Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TPKS Siagakan Satpam Hadapi Ancaman di Jalur Peti Kemas Semarang
Salah satu crane peti kemas yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • TPKS melatih 17 satpam dan personel HSSE secara tatap muka untuk memperkuat pengamanan jalur angkutan peti kemas, mengacu pada Sertifikasi IMO Model Course 3.24 dan 3.25.

  • Materi pelatihan mencakup kebijakan keamanan, intelijen, ISPS Code, identifikasi ancaman, peralatan, mitigasi, serta praktik drill exercise yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test.

  • Terminal Head TPKS menekankan kompetensi personel sebagai penopang standar keamanan terminal, dengan harapan pengetahuan pelatihan diterapkan dan dibagikan untuk memperkuat kesiapsiagaan operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
23 September 2026

Terminal Head TPKS I Nyoman Sutrisna menegaskan peningkatan kompetensi personel penting untuk menjaga penerapan standar keamanan terminal. TPKS berharap pelatihan memperkuat budaya keamanan dan kesiapan operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    TPKS menggelar pelatihan sertifikasi keamanan pelabuhan untuk memperkuat kemampuan pengamanan jalur angkutan peti kemas dan menghadapi potensi ancaman.
  • Who?
    Sebanyak 17 petugas satpam Terminal Peti Kemas Semarang dan personel HSSE mengikuti pelatihan; Terminal Head TPKS I Nyoman Sutrisna serta security Angga Jabti Saputro turut memberikan keterangan.
  • Where?
    Pelatihan tatap muka berlangsung di Kantor Terminal Peti Kemas Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    I Nyoman Sutrisna menyampaikan keterangan mengenai pelatihan tersebut pada Rabu, 23 September 2026. Waktu pelaksanaan rinci kegiatan masih belum diketahui.
  • Why?
    Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan personel dalam mengenali, memitigasi, serta merespons ancaman keamanan di fasilitas pelabuhan dan jalur distribusi peti kemas.
  • How?
    Kegiatan mengacu pada Sertifikasi IMO Model Course 3.24 dan 3.25, mencakup materi keamanan, identifikasi ancaman, pre-test, post-test, praktik peralatan, serta drill exercise.
  • What?
    TPKS menggelar pelatihan sertifikasi keamanan pelabuhan untuk memperkuat kemampuan personel mengamankan jalur angkutan peti kemas dan menghadapi potensi ancaman.
  • Who?
    17 petugas satpam Terminal Peti Kemas Semarang dan personel HSSE mengikuti pelatihan; Terminal Head TPKS I Nyoman Sutrisna serta security Angga Jabti Saputro menyampaikan keterangan.
  • Where?
    Pelatihan berlangsung secara tatap muka di Kantor Terminal Peti Kemas Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    I Nyoman Sutrisna menyampaikan keterangan pada Rabu, 23 September 2026. Waktu pelaksanaan rinci pelatihan per saat ini belum diketahui.
  • Why?
    TPKS meningkatkan kompetensi personel agar standar keamanan terminal diterapkan konsisten, risiko keamanan dapat direspons, serta operasional peti kemas tetap aman dan lancar.
  • How?
    Pelatihan mengacu pada Sertifikasi IMO Model Course 3.24 dan 3.25, mencakup materi keamanan, identifikasi ancaman, mitigasi, uji peralatan, drill exercise, pre-test, dan post-test.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 17 satpam di Terminal Peti Kemas Semarang ikut pelatihan keamanan. Mereka belajar mengenali bahaya dan bertindak dengan benar di pelabuhan. Angga, salah satu satpam, bilang latihan ini membantu pekerjaannya. Mereka juga mencoba alat dan latihan bersama. Sekarang TPKS ingin pelabuhan tetap aman dan semua kerja lancar.Tujuh belas satpam di Terminal Peti Kemas Semarang belajar menjaga pelabuhan. Mereka belajar mengenali bahaya, memakai alat keamanan, dan bertindak bersama saat ada ancaman. Angga ikut belajar dan senang mendapat ilmu baru. Sekarang, TPKS berharap para satpam bisa menjaga pelabuhan lebih baik dan mengajari teman kerja lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelatihan bagi petugas keamanan dan personel HSSE TPKS menunjukkan perhatian nyata pada kesiapan manusia di balik kelancaran operasional terminal. Kombinasi materi, evaluasi, praktik peralatan, dan drill memberi peserta pemahaman yang lebih terarah untuk mengenali ancaman serta meresponsnya sesuai prosedur, sambil membuka peluang penguatan budaya keamanan melalui berbagi pengetahuan antarpersonel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Tak kurang 17 petugas satpam (security) Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) bersama personel HSSE mendapat serangkaian pelatihan untuk memperkuat kemampuan pengamanan jalur angkutan peti kemas. 

Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka. Pihak TPKS menyatakan pelatihan dikerjakan dengan acuan program Sertifikasi IMO Model Course 3.24 (Port Security) dan IMO Model Course 3.25 (Non Port Security) di Kantor TPKS. 

1. Angga dapat pengetahuan pengamanan jalur distribusi peti kemas

Belasan security TPKS berpose usai pelatihan mitigasi resiko. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Seorang security TPKS, Angga Jabti Saputro mengaku dari pelatihan kali ini, dirinya bisa mendapat tambahan pengetahuan untuk keamanan jalur distribusi peti kemas.

Selain itu juga memberikan pemahaman yang relevan dengan pelaksanaan tugasnya sehari-hari.

“Sebagai Port Security, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman kami mengenai aspek keamanan fasilitas pelabuhan, terutama dalam mengenali potensi ancaman dan menentukan tindakan yang tepat sesuai prosedur," kata Angga. 

2. Pelatihan mencakup identifikasi keamanan dan mitigasi ancaman

Tronton pembawa peti kemas melewati Jalan Ronggowarsito Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Pelatihan bagi 17 security TPKS mencakup sejumlah materi keamanan fasilitas pelabuhan, antara lain kebijakan negara, tanggung jawab keamanan, pemahaman intelijen, sejarah ISPS Code, tindakan keamanan, peralatan keamanan, identifikasi ancaman, serta drill exercise. 

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.

"Materi yang diberikan juga menjadi pengingat bahwa aspek keamanan merupakan tanggung jawab bersama dan harus diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Angga.

Tak cuma itu saja, katanya pelaksanaan uji coba peralatan membantu dirinya memahami penerapan materi secara lebih nyata.

“Dengan adanya sesi praktik dan drill exercise, kami tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana respons terhadap suatu potensi ancaman harus dilakukan secara terkoordinasi. Pengetahuan ini tentunya akan kami terapkan dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional di TPK Semarang,” tambahnya.

Pelaksanaan Pelatihan Sertifikasi IMO Model Course 3.24 dan 3.25 menjadi bagian dari komitmen TPKS membangun sumber daya manusia yang kompeten dan responsif terhadap potensi risiko keamanan di lingkungan pelabuhan.

3. TPKS maksimalkan penguatan standar keamanan

Kawasan bisnis peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang dipotret dari udara. (IDN Times/Dok Humas Pelindo Tanjung Emas)

Terminal Head Terminal Peti Kemas Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi personel menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan penerapan standar keamanan di lingkungan terminal berjalan secara konsisten.

“Keamanan pelabuhan tidak hanya didukung oleh sistem dan peralatan, tetapi juga oleh kesiapan dan kompetensi personel yang menjalankan tugas di lapangan. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta semakin memahami peran dan tanggung jawabnya serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasional TPK Semarang,” tutur Nyoman, Rabu (23/9/2026). 

Selain meningkatkan kompetensi individu, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat dibagikan kepada personel lainnya sehingga turut memperkuat budaya keamanan dan kesiapsiagaan.

“Harapannya, kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan ini tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan kerja lainnya. Dengan begitu, kita dapat terus memperkuat budaya keamanan dan kesiapan operasional di TPK Semarang," urainya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article