Semarang, IDN Times - Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) memilih menempuh program pertukaran dengan Jiangsu Vocational Institute of Commerce (JVIC).
Program pertukaran mahasiswa bernama TEP Double Degree ini bagian kerja sama pendidikan yang melibatkan Indonesia, China, dan International Technology and Education Association (ITEA).
Informasi dari UPT Humas Unnes menyebutkan ada 26 mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang terpilih sebagai peserta pertukaran mahasiswa ke China.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahaswaan Unnes Prof Zaenuri mengatakan mahasiswa nantinya memanfaatkan program ini diharapkan tidak hanya memperkaya proses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kompetensi, wawasan global, kemampuan beradaptasi.
"Pertukaran menjadi salah satu strategi mendukung pembelajaran agar mahasiswa memiliki wawasan dan akses global," katanya, Senin (12/10/2026).
Keikutsertaan dalam program ini dapat mendorong mahasiswa untuk melihat bidang Manajemen dari perspektif yang lebih luas.
Paparan terhadap lingkungan akademik dan bisnis di China diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami dinamika perkembangan dunia usaha dalam konteks global.
"Melalui partisipasi TEP Double Degree, kami memperkuat komitmen dalam memberikan akses terhadap pembelajaran internasional bagi mahasiswa," jelasnya.
Dalam program Double Degree ini, mahasiswa akan mengikuti kegiatan pembelajaran selama satu tahun di China. Selama menjalani program, mahasiswa akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti aktivitas akademik di lingkungan pendidikan yang memiliki sistem dan karakteristik berbeda.
Selain ke JVIC Tiongkok, Unnes juga bekerja sama dengan berbagai kampus di dunia untuk memfasilitasi mahasiswa.