Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Undip Semarang Perluas Program Gelar Ganda dengan Universitas Paris-Saclay
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyiapkan program double degree jenjang magister bersama Université Paris-Saclay. (dok. Undip)
  • Undip menandatangani MoU dengan IDHEP untuk membuka program magister double degree bersama Université Paris-Saclay yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2026.
  • Dosen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip akan menjadi peserta perdana, menjalani studi di Undip dan Paris-Saclay guna memperoleh dua gelar serta akses ke ekosistem riset internasional.
  • Kerja sama ini juga mencakup penelitian bersama, pertukaran dosen, magang, hingga pembimbingan tesis lintas negara, memperkuat jejaring global Undip dengan universitas ternama di Prancis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Universitas Diponegoro (Undip) makin serius memperluas akses pendidikan internasional bagi sivitas akademika. Perguruan tinggi negeri di Kota Semarang itu kini menyiapkan program double degree jenjang magister bersama Université Paris-Saclay. 

1. Angkatan perdana mulai tahun 2026

ilustrasi kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Angkatan perdana program gelar ganda dengan perguruan tinggi riset terkemuka di Prancis itu ditargetkan mulai tahun 2026 ini.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Undip dan Institut de Développement et des Hautes Études de Paris (IDHEP) dalam lawatan Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, ke Paris dan Angers pada 1–4 Juli 2026.

Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi Undip untuk membangun program gelar ganda dengan Paris-Saclay. Dalam skema tersebut, IDHEP akan berperan sebagai institusi penghubung karena telah lebih dahulu menjalin kolaborasi akademik dengan Paris-Saclay.

“Posisi IDHEP menjadi penting sebagai penghubung karena memiliki koneksi luas dengan tidak hanya Paris-Saclay, tetapi juga Universitas Sorbonne dan kampus-kampus besar lain di Prancis,” ujar Wijayanto dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).

2. Dosen FEB jadi peserta perdana

ilustrasi mahasiswa sebelum berangkat untuk kuliah di luar negeri (pexels.com/Nicola Barts)

Program ini tidak akan berhenti pada tahap penandatanganan kerja sama. Pada fase awal, Departemen dan Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip telah menyiapkan dosen untuk mengikuti program master double degree pada tahun 2026.

Melalui skema tersebut, peserta akan menjalani pendidikan di Undip sekaligus Paris-Saclay sehingga memperoleh dua pengalaman akademik dalam satu program studi.

‘’Selain membuka peluang memperoleh gelar dari dua institusi, program ini juga diharapkan memperluas akses terhadap ekosistem riset internasional, laboratorium, serta jejaring akademisi di Prancis,’’ katanya.

Selama berada di Prancis, Wijayanto juga menghadiri Joint Working Group di Angers yang mempertemukan sejumlah perguruan tinggi Prancis, termasuk Université Paris-Saclay.

Dalam forum tersebut, ia bertemu dengan Wakil Presiden Paris-Saclay, Rachid Benaccer, yang disebut telah menyampaikan persetujuan secara lisan untuk melanjutkan komunikasi terkait pengembangan kerja sama dengan Undip. Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Riset LPDP yang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan program double degree Undip bersama Paris-Saclay.

3. Tak sekadar pertukaran mahasiswa

Antrean calon mahasiswa Undip. (IDN Times/Dok Humas Undip)

Kerja sama Undip dan IDHEP tidak hanya mencakup program gelar ganda. Dokumen kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi berupa penelitian bersama, pertukaran dosen dan peneliti tamu, program magang, pelatihan, lokakarya internasional, summer course, hingga pembimbingan bersama tesis magister dan disertasi doktoral.

Keunggulan lain dari kolaborasi ini adalah jejaring IDHEP yang telah terhubung dengan sejumlah universitas ternama di Prancis, seperti Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dan Sorbonne Paris Nord University. Hal itu membuka peluang bagi Undip untuk memperluas kerja sama akademik dengan lebih banyak perguruan tinggi di negara tersebut.

Melalui pengembangan program double degree ini, Undip berupaya meningkatkan mobilitas akademik internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi riset yang aktif membangun jejaring global. Program tersebut juga menjadi salah satu strategi kampus dalam meningkatkan daya saing lulusan dan dosen di tingkat internasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article