari pemikiran Presiden Prabowo Subianto.
Gagasan tersebut juga dinilai sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan asas kekeluargaan sebagai dasar perekonomian.
"Koperasi Desa Merah Putih adalah wujud kehadiran negara untuk mendampingi masyarakat desa dan menggerakkan kegiatan ekonomi di desa,"ujarnya.
2. Koperasi harus menggerakkan potensi desa

Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi desa. Potensi yang bisa dikembangkan tidak hanya pertanian, tetapi juga peternakan, perikanan, UMKM hingga sektor kreatif.
Menurut Mota, setiap desa memiliki kekuatan ekonomi masing masing yang perlu digali dan dikembangkan.
Kehadiran pengelola atau manajer koperasi juga diharapkan dapat membuka ruang bagi anak muda untuk menjadi penggerak ekonomi di daerahnya sendiri.
3. Petani didorong punya akses pembiayaan dan pasar

Persoalan petani juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Petani selama ini dinilai masih menghadapi rantai distribusi yang panjang dan posisi tawar yang lemah dalam menentukan harga.
Seperti dikatakan Teguh, seorang ketua kelompok tani di Kecamatan Kalikajar menyebut koperasi desa diharapkan dapat membantu memperkuat akses petani terhadap pembiayaan, pasar dan distribusi hasil produksi. Dengan begitu, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dalam rantai ekonomi.


















